Jumat, 1 Mei 2026
- Advertisement -

India Beli 33 Pesawat Tempur dan Alutsista Rusia

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketegangan antara India dan Cina pasca bentrokan di wilayah perbatasan, rupanya membuat India bersiap menghadapi raksasa Asia itu. Kementerian Pertahanan India pada Kamis (2/7) menandatangani pembelian 33 jet tempur Rusia senilai 2,4 miliar dolar AS, di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

"Pembelian 21 MiG-29 dan 12 Su-30 MKI, itu untuk menambah skuadron tempur Angkatan Udara India," kata Kementerian Pertahanan seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (3/7).

Kementerian Pertahanan India juga mengatakan telah menyetujui pengembangan sistem rudal lokal untuk ketiga cabang militer, dan amunisi serta peningkatan kendaraan tempur infanteri untuk tentara mereka. Peningkatan kemampuan pertahanan India tersebut diklaim untuk melindungi perbatasan.

Baca Juga:  Israel Harus Lakukan Pemilu Ulang karena PM Gagal Bentuk Pemerintahan

"Seperti seruan Perdana Menteri Narendra Modi agar India mandiri," kata kementerian menambahkan dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya PM Modi juga mengucapkan selamat pada Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pemungutan suara nasional tentang reformasi konstitusi yang dapat memungkinkannya untuk memperpanjang kekuasaannya hingga 2026. Rusia adalah sekutu Perang Dingin India dan tetap menjadi pemasok senjata terbesar India.

Pada 2018, kedua negara menandatangani perjanjian untuk penyediaan sistem rudal S-400 Rusia dalam kesepakatan senilai 5,4 miliar dolar AS. India juga sedang menunggu kedatangan 36 jet tempur Rafale yang dipesan buatan Prancis. New Delhi mengharapkan empat hingga enam pesawat Rafale tiba di India pada akhir bulan ini.

Baca Juga:  Tara Basro: Usai Mengikat Janji, Kami Bersimpuh

Ketegangan Cina dan India atas wilayah perbatasan pada 15 Juni menewaskan 20 pasukan India. Perselisihan itu terjadi di wilayah Ladakh. Sebelumnya Rusia juga sempat menjadi penengah konflik di antara kedua negara tersebut agar masing-masing bisa menahan diri.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketegangan antara India dan Cina pasca bentrokan di wilayah perbatasan, rupanya membuat India bersiap menghadapi raksasa Asia itu. Kementerian Pertahanan India pada Kamis (2/7) menandatangani pembelian 33 jet tempur Rusia senilai 2,4 miliar dolar AS, di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

"Pembelian 21 MiG-29 dan 12 Su-30 MKI, itu untuk menambah skuadron tempur Angkatan Udara India," kata Kementerian Pertahanan seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (3/7).

Kementerian Pertahanan India juga mengatakan telah menyetujui pengembangan sistem rudal lokal untuk ketiga cabang militer, dan amunisi serta peningkatan kendaraan tempur infanteri untuk tentara mereka. Peningkatan kemampuan pertahanan India tersebut diklaim untuk melindungi perbatasan.

Baca Juga:  Tujuh ‘‘Pak Ogah’’ Ditangkap

"Seperti seruan Perdana Menteri Narendra Modi agar India mandiri," kata kementerian menambahkan dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya PM Modi juga mengucapkan selamat pada Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pemungutan suara nasional tentang reformasi konstitusi yang dapat memungkinkannya untuk memperpanjang kekuasaannya hingga 2026. Rusia adalah sekutu Perang Dingin India dan tetap menjadi pemasok senjata terbesar India.

- Advertisement -

Pada 2018, kedua negara menandatangani perjanjian untuk penyediaan sistem rudal S-400 Rusia dalam kesepakatan senilai 5,4 miliar dolar AS. India juga sedang menunggu kedatangan 36 jet tempur Rafale yang dipesan buatan Prancis. New Delhi mengharapkan empat hingga enam pesawat Rafale tiba di India pada akhir bulan ini.

Baca Juga:  Monitoring dan Cek Protokol Kesehatan di Pos Pengamanan

Ketegangan Cina dan India atas wilayah perbatasan pada 15 Juni menewaskan 20 pasukan India. Perselisihan itu terjadi di wilayah Ladakh. Sebelumnya Rusia juga sempat menjadi penengah konflik di antara kedua negara tersebut agar masing-masing bisa menahan diri.

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ketegangan antara India dan Cina pasca bentrokan di wilayah perbatasan, rupanya membuat India bersiap menghadapi raksasa Asia itu. Kementerian Pertahanan India pada Kamis (2/7) menandatangani pembelian 33 jet tempur Rusia senilai 2,4 miliar dolar AS, di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

"Pembelian 21 MiG-29 dan 12 Su-30 MKI, itu untuk menambah skuadron tempur Angkatan Udara India," kata Kementerian Pertahanan seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (3/7).

Kementerian Pertahanan India juga mengatakan telah menyetujui pengembangan sistem rudal lokal untuk ketiga cabang militer, dan amunisi serta peningkatan kendaraan tempur infanteri untuk tentara mereka. Peningkatan kemampuan pertahanan India tersebut diklaim untuk melindungi perbatasan.

Baca Juga:  Monitoring dan Cek Protokol Kesehatan di Pos Pengamanan

"Seperti seruan Perdana Menteri Narendra Modi agar India mandiri," kata kementerian menambahkan dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya PM Modi juga mengucapkan selamat pada Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pemungutan suara nasional tentang reformasi konstitusi yang dapat memungkinkannya untuk memperpanjang kekuasaannya hingga 2026. Rusia adalah sekutu Perang Dingin India dan tetap menjadi pemasok senjata terbesar India.

Pada 2018, kedua negara menandatangani perjanjian untuk penyediaan sistem rudal S-400 Rusia dalam kesepakatan senilai 5,4 miliar dolar AS. India juga sedang menunggu kedatangan 36 jet tempur Rafale yang dipesan buatan Prancis. New Delhi mengharapkan empat hingga enam pesawat Rafale tiba di India pada akhir bulan ini.

Baca Juga:  Israel Harus Lakukan Pemilu Ulang karena PM Gagal Bentuk Pemerintahan

Ketegangan Cina dan India atas wilayah perbatasan pada 15 Juni menewaskan 20 pasukan India. Perselisihan itu terjadi di wilayah Ladakh. Sebelumnya Rusia juga sempat menjadi penengah konflik di antara kedua negara tersebut agar masing-masing bisa menahan diri.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari