Sabtu, 3 Oktober 2026
- Advertisement -

Hari Kedua SPMB di Inhil Masih Terkendala, Orang Tua Keluhkan Aplikasi Error

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menghadapi kendala teknis pada hari kedua pendaftaran. Aplikasi i-Potret yang digunakan untuk proses registrasi siswa jenjang SD dan SMP dilaporkan belum beroperasi secara optimal sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan pendaftaran.

Gangguan pada sistem tersebut dikeluhkan sejumlah orang tua calon peserta didik. Mereka mengaku kesulitan membuat akun maupun melanjutkan tahapan pendaftaran meski telah berkali-kali mencoba mengakses aplikasi.

Salah seorang orang tua calon siswa, Mirwan, mengatakan masalah pada aplikasi masih terjadi sejak hari pertama pelaksanaan SPMB hingga memasuki hari kedua.

“Sudah hari kedua sejak pagi aplikasi ini terus mengalami eror. Ini menjadi kendala awal bagi kami sebagai orang tua untuk mendaftarkan anak masuk sekolah. Kami berharap masalah ini segera diatasi karena waktu pendaftaran sangat singkat,” ujarnya, Selasa (16/6).

Baca Juga:  Forkopimda Pantau Sejumlah TPS

Meski demikian, Kepala Dinas Pendidikan Inhil Abdul Rasyid menegaskan pelaksanaan SPMB tetap berlangsung. Menurutnya, pihak Disdik bersama tim teknis dari Diskominfosantik terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja server agar sistem kembali normal.

“Pelayanan tetap berjalan. Kami terus melakukan perbaikan dan optimalisasi sistem agar proses pendaftaran dapat diakses masyarakat,” katanya.

Keluhan serupa juga ramai disampaikan warga melalui media sosial. Sebagian masyarakat mengaku mengalami kesulitan saat melakukan verifikasi akun, sementara lainnya tidak dapat masuk ke menu pendaftaran karena gangguan sistem yang terjadi berulang kali.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua murid. Mereka khawatir proses pendaftaran anak tidak dapat diselesaikan tepat waktu mengingat masa pelaksanaan SPMB hanya berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 15 hingga 17 Juni 2026.

Baca Juga:  Harimau Sumatra Muncul di Inhil, Warga Diminta Waspada dan Tak Keluar Sendirian

Menanggapi berbagai keluhan yang muncul, DPRD Inhil menjadwalkan rapat gabungan antara Komisi I dan Komisi IV bersama Dinas Pendidikan serta Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik). Pertemuan itu digelar untuk meminta penjelasan terkait gangguan sistem yang dikeluhkan masyarakat.

Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari orang tua murid mengenai sulitnya mengakses aplikasi pendaftaran.

“Kami akan meminta penjelasan dari Disdik dan Diskominfosantik terkait kendala yang terjadi serta langkah penanganannya. Jangan sampai masyarakat dirugikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan SPMB berbasis elektronik merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem penerimaan murid baru yang objektif, transparan, akuntabel, tidak diskriminatif, dan bebas dari pungutan biaya. (*2)

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menghadapi kendala teknis pada hari kedua pendaftaran. Aplikasi i-Potret yang digunakan untuk proses registrasi siswa jenjang SD dan SMP dilaporkan belum beroperasi secara optimal sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan pendaftaran.

Gangguan pada sistem tersebut dikeluhkan sejumlah orang tua calon peserta didik. Mereka mengaku kesulitan membuat akun maupun melanjutkan tahapan pendaftaran meski telah berkali-kali mencoba mengakses aplikasi.

Salah seorang orang tua calon siswa, Mirwan, mengatakan masalah pada aplikasi masih terjadi sejak hari pertama pelaksanaan SPMB hingga memasuki hari kedua.

“Sudah hari kedua sejak pagi aplikasi ini terus mengalami eror. Ini menjadi kendala awal bagi kami sebagai orang tua untuk mendaftarkan anak masuk sekolah. Kami berharap masalah ini segera diatasi karena waktu pendaftaran sangat singkat,” ujarnya, Selasa (16/6).

Baca Juga:  Satpol PP Diharapkan Makin Profesional

Meski demikian, Kepala Dinas Pendidikan Inhil Abdul Rasyid menegaskan pelaksanaan SPMB tetap berlangsung. Menurutnya, pihak Disdik bersama tim teknis dari Diskominfosantik terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja server agar sistem kembali normal.

- Advertisement -

“Pelayanan tetap berjalan. Kami terus melakukan perbaikan dan optimalisasi sistem agar proses pendaftaran dapat diakses masyarakat,” katanya.

Keluhan serupa juga ramai disampaikan warga melalui media sosial. Sebagian masyarakat mengaku mengalami kesulitan saat melakukan verifikasi akun, sementara lainnya tidak dapat masuk ke menu pendaftaran karena gangguan sistem yang terjadi berulang kali.

- Advertisement -

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua murid. Mereka khawatir proses pendaftaran anak tidak dapat diselesaikan tepat waktu mengingat masa pelaksanaan SPMB hanya berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 15 hingga 17 Juni 2026.

Baca Juga:  Semarak HUT RI, Warga Sungai Gantang Bentangkan Bendera Sepanjang 1.081 Meter di Inhil

Menanggapi berbagai keluhan yang muncul, DPRD Inhil menjadwalkan rapat gabungan antara Komisi I dan Komisi IV bersama Dinas Pendidikan serta Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik). Pertemuan itu digelar untuk meminta penjelasan terkait gangguan sistem yang dikeluhkan masyarakat.

Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari orang tua murid mengenai sulitnya mengakses aplikasi pendaftaran.

“Kami akan meminta penjelasan dari Disdik dan Diskominfosantik terkait kendala yang terjadi serta langkah penanganannya. Jangan sampai masyarakat dirugikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan SPMB berbasis elektronik merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem penerimaan murid baru yang objektif, transparan, akuntabel, tidak diskriminatif, dan bebas dari pungutan biaya. (*2)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menghadapi kendala teknis pada hari kedua pendaftaran. Aplikasi i-Potret yang digunakan untuk proses registrasi siswa jenjang SD dan SMP dilaporkan belum beroperasi secara optimal sehingga menyulitkan masyarakat dalam mengakses layanan pendaftaran.

Gangguan pada sistem tersebut dikeluhkan sejumlah orang tua calon peserta didik. Mereka mengaku kesulitan membuat akun maupun melanjutkan tahapan pendaftaran meski telah berkali-kali mencoba mengakses aplikasi.

Salah seorang orang tua calon siswa, Mirwan, mengatakan masalah pada aplikasi masih terjadi sejak hari pertama pelaksanaan SPMB hingga memasuki hari kedua.

“Sudah hari kedua sejak pagi aplikasi ini terus mengalami eror. Ini menjadi kendala awal bagi kami sebagai orang tua untuk mendaftarkan anak masuk sekolah. Kami berharap masalah ini segera diatasi karena waktu pendaftaran sangat singkat,” ujarnya, Selasa (16/6).

Baca Juga:  Joran Tersangkut Kabel PLN, Pemancing di Inhil Tewas Tersengat Listrik

Meski demikian, Kepala Dinas Pendidikan Inhil Abdul Rasyid menegaskan pelaksanaan SPMB tetap berlangsung. Menurutnya, pihak Disdik bersama tim teknis dari Diskominfosantik terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja server agar sistem kembali normal.

“Pelayanan tetap berjalan. Kami terus melakukan perbaikan dan optimalisasi sistem agar proses pendaftaran dapat diakses masyarakat,” katanya.

Keluhan serupa juga ramai disampaikan warga melalui media sosial. Sebagian masyarakat mengaku mengalami kesulitan saat melakukan verifikasi akun, sementara lainnya tidak dapat masuk ke menu pendaftaran karena gangguan sistem yang terjadi berulang kali.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua murid. Mereka khawatir proses pendaftaran anak tidak dapat diselesaikan tepat waktu mengingat masa pelaksanaan SPMB hanya berlangsung selama tiga hari, yakni mulai 15 hingga 17 Juni 2026.

Baca Juga:  Kerja Keras Kendalikan Inflasi

Menanggapi berbagai keluhan yang muncul, DPRD Inhil menjadwalkan rapat gabungan antara Komisi I dan Komisi IV bersama Dinas Pendidikan serta Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik). Pertemuan itu digelar untuk meminta penjelasan terkait gangguan sistem yang dikeluhkan masyarakat.

Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari orang tua murid mengenai sulitnya mengakses aplikasi pendaftaran.

“Kami akan meminta penjelasan dari Disdik dan Diskominfosantik terkait kendala yang terjadi serta langkah penanganannya. Jangan sampai masyarakat dirugikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan SPMB berbasis elektronik merupakan bagian dari upaya menciptakan sistem penerimaan murid baru yang objektif, transparan, akuntabel, tidak diskriminatif, dan bebas dari pungutan biaya. (*2)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari