Selasa, 23 Juli 2024

Usaha Konveksi Kebanjiran Pesanan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Berkah tahun ajaran baru bukan saja dirasakan oleh para pedagang peralatan alat tulis semata. Juga menyasar para pemilik usaha konveksi yang ada di Kota Pekanbaru.

Jelang tahun ajaran baru ini, banyak usaha konveksi yang mulai mengalami peningkatan pesanan. Banyak pihak yang ingin memesan pakaian seragam sekolah untuk digunakan para peserta didik baru.

- Advertisement -

Menurut salah seorang pemilik usaha konveksi di Jalan Delima, Kecamatan Binawidya, Susi, setiap tahun ajaran baru usaha konveksi miliknya selalu mendapatkan peningkatan pesanan dari berbagai sekolah dan juga masyarakat yang mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan hari biasanya.

”Rata-rata baju yang banyak dipesan itu SD, SMP dan juga TK,” ucapnya, Rabu (10/7).

Lanjut Susi, usaha konveksi ini banyak diminati oleh orang tua siswa yang ingin menjahitkan pakaian sekolah untuk putra dan putri mereka. Namun tidak menutup kemungkinan jika banyak juga sekolah swasta yang melakukan kerjasama dengan konvensi miliknya untuk menyiapkan pakaian sekolah untuk siswa baru disekolah swasta tersebut.

- Advertisement -
Baca Juga:  Gedung MPP Akan Dibangun Ulang Plus Alun-Alun

”Kebanyakan kita ini menerima permintaan jahit untuk orang tua pribadi. Kalau untuk sekolah tetap ada, tapi kebanyakan itu sekolah yang swasta,” ucapnya.

Peningkatan pemesanan pakaian seragam sekolah,ini dirasakannya mulai terjadi di bulan Mei 2024 ini, karena banyak orang tua calon siswa yang mempersiapkan diri untuk memberikan pakaian sekolah terbaik untuk anak-anak mereka.

”Kebanyakan yang minta dijahitkan bajunya ini dari warga Kota Pekanbaru, kalau luar daerah ada juga tapi para pemilik toko pakaian sekolah yang kita layani seperti Tembilahan, Rengat, dan Kuantan Singingi hingga luar kota seperti dari Maluku,” katanya.

Untuk harganya sendiri, diungkapkan Suci lagi mulai dari Rp160.000 hingga Rp180.000 per setel tergantung bahan yang digunakan. Untuk proses pengerjaannya, dirinya hanya memerlukan waktu paling lama dua hingga tiga bulan, hal ini lantaran pihaknya harus mengerjakan satu persatu pesanan sesuai dengan jadwal pengambilan.

Baca Juga:  Jalan Delima Banyak Lubang

”Kendala yang dihadapi itu karena kesulitan bahan baku, permintaan meningkatkan, bahan juga sudah pasti rebutan dengan konvensi lainnya,” ucapnya.  Ia berharap usaha konveksi ini dapat berjalan lancar dan seramai seperti saat tahun ajaran baru ini. Karena dari usah konveksi ini banyak masyarakat Kota Pekanbaru yang menguntungkan hidup demi membiayai kebutuhan rumah tangganya. ”Ya semoga usaha ini tetap berjalan lancar. Karena kan banyak yang menggantungkan hidup di usaha ini, semoga saja pemerintah juga bisa memberikan bantuan,” harapnya.(ayi)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Berkah tahun ajaran baru bukan saja dirasakan oleh para pedagang peralatan alat tulis semata. Juga menyasar para pemilik usaha konveksi yang ada di Kota Pekanbaru.

Jelang tahun ajaran baru ini, banyak usaha konveksi yang mulai mengalami peningkatan pesanan. Banyak pihak yang ingin memesan pakaian seragam sekolah untuk digunakan para peserta didik baru.

Menurut salah seorang pemilik usaha konveksi di Jalan Delima, Kecamatan Binawidya, Susi, setiap tahun ajaran baru usaha konveksi miliknya selalu mendapatkan peningkatan pesanan dari berbagai sekolah dan juga masyarakat yang mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan hari biasanya.

”Rata-rata baju yang banyak dipesan itu SD, SMP dan juga TK,” ucapnya, Rabu (10/7).

Lanjut Susi, usaha konveksi ini banyak diminati oleh orang tua siswa yang ingin menjahitkan pakaian sekolah untuk putra dan putri mereka. Namun tidak menutup kemungkinan jika banyak juga sekolah swasta yang melakukan kerjasama dengan konvensi miliknya untuk menyiapkan pakaian sekolah untuk siswa baru disekolah swasta tersebut.

Baca Juga:  Tornado FC Mulai Uji Coba di Bogor

”Kebanyakan kita ini menerima permintaan jahit untuk orang tua pribadi. Kalau untuk sekolah tetap ada, tapi kebanyakan itu sekolah yang swasta,” ucapnya.

Peningkatan pemesanan pakaian seragam sekolah,ini dirasakannya mulai terjadi di bulan Mei 2024 ini, karena banyak orang tua calon siswa yang mempersiapkan diri untuk memberikan pakaian sekolah terbaik untuk anak-anak mereka.

”Kebanyakan yang minta dijahitkan bajunya ini dari warga Kota Pekanbaru, kalau luar daerah ada juga tapi para pemilik toko pakaian sekolah yang kita layani seperti Tembilahan, Rengat, dan Kuantan Singingi hingga luar kota seperti dari Maluku,” katanya.

Untuk harganya sendiri, diungkapkan Suci lagi mulai dari Rp160.000 hingga Rp180.000 per setel tergantung bahan yang digunakan. Untuk proses pengerjaannya, dirinya hanya memerlukan waktu paling lama dua hingga tiga bulan, hal ini lantaran pihaknya harus mengerjakan satu persatu pesanan sesuai dengan jadwal pengambilan.

Baca Juga:  Normalisasi Sungai Bangko, Ditargetkan Sepanjang 7 Km

”Kendala yang dihadapi itu karena kesulitan bahan baku, permintaan meningkatkan, bahan juga sudah pasti rebutan dengan konvensi lainnya,” ucapnya.  Ia berharap usaha konveksi ini dapat berjalan lancar dan seramai seperti saat tahun ajaran baru ini. Karena dari usah konveksi ini banyak masyarakat Kota Pekanbaru yang menguntungkan hidup demi membiayai kebutuhan rumah tangganya. ”Ya semoga usaha ini tetap berjalan lancar. Karena kan banyak yang menggantungkan hidup di usaha ini, semoga saja pemerintah juga bisa memberikan bantuan,” harapnya.(ayi)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari