Sabtu, 24 Oktober 2026
- Advertisement -

Sekolah Kedinasan Diajak Gabung SNMPTN-SBMPTN 2022

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyatakan bahwa ada rencana untuk memasukkan sekolah kedinasan ke dalam daftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggu Negeri (SNMPTN) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN). Diproyeksikan hal tersebut dapat dilakukan pada 2022.

’’Mudah-mudahan di tahun-tahun berikutnya nanti akan ada integrasi yang lain. Sekolah kedinasan akan ikut SNMPTN dan SBMPTN ini tentu akan sangat bagus untuk di tahun 2022, InsyaAllah. Kalau perkembangannya cukup menggembirakan di tahun ini,” ucap Ketua LTMPT Mohammad Nasih dalam Peluncuran SNMPTN dan UTBK-SBMPTN Tahun 2021 secara daring, Senin (4/1).

Sama halnya dengan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Di mana pihaknya berencana untuk mengikutsertakan STAN dalam SNMPTN dan UTBK-SBMPTN 2022. 

Baca Juga:  Selasa, Lion Air Group Batalkan 28 Jadwal Penerbangan

’’Saya pikir STAN pun akan kita ajak untuk ikut SNMPTN. Begitu juga kedinasan juga kita ajak untuk ikut SNMPTN dan SBMPTN,’’ imbuhnya.

Dia mengungkapkan alasan adanya niatan tersebut, salah satunya adalah banyaknya peminat yang hendak masuk ke sekolah kedinasan atau STAN juga ikut ke mendaftar SNMPTN dan SBMPTN. Dampaknya, saat lolos dua-duanya, para peserta banyak yang memilih tidak jadi masuk PTN, karena lebih memilih masuk sekolah kedinasan.

Hal tersebut pun dinilai merugikan para peserta yang betul berniat masuk PTN, namun kehabisan kuota. Pihak kampus pun juga mengalami kerugian, sebab kuota bangku yang harusnya penuh, menjadi tidak sesuai harapan. 

’’Perguruan tinggi merasa dirugikan karena disaat sudah masuk ternyata ditinggal. Kawan-kawan yang sebenarnya bisa diterima jadi tidak masuk karena mereka lolos,’’ tambahnya.

Baca Juga:  Alumni IPB di Riau Harus Terus Berikan Kontribusi Bangun Daerah

Bahkan, banyak juga dari mereka yang memanfaatkan nilai UTBK-SBMPTN untuk syarat masuk sekolah kedinasan. Oleh karena itu, pihaknya tidak akan memberikan nilai peserta UTBK-SBMPTN bagi sekolah kedinasan pada UTBK-SBMPTN 2021. ’’Tidak ada nilai UTBK yang bisa kita kirimkan untuk yang bersangkutan, ke sekolah kedinasan tersebut,’’ tandas dia.

Sumber : JawaPos.com

Editor : M Ali Nurman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyatakan bahwa ada rencana untuk memasukkan sekolah kedinasan ke dalam daftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggu Negeri (SNMPTN) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN). Diproyeksikan hal tersebut dapat dilakukan pada 2022.

’’Mudah-mudahan di tahun-tahun berikutnya nanti akan ada integrasi yang lain. Sekolah kedinasan akan ikut SNMPTN dan SBMPTN ini tentu akan sangat bagus untuk di tahun 2022, InsyaAllah. Kalau perkembangannya cukup menggembirakan di tahun ini,” ucap Ketua LTMPT Mohammad Nasih dalam Peluncuran SNMPTN dan UTBK-SBMPTN Tahun 2021 secara daring, Senin (4/1).

Sama halnya dengan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Di mana pihaknya berencana untuk mengikutsertakan STAN dalam SNMPTN dan UTBK-SBMPTN 2022. 

Baca Juga:  Indra Bekti Rela Dibayar Rp10 Ribu

’’Saya pikir STAN pun akan kita ajak untuk ikut SNMPTN. Begitu juga kedinasan juga kita ajak untuk ikut SNMPTN dan SBMPTN,’’ imbuhnya.

Dia mengungkapkan alasan adanya niatan tersebut, salah satunya adalah banyaknya peminat yang hendak masuk ke sekolah kedinasan atau STAN juga ikut ke mendaftar SNMPTN dan SBMPTN. Dampaknya, saat lolos dua-duanya, para peserta banyak yang memilih tidak jadi masuk PTN, karena lebih memilih masuk sekolah kedinasan.

- Advertisement -

Hal tersebut pun dinilai merugikan para peserta yang betul berniat masuk PTN, namun kehabisan kuota. Pihak kampus pun juga mengalami kerugian, sebab kuota bangku yang harusnya penuh, menjadi tidak sesuai harapan. 

’’Perguruan tinggi merasa dirugikan karena disaat sudah masuk ternyata ditinggal. Kawan-kawan yang sebenarnya bisa diterima jadi tidak masuk karena mereka lolos,’’ tambahnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Hindari Anemia dengan Makan Siang Gizi Seimbang, Ini Kata Ahli Gizi

Bahkan, banyak juga dari mereka yang memanfaatkan nilai UTBK-SBMPTN untuk syarat masuk sekolah kedinasan. Oleh karena itu, pihaknya tidak akan memberikan nilai peserta UTBK-SBMPTN bagi sekolah kedinasan pada UTBK-SBMPTN 2021. ’’Tidak ada nilai UTBK yang bisa kita kirimkan untuk yang bersangkutan, ke sekolah kedinasan tersebut,’’ tandas dia.

Sumber : JawaPos.com

Editor : M Ali Nurman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyatakan bahwa ada rencana untuk memasukkan sekolah kedinasan ke dalam daftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggu Negeri (SNMPTN) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN). Diproyeksikan hal tersebut dapat dilakukan pada 2022.

’’Mudah-mudahan di tahun-tahun berikutnya nanti akan ada integrasi yang lain. Sekolah kedinasan akan ikut SNMPTN dan SBMPTN ini tentu akan sangat bagus untuk di tahun 2022, InsyaAllah. Kalau perkembangannya cukup menggembirakan di tahun ini,” ucap Ketua LTMPT Mohammad Nasih dalam Peluncuran SNMPTN dan UTBK-SBMPTN Tahun 2021 secara daring, Senin (4/1).

Sama halnya dengan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Di mana pihaknya berencana untuk mengikutsertakan STAN dalam SNMPTN dan UTBK-SBMPTN 2022. 

Baca Juga:  Ibu Tiga Anak Jalani Masa Percobaan

’’Saya pikir STAN pun akan kita ajak untuk ikut SNMPTN. Begitu juga kedinasan juga kita ajak untuk ikut SNMPTN dan SBMPTN,’’ imbuhnya.

Dia mengungkapkan alasan adanya niatan tersebut, salah satunya adalah banyaknya peminat yang hendak masuk ke sekolah kedinasan atau STAN juga ikut ke mendaftar SNMPTN dan SBMPTN. Dampaknya, saat lolos dua-duanya, para peserta banyak yang memilih tidak jadi masuk PTN, karena lebih memilih masuk sekolah kedinasan.

Hal tersebut pun dinilai merugikan para peserta yang betul berniat masuk PTN, namun kehabisan kuota. Pihak kampus pun juga mengalami kerugian, sebab kuota bangku yang harusnya penuh, menjadi tidak sesuai harapan. 

’’Perguruan tinggi merasa dirugikan karena disaat sudah masuk ternyata ditinggal. Kawan-kawan yang sebenarnya bisa diterima jadi tidak masuk karena mereka lolos,’’ tambahnya.

Baca Juga:  Mendagri Himbau Tunda Mudik Massal Jelang Perayaan Hari Raya Idul Fitri 2020

Bahkan, banyak juga dari mereka yang memanfaatkan nilai UTBK-SBMPTN untuk syarat masuk sekolah kedinasan. Oleh karena itu, pihaknya tidak akan memberikan nilai peserta UTBK-SBMPTN bagi sekolah kedinasan pada UTBK-SBMPTN 2021. ’’Tidak ada nilai UTBK yang bisa kita kirimkan untuk yang bersangkutan, ke sekolah kedinasan tersebut,’’ tandas dia.

Sumber : JawaPos.com

Editor : M Ali Nurman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari