PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera membuka rekrutmen tenaga perawat untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 90 formasi disiapkan melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dengan pengumuman seleksi dijadwalkan mulai pekan depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, rekrutmen tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga perawat yang terus meningkat di rumah sakit maupun puskesmas yang berstatus BLUD.
Penerimaan tenaga perawat nantinya menggunakan skema kontrak BLUD. Dengan demikian, mekanisme rekrutmen tersebut berbeda dengan penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Insya Allah rencananya mulai pekan depan perekrutan sudah diumumkan,” kata Plt Gubri SF Hariyanto.
Ia menjelaskan, perawat yang nantinya diterima akan ditempatkan di sejumlah fasilitas kesehatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kehadiran tenaga tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Para perawat akan menjalankan tugas dalam pelayanan keperawatan, pemeriksaan kesehatan, hingga mendukung pelayanan medis di berbagai unit kesehatan.
“Kebutuhan tenaga kesehatan di Riau terus bertambah seiring berkembangnya layanan kesehatan pemerintah dan meningkatnya jumlah penduduk,” sebutnya.
Menurutnya, pengelolaan melalui skema BLUD menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di fasilitas kesehatan secara lebih cepat. Dengan mekanisme tersebut, fasilitas kesehatan tidak harus menunggu proses rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) yang membutuhkan waktu lebih panjang.
“Kebutuhan tenaga perawat di Riau terus meningkat seiring ekspansi layanan kesehatan di daerah dan pertumbuhan penduduk. Skema BLUD memungkinkan pemerintah merekrut tenaga secara lebih fleksibel sesuai beban kerja fasilitas kesehatan,” ujarnya.(sol)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera membuka rekrutmen tenaga perawat untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 90 formasi disiapkan melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dengan pengumuman seleksi dijadwalkan mulai pekan depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, rekrutmen tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga perawat yang terus meningkat di rumah sakit maupun puskesmas yang berstatus BLUD.
Penerimaan tenaga perawat nantinya menggunakan skema kontrak BLUD. Dengan demikian, mekanisme rekrutmen tersebut berbeda dengan penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Insya Allah rencananya mulai pekan depan perekrutan sudah diumumkan,” kata Plt Gubri SF Hariyanto.
Ia menjelaskan, perawat yang nantinya diterima akan ditempatkan di sejumlah fasilitas kesehatan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kehadiran tenaga tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Para perawat akan menjalankan tugas dalam pelayanan keperawatan, pemeriksaan kesehatan, hingga mendukung pelayanan medis di berbagai unit kesehatan.
“Kebutuhan tenaga kesehatan di Riau terus bertambah seiring berkembangnya layanan kesehatan pemerintah dan meningkatnya jumlah penduduk,” sebutnya.
Menurutnya, pengelolaan melalui skema BLUD menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di fasilitas kesehatan secara lebih cepat. Dengan mekanisme tersebut, fasilitas kesehatan tidak harus menunggu proses rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) yang membutuhkan waktu lebih panjang.
“Kebutuhan tenaga perawat di Riau terus meningkat seiring ekspansi layanan kesehatan di daerah dan pertumbuhan penduduk. Skema BLUD memungkinkan pemerintah merekrut tenaga secara lebih fleksibel sesuai beban kerja fasilitas kesehatan,” ujarnya.(sol)