Minggu, 14 Juni 2026
- Advertisement -

Diancam Trump, Iran Pasang Rudal Pertahanan di 2 Fasilitas Nuklirnya

LONDON (RIAUPOS.CO) – Iran memperkuat pertahanan udara di sekitar fasilitas nuklir untuk mengantisipasi kemungkinan serangan dari Amerika Serikat (AS) sebagaimana ancaman Presiden Donald Trump. 

Surat kabar Kuwait Al Qabas, mengutip pernyataan seorang sumber, melaporkan, Iran meningkatkan pertahanan di sekitar fasilitas pengayaan uranium Fordo dan Natanz. Dua loaksi itu merupakan rumah bagi fasilitas nuklir utama Iran.

Pasukan Garda Revolusi mengerahkan rudal Power 737 dan pertahanan udara SAM buatan Rusia di sekitar dua fasilitas tersebut, sebagaimana dilaporkan kembali The Sun, Jumat (25/12/2020). 

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam cuitannya, Kamis (24/12/2020), memperingatkan, serangan AS itu bila terwujud bisa memicu konflik yang jauh lebih buruk daripada Perang Irak. 

Baca Juga:  Wartawan Jepang Shiori Ito Menang Gugatan atas Pemerkosanya

Zarif menegaskan, Trump harus bertanggung jawab penuh atas tindakan apa pun terhadap Iran.

"Terakhir kali, AS menghancurkan wilayah kami karena pembuatan WMD, menghabiskan 7 triliun dolar dan menyebabkan 58.976 korban dari Amerika," ujarnya. 

Pernyataan Zarif ini disampaikan setelah Presiden Trump menuduh Iran berada di balik serangan rudal terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak, pada pekan lalu. Dalam cuitannya Trump mengatakan, "Kedubes kami di Baghdad dihantam beberapa roket pada Ahad. Tiga roket gagal diluncurkan." 

“Tebak dari mana asalnya, Iran. Sekarang kami mendengar obrolan tentang serangan tambahan terhadap warga AS di Irak," ujarnya, lagi.

“Beberapa nasihat kesehatan yang ramah untuk Iran, jika satu warga AS saja terbunuh, saya akan meminta pertanggungjawaban Iran. Pikirkan itu." 

Baca Juga:  Sekolah Tatap Muka Dijadwalkan Akhir Januari

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo sebelumnya juga menuduh Iran di balik serangan tersebut. Komando Pusat AS menyatakan serangan itu hampir pasti dilakukan oleh kelompok milisi yang didukung Iran. 

Ketegangan kedua negara silih berganti terjadi. Sebelumnya Iran menuduh Israel dan AS berada di balik pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh pada November lalu. Iran berjanji membalas dengan serangan seperti kilat terhadap para pelaku. 

Setelah pembunuhan Fakhrizadeh, parlemen Iran menyetujui undang-undang yang membuka jalan untuk pengayaan uranium lebih lanjut dan tak mengizinkan PBB menginspeksi fasilitas nuklirnya. 

Sumber: Arab News/The Sun/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

LONDON (RIAUPOS.CO) – Iran memperkuat pertahanan udara di sekitar fasilitas nuklir untuk mengantisipasi kemungkinan serangan dari Amerika Serikat (AS) sebagaimana ancaman Presiden Donald Trump. 

Surat kabar Kuwait Al Qabas, mengutip pernyataan seorang sumber, melaporkan, Iran meningkatkan pertahanan di sekitar fasilitas pengayaan uranium Fordo dan Natanz. Dua loaksi itu merupakan rumah bagi fasilitas nuklir utama Iran.

Pasukan Garda Revolusi mengerahkan rudal Power 737 dan pertahanan udara SAM buatan Rusia di sekitar dua fasilitas tersebut, sebagaimana dilaporkan kembali The Sun, Jumat (25/12/2020). 

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam cuitannya, Kamis (24/12/2020), memperingatkan, serangan AS itu bila terwujud bisa memicu konflik yang jauh lebih buruk daripada Perang Irak. 

Baca Juga:  Biden Angkat Menteri Keuangan Perempuan Pertama di AS 

Zarif menegaskan, Trump harus bertanggung jawab penuh atas tindakan apa pun terhadap Iran.

- Advertisement -

"Terakhir kali, AS menghancurkan wilayah kami karena pembuatan WMD, menghabiskan 7 triliun dolar dan menyebabkan 58.976 korban dari Amerika," ujarnya. 

Pernyataan Zarif ini disampaikan setelah Presiden Trump menuduh Iran berada di balik serangan rudal terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak, pada pekan lalu. Dalam cuitannya Trump mengatakan, "Kedubes kami di Baghdad dihantam beberapa roket pada Ahad. Tiga roket gagal diluncurkan." 

- Advertisement -

“Tebak dari mana asalnya, Iran. Sekarang kami mendengar obrolan tentang serangan tambahan terhadap warga AS di Irak," ujarnya, lagi.

“Beberapa nasihat kesehatan yang ramah untuk Iran, jika satu warga AS saja terbunuh, saya akan meminta pertanggungjawaban Iran. Pikirkan itu." 

Baca Juga:  Perlu Restrukturisasi agar Efisien

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo sebelumnya juga menuduh Iran di balik serangan tersebut. Komando Pusat AS menyatakan serangan itu hampir pasti dilakukan oleh kelompok milisi yang didukung Iran. 

Ketegangan kedua negara silih berganti terjadi. Sebelumnya Iran menuduh Israel dan AS berada di balik pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh pada November lalu. Iran berjanji membalas dengan serangan seperti kilat terhadap para pelaku. 

Setelah pembunuhan Fakhrizadeh, parlemen Iran menyetujui undang-undang yang membuka jalan untuk pengayaan uranium lebih lanjut dan tak mengizinkan PBB menginspeksi fasilitas nuklirnya. 

Sumber: Arab News/The Sun/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

LONDON (RIAUPOS.CO) – Iran memperkuat pertahanan udara di sekitar fasilitas nuklir untuk mengantisipasi kemungkinan serangan dari Amerika Serikat (AS) sebagaimana ancaman Presiden Donald Trump. 

Surat kabar Kuwait Al Qabas, mengutip pernyataan seorang sumber, melaporkan, Iran meningkatkan pertahanan di sekitar fasilitas pengayaan uranium Fordo dan Natanz. Dua loaksi itu merupakan rumah bagi fasilitas nuklir utama Iran.

Pasukan Garda Revolusi mengerahkan rudal Power 737 dan pertahanan udara SAM buatan Rusia di sekitar dua fasilitas tersebut, sebagaimana dilaporkan kembali The Sun, Jumat (25/12/2020). 

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dalam cuitannya, Kamis (24/12/2020), memperingatkan, serangan AS itu bila terwujud bisa memicu konflik yang jauh lebih buruk daripada Perang Irak. 

Baca Juga:  Perlu Restrukturisasi agar Efisien

Zarif menegaskan, Trump harus bertanggung jawab penuh atas tindakan apa pun terhadap Iran.

"Terakhir kali, AS menghancurkan wilayah kami karena pembuatan WMD, menghabiskan 7 triliun dolar dan menyebabkan 58.976 korban dari Amerika," ujarnya. 

Pernyataan Zarif ini disampaikan setelah Presiden Trump menuduh Iran berada di balik serangan rudal terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak, pada pekan lalu. Dalam cuitannya Trump mengatakan, "Kedubes kami di Baghdad dihantam beberapa roket pada Ahad. Tiga roket gagal diluncurkan." 

“Tebak dari mana asalnya, Iran. Sekarang kami mendengar obrolan tentang serangan tambahan terhadap warga AS di Irak," ujarnya, lagi.

“Beberapa nasihat kesehatan yang ramah untuk Iran, jika satu warga AS saja terbunuh, saya akan meminta pertanggungjawaban Iran. Pikirkan itu." 

Baca Juga:  Biden Angkat Menteri Keuangan Perempuan Pertama di AS 

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo sebelumnya juga menuduh Iran di balik serangan tersebut. Komando Pusat AS menyatakan serangan itu hampir pasti dilakukan oleh kelompok milisi yang didukung Iran. 

Ketegangan kedua negara silih berganti terjadi. Sebelumnya Iran menuduh Israel dan AS berada di balik pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh pada November lalu. Iran berjanji membalas dengan serangan seperti kilat terhadap para pelaku. 

Setelah pembunuhan Fakhrizadeh, parlemen Iran menyetujui undang-undang yang membuka jalan untuk pengayaan uranium lebih lanjut dan tak mengizinkan PBB menginspeksi fasilitas nuklirnya. 

Sumber: Arab News/The Sun/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari