Rabu, 19 Agustus 2026
- Advertisement -

Jalan Teratai Pekanbaru Dibedah, Drainase Tersumbat Ikut Diperbaiki hingga Akhir Tahun

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai membenahi infrastruktur di kawasan Jalan Teratai. Selain mengaspal kembali badan jalan, pemerintah juga menangani persoalan drainase yang selama ini tersumbat.

Pengerjaan proyek tersebut telah dimulai sejak akhir Juli 2026. Dinas PUPR menargetkan seluruh pekerjaan jalan dan drainase di kawasan itu rampung dalam waktu sekitar lima bulan atau paling lambat akhir tahun.

Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah mengatakan, ruas Jalan Teratai yang mendapat penanganan memiliki panjang sekitar 783 meter. Perbaikan dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kondisi jalan sekaligus membenahi sistem pembuangan air di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Masyarakat Diajak Sukseskan PIN Polio

“Kami menargetkan pengerjaan drainase dan perbaikan jalan tuntas dalam lima bulan,” jelas Edward, Selasa (18/8).

Menurut Edward, pembangunan drainase baru dilakukan pada salah satu sisi Jalan Teratai. Sementara sisi lainnya sebenarnya telah memiliki saluran, tetapi fungsinya tidak lagi maksimal karena dipenuhi material dan sampah.

Untuk mengembalikan fungsi saluran tersebut, PUPR melakukan normalisasi dengan membersihkan material yang menyumbat. Panjang drainase yang dinormalisasi mencapai sekitar 100 meter.

“Namun yang sudah dibangun kondisinya tersumbat, maka kita bantu normalisasi dan perbaiki. Panjangnya sekitar seratus meter,” ujarnya.

Penanganan drainase tidak hanya sebatas pengerukan maupun penyedotan material yang menghambat aliran air. Pada beberapa titik Jalan Teratai yang belum memiliki saluran pembuangan, PUPR juga akan membangun drainase baru.

Baca Juga:  Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional

Selain Jalan Teratai, pekerjaan pengaspalan juga dilakukan di sejumlah ruas jalan yang berada di kawasan sekitarnya. Jalan Kenanga mendapat penanganan sepanjang 573 meter, Jalan Kemuning sepanjang 339 meter, sedangkan Jalan Mawar mencapai 374 meter.

Perbaikan yang dilakukan secara bertahap tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas. Di sisi lain, pembenahan drainase juga diharapkan mampu mengurangi persoalan genangan air yang selama ini muncul di kawasan tersebut.(*)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai membenahi infrastruktur di kawasan Jalan Teratai. Selain mengaspal kembali badan jalan, pemerintah juga menangani persoalan drainase yang selama ini tersumbat.

Pengerjaan proyek tersebut telah dimulai sejak akhir Juli 2026. Dinas PUPR menargetkan seluruh pekerjaan jalan dan drainase di kawasan itu rampung dalam waktu sekitar lima bulan atau paling lambat akhir tahun.

Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah mengatakan, ruas Jalan Teratai yang mendapat penanganan memiliki panjang sekitar 783 meter. Perbaikan dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kondisi jalan sekaligus membenahi sistem pembuangan air di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Jelang Ramadan, Gepeng Ditertibkan

“Kami menargetkan pengerjaan drainase dan perbaikan jalan tuntas dalam lima bulan,” jelas Edward, Selasa (18/8).

Menurut Edward, pembangunan drainase baru dilakukan pada salah satu sisi Jalan Teratai. Sementara sisi lainnya sebenarnya telah memiliki saluran, tetapi fungsinya tidak lagi maksimal karena dipenuhi material dan sampah.

- Advertisement -

Untuk mengembalikan fungsi saluran tersebut, PUPR melakukan normalisasi dengan membersihkan material yang menyumbat. Panjang drainase yang dinormalisasi mencapai sekitar 100 meter.

“Namun yang sudah dibangun kondisinya tersumbat, maka kita bantu normalisasi dan perbaiki. Panjangnya sekitar seratus meter,” ujarnya.

- Advertisement -

Penanganan drainase tidak hanya sebatas pengerukan maupun penyedotan material yang menghambat aliran air. Pada beberapa titik Jalan Teratai yang belum memiliki saluran pembuangan, PUPR juga akan membangun drainase baru.

Baca Juga:  DPRD Pekanbaru Minta Satgas Tertibkan Kabel FO Meski Perda Belum Rampung

Selain Jalan Teratai, pekerjaan pengaspalan juga dilakukan di sejumlah ruas jalan yang berada di kawasan sekitarnya. Jalan Kenanga mendapat penanganan sepanjang 573 meter, Jalan Kemuning sepanjang 339 meter, sedangkan Jalan Mawar mencapai 374 meter.

Perbaikan yang dilakukan secara bertahap tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas. Di sisi lain, pembenahan drainase juga diharapkan mampu mengurangi persoalan genangan air yang selama ini muncul di kawasan tersebut.(*)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai membenahi infrastruktur di kawasan Jalan Teratai. Selain mengaspal kembali badan jalan, pemerintah juga menangani persoalan drainase yang selama ini tersumbat.

Pengerjaan proyek tersebut telah dimulai sejak akhir Juli 2026. Dinas PUPR menargetkan seluruh pekerjaan jalan dan drainase di kawasan itu rampung dalam waktu sekitar lima bulan atau paling lambat akhir tahun.

Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah mengatakan, ruas Jalan Teratai yang mendapat penanganan memiliki panjang sekitar 783 meter. Perbaikan dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kondisi jalan sekaligus membenahi sistem pembuangan air di kawasan tersebut.

Baca Juga:  Pascasarjana Unilak Gelar Seminar Nasional

“Kami menargetkan pengerjaan drainase dan perbaikan jalan tuntas dalam lima bulan,” jelas Edward, Selasa (18/8).

Menurut Edward, pembangunan drainase baru dilakukan pada salah satu sisi Jalan Teratai. Sementara sisi lainnya sebenarnya telah memiliki saluran, tetapi fungsinya tidak lagi maksimal karena dipenuhi material dan sampah.

Untuk mengembalikan fungsi saluran tersebut, PUPR melakukan normalisasi dengan membersihkan material yang menyumbat. Panjang drainase yang dinormalisasi mencapai sekitar 100 meter.

“Namun yang sudah dibangun kondisinya tersumbat, maka kita bantu normalisasi dan perbaiki. Panjangnya sekitar seratus meter,” ujarnya.

Penanganan drainase tidak hanya sebatas pengerukan maupun penyedotan material yang menghambat aliran air. Pada beberapa titik Jalan Teratai yang belum memiliki saluran pembuangan, PUPR juga akan membangun drainase baru.

Baca Juga:  Blok Hunian Dirazia,Tahanan Digeledah

Selain Jalan Teratai, pekerjaan pengaspalan juga dilakukan di sejumlah ruas jalan yang berada di kawasan sekitarnya. Jalan Kenanga mendapat penanganan sepanjang 573 meter, Jalan Kemuning sepanjang 339 meter, sedangkan Jalan Mawar mencapai 374 meter.

Perbaikan yang dilakukan secara bertahap tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintas. Di sisi lain, pembenahan drainase juga diharapkan mampu mengurangi persoalan genangan air yang selama ini muncul di kawasan tersebut.(*)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari