Jumat, 5 Juni 2026
- Advertisement -

Mabuk, Bule Australia Aniaya Tiga Satpam Hotel

DENPASAR (RIAUPOS.CO) — Kasus tindak kekerasan yang dilakukan oleh wisatawan asing kembali terjadi. Rabu (30/10) pukul 01.30 dini hari, tiga orang satpam sebuah hotel di Kuta menjadi korban.

Informasi yang diperoleh, satpam Hotel Town Square Bali tersebut menjadi korban penganiayaan bule Australia bernama Scott James Harrison (44). Kapolsek Kuta Putu Ika Prabawa saat dikonfirmasi, Jumat (1/11) membenarkan kejadian tersebut.

"Benar, bule tersebut sekarang sudah ditahan," jawab Iptu Prabawa.

Dijelaskan, satpam hotel yang bernama Christofianus Abukun (51), Juplianus Hanu (26) dan Yeremias Hasu (37), awalnya berniat membantu tersangka (Harrison).

"Kami sebenanrnya ingin membantu dia (Harrison) masuk ke kamarnya, karena dia dalam keadaan mabuk, tapi malah kami dipukul, kami dicekik, lalu ditampar," jelas Christofianus.

Baca Juga:  Ahli Temukan Fakta Baru Mutasi Varian BA.4-BA.5

Diketahui juga bahwa tersangka menginap di hotel tersebut bersama istrinya. Tersangka awalnya pulang ke hotel tempatnya menginap tersebut dalam keadaan mabuk, menggunakan taksi.

"Tersangka dalam keadaan mabuk, balik ke hotel," jelas Iptu Prabawa.

Tetapi saat didekati dan hendak ditolong, bule tersebut malah menampar ketiga satpam tersebut tanpa sebab yang jelas.

Tidak terima diperlakukan seperti itu, ketiga satpam tersebut melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kuta Selatan.

"Tersangka ditangkap langsung saat kejadian, sekarang lagi proses penyidikan," jawab Iptu Prabawa saat dikonfirmasi.

Bule ini pun diganjar dengan Pasal 351 Ayat 1 tentang penganiayaan dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara. Walaupun tersangka sempat dilaporkan oleh ketiga korban, namun melalui mediasi di kantor pengacara, ketiga korban akhirnya mau berdamai dengan tersangka.

Baca Juga:  ASN Terjaring, Satpol PP Surati OPD

"Kami di sini (kantor pengacara) sepakat berdamai, alasannya dikarenakan tamu tersebut mabuk berat, kami sudah tandatangani surat pedamaian," beber Christofianus.(jpg)

Editor : Rinaldi

 

DENPASAR (RIAUPOS.CO) — Kasus tindak kekerasan yang dilakukan oleh wisatawan asing kembali terjadi. Rabu (30/10) pukul 01.30 dini hari, tiga orang satpam sebuah hotel di Kuta menjadi korban.

Informasi yang diperoleh, satpam Hotel Town Square Bali tersebut menjadi korban penganiayaan bule Australia bernama Scott James Harrison (44). Kapolsek Kuta Putu Ika Prabawa saat dikonfirmasi, Jumat (1/11) membenarkan kejadian tersebut.

"Benar, bule tersebut sekarang sudah ditahan," jawab Iptu Prabawa.

Dijelaskan, satpam hotel yang bernama Christofianus Abukun (51), Juplianus Hanu (26) dan Yeremias Hasu (37), awalnya berniat membantu tersangka (Harrison).

"Kami sebenanrnya ingin membantu dia (Harrison) masuk ke kamarnya, karena dia dalam keadaan mabuk, tapi malah kami dipukul, kami dicekik, lalu ditampar," jelas Christofianus.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pare untuk Cegah Penyebaran Kanker

Diketahui juga bahwa tersangka menginap di hotel tersebut bersama istrinya. Tersangka awalnya pulang ke hotel tempatnya menginap tersebut dalam keadaan mabuk, menggunakan taksi.

"Tersangka dalam keadaan mabuk, balik ke hotel," jelas Iptu Prabawa.

- Advertisement -

Tetapi saat didekati dan hendak ditolong, bule tersebut malah menampar ketiga satpam tersebut tanpa sebab yang jelas.

Tidak terima diperlakukan seperti itu, ketiga satpam tersebut melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kuta Selatan.

"Tersangka ditangkap langsung saat kejadian, sekarang lagi proses penyidikan," jawab Iptu Prabawa saat dikonfirmasi.

Bule ini pun diganjar dengan Pasal 351 Ayat 1 tentang penganiayaan dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara. Walaupun tersangka sempat dilaporkan oleh ketiga korban, namun melalui mediasi di kantor pengacara, ketiga korban akhirnya mau berdamai dengan tersangka.

Baca Juga:  Maia Ungkap Alasan Tolak Dul Tinggal Bersamanya

"Kami di sini (kantor pengacara) sepakat berdamai, alasannya dikarenakan tamu tersebut mabuk berat, kami sudah tandatangani surat pedamaian," beber Christofianus.(jpg)

Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

DENPASAR (RIAUPOS.CO) — Kasus tindak kekerasan yang dilakukan oleh wisatawan asing kembali terjadi. Rabu (30/10) pukul 01.30 dini hari, tiga orang satpam sebuah hotel di Kuta menjadi korban.

Informasi yang diperoleh, satpam Hotel Town Square Bali tersebut menjadi korban penganiayaan bule Australia bernama Scott James Harrison (44). Kapolsek Kuta Putu Ika Prabawa saat dikonfirmasi, Jumat (1/11) membenarkan kejadian tersebut.

"Benar, bule tersebut sekarang sudah ditahan," jawab Iptu Prabawa.

Dijelaskan, satpam hotel yang bernama Christofianus Abukun (51), Juplianus Hanu (26) dan Yeremias Hasu (37), awalnya berniat membantu tersangka (Harrison).

"Kami sebenanrnya ingin membantu dia (Harrison) masuk ke kamarnya, karena dia dalam keadaan mabuk, tapi malah kami dipukul, kami dicekik, lalu ditampar," jelas Christofianus.

Baca Juga:  Surat Pemberitahuan Reuni Akbar 212 Sudah Diterima Polisi

Diketahui juga bahwa tersangka menginap di hotel tersebut bersama istrinya. Tersangka awalnya pulang ke hotel tempatnya menginap tersebut dalam keadaan mabuk, menggunakan taksi.

"Tersangka dalam keadaan mabuk, balik ke hotel," jelas Iptu Prabawa.

Tetapi saat didekati dan hendak ditolong, bule tersebut malah menampar ketiga satpam tersebut tanpa sebab yang jelas.

Tidak terima diperlakukan seperti itu, ketiga satpam tersebut melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kuta Selatan.

"Tersangka ditangkap langsung saat kejadian, sekarang lagi proses penyidikan," jawab Iptu Prabawa saat dikonfirmasi.

Bule ini pun diganjar dengan Pasal 351 Ayat 1 tentang penganiayaan dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara. Walaupun tersangka sempat dilaporkan oleh ketiga korban, namun melalui mediasi di kantor pengacara, ketiga korban akhirnya mau berdamai dengan tersangka.

Baca Juga:  1 Pasien Corona di RSPI Sulianti Saroso Meninggal

"Kami di sini (kantor pengacara) sepakat berdamai, alasannya dikarenakan tamu tersebut mabuk berat, kami sudah tandatangani surat pedamaian," beber Christofianus.(jpg)

Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari