Selasa, 13 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Industri Sawit Jadi Pelopor Agrobisnis Nasional

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sektor pengembangan industri kelapa sawit sangat strategis bagi pembangunan perkebunan di Indonesia karena mampu menjadi pengungkit dan pelopor pembangunan agrobisnis nasional. 

Hal itu dijelaskan Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas Reni Mayerni. Reni menjelaskan, selain sebagai komoditas pangan, ada dua potensi energi yang dapat dihasilkan dari kelapa sawit, yaitu biodiesel dan biopower.

"Biodiesel dihasilkan dari pengolahan lebih lanjut dari minyak kelapa sawit, sementara biopower dihasilkan melalui penggunaan residu pengolahan tandan buah segar atau TBS sebagai bahan bakar bagi pembangkit listrik," kata Reni pada webinar bertajuk "Penguatan Pengelolaan Sawit secara Berkelanjutan" yang digelar virtual, Rabu (10/2/2021).

Reni menjelaskan, industri ini telah berkontribusi dalam pembangunan daerah dan menjadi sumber daya penting untuk pengentasan kemiskinan. Dengan menyerap lebih dari 16 juta pekerja, industri sawit pun dinilai menjadi sektor strategis bagi perekonomian masyarakat.

Baca Juga:  Harga TBS Sawit Riau “On the Way” Rp4.000 per Kg Lagi

Reni menambahkan, minyak sawit merupakan produk pertanian yang paling siap sebagai sumber energi terbarukan.

"Kehadiran minyak sawit menjadi biodiesel sangat strategis untuk mendukung upaya pemerintah mengantisipasi krisis energi di masa depan serta membantu menekan subsidi Bahan Bakar Minyak atau BBM yang berasal dari energi minyak mentah," kata Reni.

Ada pun rogram insentif Biodiesel melalui pendanaan dari BPDPKS yang implementasi pertamanya sejak Agustus tahun 2015 dan terlaksana sampai November 2020, telah menyerap biodiesel dari sawit sekitar 23,49 juta kiloliter (KL).

Jumlah tersebut setara dengan pengurangan Greenhouse Gas Emissions (GHG) sebesar 34,68 juta ton CO2 ekuivalen dan menyumbang sekitar Rp4,83 triliun pajak yang dibayarkan kepada negara.

Baca Juga:  Semua ATM Mandiri Masih Tak Berfungsi

Sumber: JPNN/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sektor pengembangan industri kelapa sawit sangat strategis bagi pembangunan perkebunan di Indonesia karena mampu menjadi pengungkit dan pelopor pembangunan agrobisnis nasional. 

Hal itu dijelaskan Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas Reni Mayerni. Reni menjelaskan, selain sebagai komoditas pangan, ada dua potensi energi yang dapat dihasilkan dari kelapa sawit, yaitu biodiesel dan biopower.

"Biodiesel dihasilkan dari pengolahan lebih lanjut dari minyak kelapa sawit, sementara biopower dihasilkan melalui penggunaan residu pengolahan tandan buah segar atau TBS sebagai bahan bakar bagi pembangkit listrik," kata Reni pada webinar bertajuk "Penguatan Pengelolaan Sawit secara Berkelanjutan" yang digelar virtual, Rabu (10/2/2021).

Reni menjelaskan, industri ini telah berkontribusi dalam pembangunan daerah dan menjadi sumber daya penting untuk pengentasan kemiskinan. Dengan menyerap lebih dari 16 juta pekerja, industri sawit pun dinilai menjadi sektor strategis bagi perekonomian masyarakat.

Baca Juga:  Jaga Keandalan Pasokan Listrik, PLN Gelar Forum Transmisi 

Reni menambahkan, minyak sawit merupakan produk pertanian yang paling siap sebagai sumber energi terbarukan.

- Advertisement -

"Kehadiran minyak sawit menjadi biodiesel sangat strategis untuk mendukung upaya pemerintah mengantisipasi krisis energi di masa depan serta membantu menekan subsidi Bahan Bakar Minyak atau BBM yang berasal dari energi minyak mentah," kata Reni.

Ada pun rogram insentif Biodiesel melalui pendanaan dari BPDPKS yang implementasi pertamanya sejak Agustus tahun 2015 dan terlaksana sampai November 2020, telah menyerap biodiesel dari sawit sekitar 23,49 juta kiloliter (KL).

- Advertisement -

Jumlah tersebut setara dengan pengurangan Greenhouse Gas Emissions (GHG) sebesar 34,68 juta ton CO2 ekuivalen dan menyumbang sekitar Rp4,83 triliun pajak yang dibayarkan kepada negara.

Baca Juga:  Ibu Kota Aman, IHSG-Rupiah Menguat

Sumber: JPNN/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sektor pengembangan industri kelapa sawit sangat strategis bagi pembangunan perkebunan di Indonesia karena mampu menjadi pengungkit dan pelopor pembangunan agrobisnis nasional. 

Hal itu dijelaskan Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas Reni Mayerni. Reni menjelaskan, selain sebagai komoditas pangan, ada dua potensi energi yang dapat dihasilkan dari kelapa sawit, yaitu biodiesel dan biopower.

"Biodiesel dihasilkan dari pengolahan lebih lanjut dari minyak kelapa sawit, sementara biopower dihasilkan melalui penggunaan residu pengolahan tandan buah segar atau TBS sebagai bahan bakar bagi pembangkit listrik," kata Reni pada webinar bertajuk "Penguatan Pengelolaan Sawit secara Berkelanjutan" yang digelar virtual, Rabu (10/2/2021).

Reni menjelaskan, industri ini telah berkontribusi dalam pembangunan daerah dan menjadi sumber daya penting untuk pengentasan kemiskinan. Dengan menyerap lebih dari 16 juta pekerja, industri sawit pun dinilai menjadi sektor strategis bagi perekonomian masyarakat.

Baca Juga:  Harga TBS Sawit Riau “On the Way” Rp4.000 per Kg Lagi

Reni menambahkan, minyak sawit merupakan produk pertanian yang paling siap sebagai sumber energi terbarukan.

"Kehadiran minyak sawit menjadi biodiesel sangat strategis untuk mendukung upaya pemerintah mengantisipasi krisis energi di masa depan serta membantu menekan subsidi Bahan Bakar Minyak atau BBM yang berasal dari energi minyak mentah," kata Reni.

Ada pun rogram insentif Biodiesel melalui pendanaan dari BPDPKS yang implementasi pertamanya sejak Agustus tahun 2015 dan terlaksana sampai November 2020, telah menyerap biodiesel dari sawit sekitar 23,49 juta kiloliter (KL).

Jumlah tersebut setara dengan pengurangan Greenhouse Gas Emissions (GHG) sebesar 34,68 juta ton CO2 ekuivalen dan menyumbang sekitar Rp4,83 triliun pajak yang dibayarkan kepada negara.

Baca Juga:  Veloz Mendominasi Penjualan Toyota

Sumber: JPNN/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari