Sabtu, 24 Oktober 2026
- Advertisement -

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

SOLOK (RIAUPOS.CO) – Satu korban banjir bandang (galodo) yang sempat dinyatakan hilang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026).

Dengan ditemukannya jenazah korban berinisial A (59) tersebut, total korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok bertambah menjadi dua orang, setelah sebelumnya korban berinisial DA (21) ditemukan lebih awal.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan PhD, menyampaikan bahwa ditemukannya seluruh korban hilang menandai berakhirnya operasi SAR dan dimulainya fase pemulihan.

“Setelah seluruh korban yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan, operasi pencarian dinyatakan selesai dan penanganan selanjutnya difokuskan pada pembersihan serta pemulihan wilayah terdampak,” jelas Berton SP Panjaitan.

Baca Juga:  Jalan Lintas Riau-Sumbar Amblas, Diberlakukan Buka Tutup

Peristiwa bencana tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi pada Senin (21/9/2026) malam yang menyebabkan meluapnya Sungai Batang Laso serta memicu tanah longsor.

Campuran material lumpur, batu, dan kayu merendam Kompleks Perkantoran Pemkab Solok, pemukiman warga, hingga melumpuhkan Jalan Raya Solok–Padang.

Selain korban jiwa, BNPB mencatat empat warga mengalami luka-luka, 12 gedung instansi pemerintah rusak, serta 98 rumah warga terdampak dengan rincian 19 unit rusak berat. Kerusakan juga melanda 57 hektare lahan pertanian, lima ruas jalan, dua jembatan, serta jaringan air bersih.

Sebanyak 480 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi, termasuk rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Solok.

BNPB telah menyalurkan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) berupa sembako, perlengkapan sanitasi, family kit, hingga alat pelindung diri untuk mendukung percepatan pembersihan dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Baca Juga:  Korban Bencana Sumatera Tembus 961 Jiwa, Identitas Banyak Sulit Dikenali

Pemerintah Kabupaten Solok saat ini tengah menyusun estimasi penyiapan hunian sementara (huntara) yang ditargetkan rampung pada 28 September 2026 agar warga terdampak dapat segera pindah dari tenda pengungsian.

SOLOK (RIAUPOS.CO) – Satu korban banjir bandang (galodo) yang sempat dinyatakan hilang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026).

Dengan ditemukannya jenazah korban berinisial A (59) tersebut, total korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok bertambah menjadi dua orang, setelah sebelumnya korban berinisial DA (21) ditemukan lebih awal.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan PhD, menyampaikan bahwa ditemukannya seluruh korban hilang menandai berakhirnya operasi SAR dan dimulainya fase pemulihan.

“Setelah seluruh korban yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan, operasi pencarian dinyatakan selesai dan penanganan selanjutnya difokuskan pada pembersihan serta pemulihan wilayah terdampak,” jelas Berton SP Panjaitan.

Baca Juga:  Hujan Ekstrem Akibatkan Banjir dan Longsor di Empat Kabupaten Sumut

Peristiwa bencana tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi pada Senin (21/9/2026) malam yang menyebabkan meluapnya Sungai Batang Laso serta memicu tanah longsor.

- Advertisement -

Campuran material lumpur, batu, dan kayu merendam Kompleks Perkantoran Pemkab Solok, pemukiman warga, hingga melumpuhkan Jalan Raya Solok–Padang.

Selain korban jiwa, BNPB mencatat empat warga mengalami luka-luka, 12 gedung instansi pemerintah rusak, serta 98 rumah warga terdampak dengan rincian 19 unit rusak berat. Kerusakan juga melanda 57 hektare lahan pertanian, lima ruas jalan, dua jembatan, serta jaringan air bersih.

- Advertisement -

Sebanyak 480 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi, termasuk rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Solok.

BNPB telah menyalurkan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) berupa sembako, perlengkapan sanitasi, family kit, hingga alat pelindung diri untuk mendukung percepatan pembersihan dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Baca Juga:  Tragedi Banjir Bandang Sumatera, Banggar Minta Dana On Call Rp4 Triliun Segera Digunakan

Pemerintah Kabupaten Solok saat ini tengah menyusun estimasi penyiapan hunian sementara (huntara) yang ditargetkan rampung pada 28 September 2026 agar warga terdampak dapat segera pindah dari tenda pengungsian.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SOLOK (RIAUPOS.CO) – Satu korban banjir bandang (galodo) yang sempat dinyatakan hilang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026).

Dengan ditemukannya jenazah korban berinisial A (59) tersebut, total korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok bertambah menjadi dua orang, setelah sebelumnya korban berinisial DA (21) ditemukan lebih awal.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan PhD, menyampaikan bahwa ditemukannya seluruh korban hilang menandai berakhirnya operasi SAR dan dimulainya fase pemulihan.

“Setelah seluruh korban yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan, operasi pencarian dinyatakan selesai dan penanganan selanjutnya difokuskan pada pembersihan serta pemulihan wilayah terdampak,” jelas Berton SP Panjaitan.

Baca Juga:  Korban Galodo Ditemukan di Laut Padang

Peristiwa bencana tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi pada Senin (21/9/2026) malam yang menyebabkan meluapnya Sungai Batang Laso serta memicu tanah longsor.

Campuran material lumpur, batu, dan kayu merendam Kompleks Perkantoran Pemkab Solok, pemukiman warga, hingga melumpuhkan Jalan Raya Solok–Padang.

Selain korban jiwa, BNPB mencatat empat warga mengalami luka-luka, 12 gedung instansi pemerintah rusak, serta 98 rumah warga terdampak dengan rincian 19 unit rusak berat. Kerusakan juga melanda 57 hektare lahan pertanian, lima ruas jalan, dua jembatan, serta jaringan air bersih.

Sebanyak 480 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi, termasuk rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Solok.

BNPB telah menyalurkan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) berupa sembako, perlengkapan sanitasi, family kit, hingga alat pelindung diri untuk mendukung percepatan pembersihan dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Baca Juga:  Air Meluap ke Badan Jalan di Lembah Anai, Pengendara Diminta Kurangi Kecepatan

Pemerintah Kabupaten Solok saat ini tengah menyusun estimasi penyiapan hunian sementara (huntara) yang ditargetkan rampung pada 28 September 2026 agar warga terdampak dapat segera pindah dari tenda pengungsian.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari