Selasa, 2 Juni 2026
- Advertisement -

Harus Jamin Karyawan yang Dirumahkan Dapat BLT

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wabah Covid-19 bukan hanya menyerang kesehatan tapi juga perekonomian yang berimbas pada meningkatnya angka pengangguran yang besar.

Sehingga pemerintah memutar otak dalam menopang kebutuhan masyarakat dengan berbagai stimulus dan bantuan sosial (bansos).

Wakil Ketua Umum Kadin Suryani Motik memandang, data tenaga kerja terdampak Covid-19 yang tidak akurat mengakibatkan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) menjadi tidak tepat sasaran.

“Data dari pe­merintah, per hari ini baru dua-tiga juta orang. Di lapangan lebih dari itu, saya yakin sudah puluhan juta,” ujarnya dalam video conference, Sabtu (2/5).

Suryani menjelaskan, angka pengangguran bertambah saat wabah Covid-19. Sebagian besar berasal dari sektor yang terdampak pandemi, seperti maskapai, horeka, serta UMKM.

Baca Juga:  Program Germas Tim PKM UPP Disambut Antusias Warga Rambah Hilir

“Kalau rata-rata mempekerjakan 1-2 orang, berapa besar jumlahnya (korban terdampak Covid-19),” jelasnya.

Suryani meminta pemerintah agar penyaluran BLT kepada para tenaga kerja yang terdampak pandemi Covid-19 tepat sasaran.(jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wabah Covid-19 bukan hanya menyerang kesehatan tapi juga perekonomian yang berimbas pada meningkatnya angka pengangguran yang besar.

Sehingga pemerintah memutar otak dalam menopang kebutuhan masyarakat dengan berbagai stimulus dan bantuan sosial (bansos).

Wakil Ketua Umum Kadin Suryani Motik memandang, data tenaga kerja terdampak Covid-19 yang tidak akurat mengakibatkan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) menjadi tidak tepat sasaran.

“Data dari pe­merintah, per hari ini baru dua-tiga juta orang. Di lapangan lebih dari itu, saya yakin sudah puluhan juta,” ujarnya dalam video conference, Sabtu (2/5).

Suryani menjelaskan, angka pengangguran bertambah saat wabah Covid-19. Sebagian besar berasal dari sektor yang terdampak pandemi, seperti maskapai, horeka, serta UMKM.

- Advertisement -
Baca Juga:  Inspektur Wilayah di BPN jadi Tersangka di KPK

“Kalau rata-rata mempekerjakan 1-2 orang, berapa besar jumlahnya (korban terdampak Covid-19),” jelasnya.

Suryani meminta pemerintah agar penyaluran BLT kepada para tenaga kerja yang terdampak pandemi Covid-19 tepat sasaran.(jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wabah Covid-19 bukan hanya menyerang kesehatan tapi juga perekonomian yang berimbas pada meningkatnya angka pengangguran yang besar.

Sehingga pemerintah memutar otak dalam menopang kebutuhan masyarakat dengan berbagai stimulus dan bantuan sosial (bansos).

Wakil Ketua Umum Kadin Suryani Motik memandang, data tenaga kerja terdampak Covid-19 yang tidak akurat mengakibatkan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) menjadi tidak tepat sasaran.

“Data dari pe­merintah, per hari ini baru dua-tiga juta orang. Di lapangan lebih dari itu, saya yakin sudah puluhan juta,” ujarnya dalam video conference, Sabtu (2/5).

Suryani menjelaskan, angka pengangguran bertambah saat wabah Covid-19. Sebagian besar berasal dari sektor yang terdampak pandemi, seperti maskapai, horeka, serta UMKM.

Baca Juga:  Program Germas Tim PKM UPP Disambut Antusias Warga Rambah Hilir

“Kalau rata-rata mempekerjakan 1-2 orang, berapa besar jumlahnya (korban terdampak Covid-19),” jelasnya.

Suryani meminta pemerintah agar penyaluran BLT kepada para tenaga kerja yang terdampak pandemi Covid-19 tepat sasaran.(jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari