Rabu, 17 Juni 2026
- Advertisement -

Tenayan Raya Terbanyak Kasus DBD

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Pekanbaru, hingga pekan kelima tahun 2020 tercatat berjumlah 116 orang. Dari jumlah ini, Kecamatan Tenayan Raya terdata menjadi tempat dengan penderita terbanyak, yakni 27 orang.

Jika dirinci setelah Tenayan Raya yang terdata terdapat 27 orang penderita DBD, selanjutnya Tampan 16 orang, Limapuluh 14 orang, dan Payung Sekaki sebanyak 11 orang penderita. Kemudian Kecamatan Marpoyan Damai dan Rumbai dengan jumlah penderita sama yakni  10 orang. Lalu, delapan orang penderita terdapat di dua Kecamatan yakni Bukitraya dan Senapelan.

Sementara itu, di Kecamatan Sukajadi terdapat tujuh orang penderita, Rumbai Pesisir empat orang, Pekanbaru Kota satu orang. Di Kecamatan Sail sementara hingga pekan kelima 2020 ini belum ada warga yang menderita penyakit DBD.

Baca Juga:  Empat Bus TMP Layani Trayek Baru, Rute Pekanbaru - Danau Bingkuang

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Muhammad Amin, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maisel Fidayesi akhir pekan lalu mengatakan, kodisi cuaca yang sudah mulai memasuki musim penghujan sejak November tahun 2019 lalu menjadi salah satu pemicu berkembang biaknya nyamuk Aedes agepty pembawa wabah DBD.

"Sejak November kemarin sudah mulai musim penghujan. Akibatnya banyak genangan air tempat nyamuk Aedes agepty berkembang biak," ungkap Maisel.

Dipaparkannya, sebagian besar pasien penderita DBD itu kini sudah sembuh. Dalam hal itu penanganan medis cepat sangat diperlukan. "Sebab jika terlambat akan memperparah kondisi pasien bahkan bisa berujung kematian," imbuhnya mengingatkan.

Untuk penanggulangan DBD, Diskes Pekanbaru sebut Maisel terus memberikan edukasi pada masyarakat terkait pemberantasan penyakit DBD melalui puskesmas disetiap kecamatan yang ada. Termasuk melakukan pengasapan jika dianggap perlu."Kami tetap berupaya melakukan pencegahan dengan terus mengedukasi masyarakat lewat Puskesmas tentang pola hidup bersih, untuk menghindari wabah DBD," singkatnya.(ksm)

Baca Juga:  17.629 Pelajar SMP Lulus di Pekanbaru

Laporan: M ALI NURMAN

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Pekanbaru, hingga pekan kelima tahun 2020 tercatat berjumlah 116 orang. Dari jumlah ini, Kecamatan Tenayan Raya terdata menjadi tempat dengan penderita terbanyak, yakni 27 orang.

Jika dirinci setelah Tenayan Raya yang terdata terdapat 27 orang penderita DBD, selanjutnya Tampan 16 orang, Limapuluh 14 orang, dan Payung Sekaki sebanyak 11 orang penderita. Kemudian Kecamatan Marpoyan Damai dan Rumbai dengan jumlah penderita sama yakni  10 orang. Lalu, delapan orang penderita terdapat di dua Kecamatan yakni Bukitraya dan Senapelan.

Sementara itu, di Kecamatan Sukajadi terdapat tujuh orang penderita, Rumbai Pesisir empat orang, Pekanbaru Kota satu orang. Di Kecamatan Sail sementara hingga pekan kelima 2020 ini belum ada warga yang menderita penyakit DBD.

Baca Juga:  17.629 Pelajar SMP Lulus di Pekanbaru

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Muhammad Amin, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maisel Fidayesi akhir pekan lalu mengatakan, kodisi cuaca yang sudah mulai memasuki musim penghujan sejak November tahun 2019 lalu menjadi salah satu pemicu berkembang biaknya nyamuk Aedes agepty pembawa wabah DBD.

"Sejak November kemarin sudah mulai musim penghujan. Akibatnya banyak genangan air tempat nyamuk Aedes agepty berkembang biak," ungkap Maisel.

- Advertisement -

Dipaparkannya, sebagian besar pasien penderita DBD itu kini sudah sembuh. Dalam hal itu penanganan medis cepat sangat diperlukan. "Sebab jika terlambat akan memperparah kondisi pasien bahkan bisa berujung kematian," imbuhnya mengingatkan.

Untuk penanggulangan DBD, Diskes Pekanbaru sebut Maisel terus memberikan edukasi pada masyarakat terkait pemberantasan penyakit DBD melalui puskesmas disetiap kecamatan yang ada. Termasuk melakukan pengasapan jika dianggap perlu."Kami tetap berupaya melakukan pencegahan dengan terus mengedukasi masyarakat lewat Puskesmas tentang pola hidup bersih, untuk menghindari wabah DBD," singkatnya.(ksm)

- Advertisement -
Baca Juga:  Sidak THM Beroperasi di Luar Ketentuan, Komisi I Bubarkan Pengunjung

Laporan: M ALI NURMAN

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Pekanbaru, hingga pekan kelima tahun 2020 tercatat berjumlah 116 orang. Dari jumlah ini, Kecamatan Tenayan Raya terdata menjadi tempat dengan penderita terbanyak, yakni 27 orang.

Jika dirinci setelah Tenayan Raya yang terdata terdapat 27 orang penderita DBD, selanjutnya Tampan 16 orang, Limapuluh 14 orang, dan Payung Sekaki sebanyak 11 orang penderita. Kemudian Kecamatan Marpoyan Damai dan Rumbai dengan jumlah penderita sama yakni  10 orang. Lalu, delapan orang penderita terdapat di dua Kecamatan yakni Bukitraya dan Senapelan.

Sementara itu, di Kecamatan Sukajadi terdapat tujuh orang penderita, Rumbai Pesisir empat orang, Pekanbaru Kota satu orang. Di Kecamatan Sail sementara hingga pekan kelima 2020 ini belum ada warga yang menderita penyakit DBD.

Baca Juga:  30 Petugas Lapas Kelas IIA Pekanbaru Donorkan Darah

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Muhammad Amin, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maisel Fidayesi akhir pekan lalu mengatakan, kodisi cuaca yang sudah mulai memasuki musim penghujan sejak November tahun 2019 lalu menjadi salah satu pemicu berkembang biaknya nyamuk Aedes agepty pembawa wabah DBD.

"Sejak November kemarin sudah mulai musim penghujan. Akibatnya banyak genangan air tempat nyamuk Aedes agepty berkembang biak," ungkap Maisel.

Dipaparkannya, sebagian besar pasien penderita DBD itu kini sudah sembuh. Dalam hal itu penanganan medis cepat sangat diperlukan. "Sebab jika terlambat akan memperparah kondisi pasien bahkan bisa berujung kematian," imbuhnya mengingatkan.

Untuk penanggulangan DBD, Diskes Pekanbaru sebut Maisel terus memberikan edukasi pada masyarakat terkait pemberantasan penyakit DBD melalui puskesmas disetiap kecamatan yang ada. Termasuk melakukan pengasapan jika dianggap perlu."Kami tetap berupaya melakukan pencegahan dengan terus mengedukasi masyarakat lewat Puskesmas tentang pola hidup bersih, untuk menghindari wabah DBD," singkatnya.(ksm)

Baca Juga:  17.629 Pelajar SMP Lulus di Pekanbaru

Laporan: M ALI NURMAN

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari