Jumat, 23 Oktober 2026
- Advertisement -

Terdampak Kabut Asap, Perayaan Festival Kue Bulan 2026 di Pekanbaru Ditiadakan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Panitia Imlek Bersama Pekanbaru 2577 Kongzili/2026 terpaksa meniadakan perayaan bersama Festival Pertengahan Musim Gugur atau Festival Kue Bulan (Mid-Autumn Festival) yang sedianya dipusatkan di Kampung Tionghoa Melayu Jalan Karet, Pekanbaru.

Keputusan berat tersebut diambil demi melindungi kesehatan masyarakat, khususnya warga Tionghoa, dari bahaya pemicu penyakit akibat paparan bencana kabut asap dan penurunan kualitas udara yang melanda Pekanbaru dan Riau secara umum.

Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru, Djohan Oei, menjelaskan bahwa perayaan kue bulan yang jatuh pada tanggal 25 September 2026 (tanggal 15 bulan 8 kalender Imlek) umumnya diisi dengan kegiatan luar ruangan seperti pawai dan pembagian kue bulan.

“Karena melihat kondisi kualitas udara dan kabut asap yang masih terjadi kami akhirnya sepakat untuk perayaan festival kue bulan ditiadakan mengingat kegiatan pawai dan perayaan lainnya harus dilakukan di luar ruangan, dan kondisi saat ini tidak memungkinkan. Jadi kami tetap meminta masyarakat tionghoa tetap merayakannya di rumah atau lingkungan komunitas dengan tempat yang tertutup agar meminimalisir dampak asap,” ujar Djohan Oei di Sekretariat Perhimpunan Enam Marga Bersaudara (Liok Kui Tong), Senin (21/9/2026).

Baca Juga:  Truk Tonase Besar Kembali Marak di Jalan HR Soebrantas, Anggota DPRD Pekanbaru Roni Pasla Angkat Suara

Wakil Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru, Karim Ong, menegaskan bahwa pembatalan ini juga mempertimbangkan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang kerap meramaikan festival tahunan tersebut.

Ia menambahkan, rasa keprihatinan atas rentetan bencana alam di Indonesia mendorong seluruh ormas Tionghoa Pekanbaru untuk beristirahat sejenak dan bersiap menyelenggarakan perayaan yang lebih meriah pada tahun 2027 mendatang.

Sementara itu, Sekretaris PSMTI Riau, Romo Toni, menerangkan bahwa Festival Kue Bulan merupakan tradisi turun-temurun sejak ribuan tahun lalu sebagai ungkapan syukur atas hasil panen.

Kue bulan yang berbentuk bulat utuh melambangkan keharmonisan, kemakmuran, dan kebersamaan keluarga.

Pengurus Mapanbumi Riau, Ket Tjing, mengimbau masyarakat Tionghoa untuk tetap melangsungkan ibadah sembahyang di rumah masing-masing pada puncak perayaan.

Baca Juga:  Simpang Tobek Godang Kerap Macet

Ia memaparkan filosofi festival kue bulan (Zhong Qiu Jie) yang sarat kisah legendaris, seperti permaisuri Chang’e yang menjadi roh bulan usai menghindari kekejaman Raja Hou Yi, hingga jejak sejarah penggunaan kue bulan sebagai media pesan rahasia pada era Dinasti Ming.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Panitia Imlek Bersama Pekanbaru 2577 Kongzili/2026 terpaksa meniadakan perayaan bersama Festival Pertengahan Musim Gugur atau Festival Kue Bulan (Mid-Autumn Festival) yang sedianya dipusatkan di Kampung Tionghoa Melayu Jalan Karet, Pekanbaru.

Keputusan berat tersebut diambil demi melindungi kesehatan masyarakat, khususnya warga Tionghoa, dari bahaya pemicu penyakit akibat paparan bencana kabut asap dan penurunan kualitas udara yang melanda Pekanbaru dan Riau secara umum.

Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru, Djohan Oei, menjelaskan bahwa perayaan kue bulan yang jatuh pada tanggal 25 September 2026 (tanggal 15 bulan 8 kalender Imlek) umumnya diisi dengan kegiatan luar ruangan seperti pawai dan pembagian kue bulan.

“Karena melihat kondisi kualitas udara dan kabut asap yang masih terjadi kami akhirnya sepakat untuk perayaan festival kue bulan ditiadakan mengingat kegiatan pawai dan perayaan lainnya harus dilakukan di luar ruangan, dan kondisi saat ini tidak memungkinkan. Jadi kami tetap meminta masyarakat tionghoa tetap merayakannya di rumah atau lingkungan komunitas dengan tempat yang tertutup agar meminimalisir dampak asap,” ujar Djohan Oei di Sekretariat Perhimpunan Enam Marga Bersaudara (Liok Kui Tong), Senin (21/9/2026).

Baca Juga:  Wako Agung Blusukan Tinjau Drainase, Jalan Rusak, dan Wilayah Pinggiran

Wakil Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru, Karim Ong, menegaskan bahwa pembatalan ini juga mempertimbangkan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang kerap meramaikan festival tahunan tersebut.

- Advertisement -

Ia menambahkan, rasa keprihatinan atas rentetan bencana alam di Indonesia mendorong seluruh ormas Tionghoa Pekanbaru untuk beristirahat sejenak dan bersiap menyelenggarakan perayaan yang lebih meriah pada tahun 2027 mendatang.

Sementara itu, Sekretaris PSMTI Riau, Romo Toni, menerangkan bahwa Festival Kue Bulan merupakan tradisi turun-temurun sejak ribuan tahun lalu sebagai ungkapan syukur atas hasil panen.

- Advertisement -

Kue bulan yang berbentuk bulat utuh melambangkan keharmonisan, kemakmuran, dan kebersamaan keluarga.

Pengurus Mapanbumi Riau, Ket Tjing, mengimbau masyarakat Tionghoa untuk tetap melangsungkan ibadah sembahyang di rumah masing-masing pada puncak perayaan.

Baca Juga:  Kepengurusan Baru IKBB Pekanbaru Resmi Terbentuk, Aswandi Jadi Ketua

Ia memaparkan filosofi festival kue bulan (Zhong Qiu Jie) yang sarat kisah legendaris, seperti permaisuri Chang’e yang menjadi roh bulan usai menghindari kekejaman Raja Hou Yi, hingga jejak sejarah penggunaan kue bulan sebagai media pesan rahasia pada era Dinasti Ming.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Panitia Imlek Bersama Pekanbaru 2577 Kongzili/2026 terpaksa meniadakan perayaan bersama Festival Pertengahan Musim Gugur atau Festival Kue Bulan (Mid-Autumn Festival) yang sedianya dipusatkan di Kampung Tionghoa Melayu Jalan Karet, Pekanbaru.

Keputusan berat tersebut diambil demi melindungi kesehatan masyarakat, khususnya warga Tionghoa, dari bahaya pemicu penyakit akibat paparan bencana kabut asap dan penurunan kualitas udara yang melanda Pekanbaru dan Riau secara umum.

Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru, Djohan Oei, menjelaskan bahwa perayaan kue bulan yang jatuh pada tanggal 25 September 2026 (tanggal 15 bulan 8 kalender Imlek) umumnya diisi dengan kegiatan luar ruangan seperti pawai dan pembagian kue bulan.

“Karena melihat kondisi kualitas udara dan kabut asap yang masih terjadi kami akhirnya sepakat untuk perayaan festival kue bulan ditiadakan mengingat kegiatan pawai dan perayaan lainnya harus dilakukan di luar ruangan, dan kondisi saat ini tidak memungkinkan. Jadi kami tetap meminta masyarakat tionghoa tetap merayakannya di rumah atau lingkungan komunitas dengan tempat yang tertutup agar meminimalisir dampak asap,” ujar Djohan Oei di Sekretariat Perhimpunan Enam Marga Bersaudara (Liok Kui Tong), Senin (21/9/2026).

Baca Juga:  BRI Serahkan Ambulans ke Yayasan Afisi Sabri, Dorong Akses Kesehatan untuk Warga Pra-Sejahtera

Wakil Ketua Panitia Imlek Bersama Pekanbaru, Karim Ong, menegaskan bahwa pembatalan ini juga mempertimbangkan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang kerap meramaikan festival tahunan tersebut.

Ia menambahkan, rasa keprihatinan atas rentetan bencana alam di Indonesia mendorong seluruh ormas Tionghoa Pekanbaru untuk beristirahat sejenak dan bersiap menyelenggarakan perayaan yang lebih meriah pada tahun 2027 mendatang.

Sementara itu, Sekretaris PSMTI Riau, Romo Toni, menerangkan bahwa Festival Kue Bulan merupakan tradisi turun-temurun sejak ribuan tahun lalu sebagai ungkapan syukur atas hasil panen.

Kue bulan yang berbentuk bulat utuh melambangkan keharmonisan, kemakmuran, dan kebersamaan keluarga.

Pengurus Mapanbumi Riau, Ket Tjing, mengimbau masyarakat Tionghoa untuk tetap melangsungkan ibadah sembahyang di rumah masing-masing pada puncak perayaan.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Perayaan, HUT ke-28 RS Awal Bros Diisi Aksi Sosial dan Olahraga

Ia memaparkan filosofi festival kue bulan (Zhong Qiu Jie) yang sarat kisah legendaris, seperti permaisuri Chang’e yang menjadi roh bulan usai menghindari kekejaman Raja Hou Yi, hingga jejak sejarah penggunaan kue bulan sebagai media pesan rahasia pada era Dinasti Ming.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari