Selasa, 15 September 2026
- Advertisement -

Monyet Liar Terus Teror Warga Tembilahan Hilir, 10 Orang Jadi Korban

RIAUPOS.CO – Kasus gigitan monyet liar di Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kembali bertambah. Hingga Jumat (31/7/2026) sore, total sudah 10 warga yang menjadi korban setelah dua orang kembali diserang satwa tersebut di kawasan Pelabuhan Rumah Sakit sekitar pukul 16.00 WIB.

Meningkatnya jumlah korban membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil semakin mengintensifkan pencarian terhadap monyet liar tersebut. Tim gabungan yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, BPBD Inhil, serta Masyarakat Pecinta Senjata Angin kembali bergerak menyisir sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian satwa itu.

Dalam operasi pencarian tersebut, sebanyak 26 personel dikerahkan. Tim menyusuri kawasan Jalan Pangeran Hidayat Parit 13 menggunakan perahu karet bermesin.

Jalur perairan dipilih karena monyet liar diduga bersembunyi di bagian bawah rumah-rumah panggung yang berdiri di sepanjang parit. Petugas kemudian menyusuri aliran sungai sambil memeriksa kolong rumah warga satu per satu.

Baca Juga:  Perlu Penanganan Serius Atasi Inflasi

Pencarian juga diperluas menyusul adanya laporan warga yang beberapa kali melihat monyet tersebut berpindah tempat. Satwa liar itu sebelumnya pertama kali dilaporkan muncul di RT 03 RW 03 Jalan Pangeran Hidayat.

Dalam beberapa hari terakhir, keberadaan monyet juga terlihat di kawasan Jalan Handayani. Bahkan, warga Lorong Cempaka mengaku sempat melihat dua ekor monyet. Kondisi tersebut membuat tim gabungan memperluas penyisiran ke beberapa lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan satwa liar tersebut.

Sementara itu, seluruh warga yang menjadi korban telah memperoleh penanganan medis di RSUD Puri Husada dan sejumlah puskesmas. Pemkab Inhil memastikan seluruh biaya pengobatan korban, termasuk pemberian vaksin antirabies hingga rangkaian penanganan selesai sesuai prosedur medis, ditanggung oleh pemerintah.

Camat Tembilahan Ari Syuria mengatakan, bertambahnya korban menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian terus diperkuat agar monyet liar tersebut dapat segera diamankan.

Baca Juga:  Pj Bupati Inhil Hadiri Haul Guru Sekumpul

“Korban gigitan monyet liar kini sudah mencapai 10 orang. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di luar rumah tanpa pengawasan. Kami juga meminta warga segera melapor apabila melihat keberadaan monyet tersebut agar petugas dapat bergerak cepat,” ujarnya.

Ari turut mengingatkan masyarakat agar tidak berusaha menangkap monyet liar tersebut secara mandiri. Menurutnya, tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan warga.

“Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian monyet liar. Kami berharap masyarakat tidak mencoba menangkap sendiri karena sangat berisiko. Serahkan penanganannya kepada petugas agar tidak ada lagi korban baru,” tutupnya.(*2)

RIAUPOS.CO – Kasus gigitan monyet liar di Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kembali bertambah. Hingga Jumat (31/7/2026) sore, total sudah 10 warga yang menjadi korban setelah dua orang kembali diserang satwa tersebut di kawasan Pelabuhan Rumah Sakit sekitar pukul 16.00 WIB.

Meningkatnya jumlah korban membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil semakin mengintensifkan pencarian terhadap monyet liar tersebut. Tim gabungan yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, BPBD Inhil, serta Masyarakat Pecinta Senjata Angin kembali bergerak menyisir sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian satwa itu.

Dalam operasi pencarian tersebut, sebanyak 26 personel dikerahkan. Tim menyusuri kawasan Jalan Pangeran Hidayat Parit 13 menggunakan perahu karet bermesin.

Jalur perairan dipilih karena monyet liar diduga bersembunyi di bagian bawah rumah-rumah panggung yang berdiri di sepanjang parit. Petugas kemudian menyusuri aliran sungai sambil memeriksa kolong rumah warga satu per satu.

Baca Juga:  TP PKK Indragiri Hilir Gerakkan Kader untuk Iuran Rutin Bulanan

Pencarian juga diperluas menyusul adanya laporan warga yang beberapa kali melihat monyet tersebut berpindah tempat. Satwa liar itu sebelumnya pertama kali dilaporkan muncul di RT 03 RW 03 Jalan Pangeran Hidayat.

- Advertisement -

Dalam beberapa hari terakhir, keberadaan monyet juga terlihat di kawasan Jalan Handayani. Bahkan, warga Lorong Cempaka mengaku sempat melihat dua ekor monyet. Kondisi tersebut membuat tim gabungan memperluas penyisiran ke beberapa lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan satwa liar tersebut.

Sementara itu, seluruh warga yang menjadi korban telah memperoleh penanganan medis di RSUD Puri Husada dan sejumlah puskesmas. Pemkab Inhil memastikan seluruh biaya pengobatan korban, termasuk pemberian vaksin antirabies hingga rangkaian penanganan selesai sesuai prosedur medis, ditanggung oleh pemerintah.

- Advertisement -

Camat Tembilahan Ari Syuria mengatakan, bertambahnya korban menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian terus diperkuat agar monyet liar tersebut dapat segera diamankan.

Baca Juga:  Pedagang Bendera Musiman Mulai Menjamur

“Korban gigitan monyet liar kini sudah mencapai 10 orang. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di luar rumah tanpa pengawasan. Kami juga meminta warga segera melapor apabila melihat keberadaan monyet tersebut agar petugas dapat bergerak cepat,” ujarnya.

Ari turut mengingatkan masyarakat agar tidak berusaha menangkap monyet liar tersebut secara mandiri. Menurutnya, tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan warga.

“Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian monyet liar. Kami berharap masyarakat tidak mencoba menangkap sendiri karena sangat berisiko. Serahkan penanganannya kepada petugas agar tidak ada lagi korban baru,” tutupnya.(*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RIAUPOS.CO – Kasus gigitan monyet liar di Kecamatan Tembilahan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kembali bertambah. Hingga Jumat (31/7/2026) sore, total sudah 10 warga yang menjadi korban setelah dua orang kembali diserang satwa tersebut di kawasan Pelabuhan Rumah Sakit sekitar pukul 16.00 WIB.

Meningkatnya jumlah korban membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil semakin mengintensifkan pencarian terhadap monyet liar tersebut. Tim gabungan yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil, BPBD Inhil, serta Masyarakat Pecinta Senjata Angin kembali bergerak menyisir sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian satwa itu.

Dalam operasi pencarian tersebut, sebanyak 26 personel dikerahkan. Tim menyusuri kawasan Jalan Pangeran Hidayat Parit 13 menggunakan perahu karet bermesin.

Jalur perairan dipilih karena monyet liar diduga bersembunyi di bagian bawah rumah-rumah panggung yang berdiri di sepanjang parit. Petugas kemudian menyusuri aliran sungai sambil memeriksa kolong rumah warga satu per satu.

Baca Juga:  Pedagang Bendera Musiman Mulai Menjamur

Pencarian juga diperluas menyusul adanya laporan warga yang beberapa kali melihat monyet tersebut berpindah tempat. Satwa liar itu sebelumnya pertama kali dilaporkan muncul di RT 03 RW 03 Jalan Pangeran Hidayat.

Dalam beberapa hari terakhir, keberadaan monyet juga terlihat di kawasan Jalan Handayani. Bahkan, warga Lorong Cempaka mengaku sempat melihat dua ekor monyet. Kondisi tersebut membuat tim gabungan memperluas penyisiran ke beberapa lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan satwa liar tersebut.

Sementara itu, seluruh warga yang menjadi korban telah memperoleh penanganan medis di RSUD Puri Husada dan sejumlah puskesmas. Pemkab Inhil memastikan seluruh biaya pengobatan korban, termasuk pemberian vaksin antirabies hingga rangkaian penanganan selesai sesuai prosedur medis, ditanggung oleh pemerintah.

Camat Tembilahan Ari Syuria mengatakan, bertambahnya korban menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian terus diperkuat agar monyet liar tersebut dapat segera diamankan.

Baca Juga:  Pipa Gas Meledak di Inhil, Polisi Selidiki Penyebab dan Pastikan

“Korban gigitan monyet liar kini sudah mencapai 10 orang. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di luar rumah tanpa pengawasan. Kami juga meminta warga segera melapor apabila melihat keberadaan monyet tersebut agar petugas dapat bergerak cepat,” ujarnya.

Ari turut mengingatkan masyarakat agar tidak berusaha menangkap monyet liar tersebut secara mandiri. Menurutnya, tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan warga.

“Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian monyet liar. Kami berharap masyarakat tidak mencoba menangkap sendiri karena sangat berisiko. Serahkan penanganannya kepada petugas agar tidak ada lagi korban baru,” tutupnya.(*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari