Sabtu, 6 Juni 2026
- Advertisement -

Jokowi Hargai Keputusan Arab Saudi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghargai keputusan pemerintah Arab Saudi yang melakukan moratorium kegiatan umrah sementara waktu. Karena, memang saat ini sedang mewabah virus corona. Sehingga pemerintah Arab Saudi memprioritaskan kesehatan.

“Itu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Kita menghargai, kita menghormati, karena apapun yang namanya kesehatan itu dinomorsatukan oleh pemerintah Arab Saudi. Kita sangat menghargai,” ujar Presiden Jokowi di Hotel Rich Calton, Jakarta, Kamis (27/2).

Namun, Presiden Jokowi mengaku belum berkomunikasi dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengenai moraturium tersebut. Hal ini lantaran, Jokowi menilai keputusan pemerintah Arab Saudi tersebut sangat adil. Karena moratorium itu bukan untuk Indonesia saja.

Baca Juga:  100 CPNS Mundur, Kuota Kosong Boleh Diisi sampai NIP Tuntas

“Saya kira ini kan tidak hanya untuk indonesia, tapi untuk semua negara karena mereka ingin memproteksi, melindungi warga negaranya dari virus corona. Kita sangat menghargai itu,” tuturnya.

Diketahui Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengumumkan untuk menghentikan sementara visa umrah di tengah merebaknya wabah Korona. Aturan penangguhan ini membuat peziarah tidak bisa mengunjungi Masjid Nabawi, Madinah dan Masjid al Haram, Mekkah untuk sementara waktu.

Penangguhan visa umroh ini juga berlaku bagi pengunjung yang berasal dari negara-negara yang termasuk dalam daftar ‘berbahaya’ penyebar virus corona. Sementara itu, penyebaran virus corona hingga kini telah menyebar hingga ke Timur Tengah dan Eropa.

Sumber: Jawapos.com

Baca Juga:  BMKG Peringatkan Riau Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

Editor: E Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghargai keputusan pemerintah Arab Saudi yang melakukan moratorium kegiatan umrah sementara waktu. Karena, memang saat ini sedang mewabah virus corona. Sehingga pemerintah Arab Saudi memprioritaskan kesehatan.

“Itu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Kita menghargai, kita menghormati, karena apapun yang namanya kesehatan itu dinomorsatukan oleh pemerintah Arab Saudi. Kita sangat menghargai,” ujar Presiden Jokowi di Hotel Rich Calton, Jakarta, Kamis (27/2).

Namun, Presiden Jokowi mengaku belum berkomunikasi dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengenai moraturium tersebut. Hal ini lantaran, Jokowi menilai keputusan pemerintah Arab Saudi tersebut sangat adil. Karena moratorium itu bukan untuk Indonesia saja.

Baca Juga:  BMKG Peringatkan Riau Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

“Saya kira ini kan tidak hanya untuk indonesia, tapi untuk semua negara karena mereka ingin memproteksi, melindungi warga negaranya dari virus corona. Kita sangat menghargai itu,” tuturnya.

Diketahui Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengumumkan untuk menghentikan sementara visa umrah di tengah merebaknya wabah Korona. Aturan penangguhan ini membuat peziarah tidak bisa mengunjungi Masjid Nabawi, Madinah dan Masjid al Haram, Mekkah untuk sementara waktu.

- Advertisement -

Penangguhan visa umroh ini juga berlaku bagi pengunjung yang berasal dari negara-negara yang termasuk dalam daftar ‘berbahaya’ penyebar virus corona. Sementara itu, penyebaran virus corona hingga kini telah menyebar hingga ke Timur Tengah dan Eropa.

- Advertisement -

Sumber: Jawapos.com

Baca Juga:  Satgas Koto Gasib Berjibaku Padamkan Karhutla di Siak

Editor: E Sulaiman

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghargai keputusan pemerintah Arab Saudi yang melakukan moratorium kegiatan umrah sementara waktu. Karena, memang saat ini sedang mewabah virus corona. Sehingga pemerintah Arab Saudi memprioritaskan kesehatan.

“Itu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi. Kita menghargai, kita menghormati, karena apapun yang namanya kesehatan itu dinomorsatukan oleh pemerintah Arab Saudi. Kita sangat menghargai,” ujar Presiden Jokowi di Hotel Rich Calton, Jakarta, Kamis (27/2).

Namun, Presiden Jokowi mengaku belum berkomunikasi dengan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengenai moraturium tersebut. Hal ini lantaran, Jokowi menilai keputusan pemerintah Arab Saudi tersebut sangat adil. Karena moratorium itu bukan untuk Indonesia saja.

Baca Juga:  Bupati Siak Pantau Tes SKD CPNS

“Saya kira ini kan tidak hanya untuk indonesia, tapi untuk semua negara karena mereka ingin memproteksi, melindungi warga negaranya dari virus corona. Kita sangat menghargai itu,” tuturnya.

Diketahui Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengumumkan untuk menghentikan sementara visa umrah di tengah merebaknya wabah Korona. Aturan penangguhan ini membuat peziarah tidak bisa mengunjungi Masjid Nabawi, Madinah dan Masjid al Haram, Mekkah untuk sementara waktu.

Penangguhan visa umroh ini juga berlaku bagi pengunjung yang berasal dari negara-negara yang termasuk dalam daftar ‘berbahaya’ penyebar virus corona. Sementara itu, penyebaran virus corona hingga kini telah menyebar hingga ke Timur Tengah dan Eropa.

Sumber: Jawapos.com

Baca Juga:  Mabuk, Bule Australia Aniaya Tiga Satpam Hotel

Editor: E Sulaiman

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari