Rabu, 5 Agustus 2026
- Advertisement -

Kabar Baik! Jalan Teratai Pekanbaru Mulai Dibenahi, Drainase yang Lama Tertutup Kini Dibuka

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mengerjakan perbaikan drainase dan badan Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan. Pekerjaan diawali dengan normalisasi saluran air setelah lapak pedagang yang sebelumnya berdiri di atas drainase dan bahu jalan dibongkar serta dikosongkan.

Pembongkaran sisa material lapak juga telah dilakukan agar proses perbaikan dapat berjalan lancar. Penataan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan genangan air sekaligus memperbaiki kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan sebelum dilakukan pelapisan ulang atau overlay, pihaknya memprioritaskan perbaikan sistem drainase yang sudah tidak berfungsi secara optimal.

Baca Juga:  Pemko Pekanbaru Ambil Alih Empat JPO

“Untuk Jalan Teratai ada pekerjaan overlay sepanjang 783 meter yang diawali dengan perbaikan badan jalan,” ujar Edward Riansyah, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, sekitar 100 meter drainase akan dibangun kembali, sementara saluran yang masih ada akan dinormalisasi agar mampu mengalirkan air dengan baik. Selain itu, sejumlah main hole yang selama ini tertutup juga akan dibuka kembali.

Menurut Edward, banyak saluran drainase di kawasan tersebut tidak lagi berfungsi karena selama bertahun-tahun tertutup lapak pedagang.

“Ada sekitar 100 meter drainase yang kami bangun baru. Drainase yang sudah ada tetapi tidak berfungsi akan dinormalisasi. Sebelumnya saluran ini tertutup karena di atasnya digunakan pedagang untuk berjualan,” jelasnya.

Baca Juga:  Sebagian Besar Loket di MPP Tutup

Ia menambahkan, proses normalisasi drainase menjadi tahapan penting sebelum pekerjaan overlay dilakukan agar kerusakan jalan tidak kembali terjadi akibat buruknya sistem pembuangan air.

Edward memperkirakan seluruh pekerjaan, mulai dari perbaikan drainase hingga peningkatan badan jalan, akan berlangsung sekitar lima bulan atau ditargetkan rampung pada akhir 2026.

“Prosesnya masih berjalan. Drainase dinormalisasi, main hole yang tertutup dibuka kembali. Keseluruhan pekerjaan diperkirakan berlangsung sekitar lima bulan,” pungkasnya.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mengerjakan perbaikan drainase dan badan Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan. Pekerjaan diawali dengan normalisasi saluran air setelah lapak pedagang yang sebelumnya berdiri di atas drainase dan bahu jalan dibongkar serta dikosongkan.

Pembongkaran sisa material lapak juga telah dilakukan agar proses perbaikan dapat berjalan lancar. Penataan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan genangan air sekaligus memperbaiki kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan sebelum dilakukan pelapisan ulang atau overlay, pihaknya memprioritaskan perbaikan sistem drainase yang sudah tidak berfungsi secara optimal.

Baca Juga:  Sebagian Besar Loket di MPP Tutup

“Untuk Jalan Teratai ada pekerjaan overlay sepanjang 783 meter yang diawali dengan perbaikan badan jalan,” ujar Edward Riansyah, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, sekitar 100 meter drainase akan dibangun kembali, sementara saluran yang masih ada akan dinormalisasi agar mampu mengalirkan air dengan baik. Selain itu, sejumlah main hole yang selama ini tertutup juga akan dibuka kembali.

- Advertisement -

Menurut Edward, banyak saluran drainase di kawasan tersebut tidak lagi berfungsi karena selama bertahun-tahun tertutup lapak pedagang.

“Ada sekitar 100 meter drainase yang kami bangun baru. Drainase yang sudah ada tetapi tidak berfungsi akan dinormalisasi. Sebelumnya saluran ini tertutup karena di atasnya digunakan pedagang untuk berjualan,” jelasnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Pengurus NPC Pekanbaru Periode 2022-2027 Resmi Dilantik

Ia menambahkan, proses normalisasi drainase menjadi tahapan penting sebelum pekerjaan overlay dilakukan agar kerusakan jalan tidak kembali terjadi akibat buruknya sistem pembuangan air.

Edward memperkirakan seluruh pekerjaan, mulai dari perbaikan drainase hingga peningkatan badan jalan, akan berlangsung sekitar lima bulan atau ditargetkan rampung pada akhir 2026.

“Prosesnya masih berjalan. Drainase dinormalisasi, main hole yang tertutup dibuka kembali. Keseluruhan pekerjaan diperkirakan berlangsung sekitar lima bulan,” pungkasnya.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mengerjakan perbaikan drainase dan badan Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan. Pekerjaan diawali dengan normalisasi saluran air setelah lapak pedagang yang sebelumnya berdiri di atas drainase dan bahu jalan dibongkar serta dikosongkan.

Pembongkaran sisa material lapak juga telah dilakukan agar proses perbaikan dapat berjalan lancar. Penataan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan genangan air sekaligus memperbaiki kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, mengatakan sebelum dilakukan pelapisan ulang atau overlay, pihaknya memprioritaskan perbaikan sistem drainase yang sudah tidak berfungsi secara optimal.

Baca Juga:  DPRD Pekanbaru Ingatkan Pelaku Usaha Jangan Tutup Drainase

“Untuk Jalan Teratai ada pekerjaan overlay sepanjang 783 meter yang diawali dengan perbaikan badan jalan,” ujar Edward Riansyah, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, sekitar 100 meter drainase akan dibangun kembali, sementara saluran yang masih ada akan dinormalisasi agar mampu mengalirkan air dengan baik. Selain itu, sejumlah main hole yang selama ini tertutup juga akan dibuka kembali.

Menurut Edward, banyak saluran drainase di kawasan tersebut tidak lagi berfungsi karena selama bertahun-tahun tertutup lapak pedagang.

“Ada sekitar 100 meter drainase yang kami bangun baru. Drainase yang sudah ada tetapi tidak berfungsi akan dinormalisasi. Sebelumnya saluran ini tertutup karena di atasnya digunakan pedagang untuk berjualan,” jelasnya.

Baca Juga:  2025, Targetkan Kasus Tengkes Turun 0,5 Persen

Ia menambahkan, proses normalisasi drainase menjadi tahapan penting sebelum pekerjaan overlay dilakukan agar kerusakan jalan tidak kembali terjadi akibat buruknya sistem pembuangan air.

Edward memperkirakan seluruh pekerjaan, mulai dari perbaikan drainase hingga peningkatan badan jalan, akan berlangsung sekitar lima bulan atau ditargetkan rampung pada akhir 2026.

“Prosesnya masih berjalan. Drainase dinormalisasi, main hole yang tertutup dibuka kembali. Keseluruhan pekerjaan diperkirakan berlangsung sekitar lima bulan,” pungkasnya.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari