Minggu, 29 Maret 2026
- Advertisement -

Warga Pekanbaru Mulai Serbu Waste Station, Sampah Bisa Jadi Uang!

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program waste station yang diinisiasi Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya antusiasme masyarakat dalam menukarkan sampah, khususnya sampah anorganik.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan bahwa konsep waste station sebenarnya telah lebih dulu diterapkan di sejumlah negara maju. Sementara di Indonesia, khususnya wilayah Sumatera, Pekanbaru menjadi kota pertama yang menjalankan program tersebut.

Ia mengaku telah meninjau langsung aktivitas penukaran sampah di waste station Tugu Tunjuk Ajar yang berada di dekat rumah dinas wali kota. Dari hasil peninjauan tersebut, terlihat masyarakat mulai aktif memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Alhamdulillah, masyarakat mulai antusias menukarkan sampah anorganik di waste station,” ujarnya.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mendapatkan manfaat dari pengelolaannya.

Baca Juga:  Lumpuh Sejak 6 Tahun Lalu, Bripka Ripal Bopong Remaja dan Urusi Kartu BPJS

Ke depan, Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menghadirkan total 10 titik waste station yang akan tersebar di berbagai wilayah kota.

“Insha Allah akan kita sebar di seluruh kota,” tambahnya.

Program ini merupakan bagian dari upaya penataan kota menuju konsep Green City yang tengah digencarkan Pemko Pekanbaru. Pengelolaan sampah menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian serius dalam mewujudkan visi tersebut.

Selain meningkatkan sistem pengangkutan sampah, pemerintah juga menyediakan fasilitas penukaran sampah menjadi uang sebagai bentuk inovasi dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Rekosistem, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pemulihan material.

Baca Juga:  Minibus Seruduk Sepeda Motor dan Minimarket

Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, botol plastik, botol kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, hingga barang elektronik bekas.

Tidak hanya menyediakan titik pengumpulan, Rekosistem juga akan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah sehingga seluruh proses dapat berjalan secara terintegrasi.

Program ini bahkan menjadi yang pertama di Sumatera yang menghadirkan sistem penukaran sampah menjadi uang berbasis aplikasi dengan jaringan drop point di berbagai lokasi strategis di Pekanbaru. (nda)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program waste station yang diinisiasi Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya antusiasme masyarakat dalam menukarkan sampah, khususnya sampah anorganik.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan bahwa konsep waste station sebenarnya telah lebih dulu diterapkan di sejumlah negara maju. Sementara di Indonesia, khususnya wilayah Sumatera, Pekanbaru menjadi kota pertama yang menjalankan program tersebut.

Ia mengaku telah meninjau langsung aktivitas penukaran sampah di waste station Tugu Tunjuk Ajar yang berada di dekat rumah dinas wali kota. Dari hasil peninjauan tersebut, terlihat masyarakat mulai aktif memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Alhamdulillah, masyarakat mulai antusias menukarkan sampah anorganik di waste station,” ujarnya.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mendapatkan manfaat dari pengelolaannya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Empat Pamen Polda Resmi Berganti

Ke depan, Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menghadirkan total 10 titik waste station yang akan tersebar di berbagai wilayah kota.

“Insha Allah akan kita sebar di seluruh kota,” tambahnya.

- Advertisement -

Program ini merupakan bagian dari upaya penataan kota menuju konsep Green City yang tengah digencarkan Pemko Pekanbaru. Pengelolaan sampah menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian serius dalam mewujudkan visi tersebut.

Selain meningkatkan sistem pengangkutan sampah, pemerintah juga menyediakan fasilitas penukaran sampah menjadi uang sebagai bentuk inovasi dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Rekosistem, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pemulihan material.

Baca Juga:  Pedagang Minta Dukungan DPRD Tuntut Jualan di TPS hingga Idulfitri

Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, botol plastik, botol kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, hingga barang elektronik bekas.

Tidak hanya menyediakan titik pengumpulan, Rekosistem juga akan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah sehingga seluruh proses dapat berjalan secara terintegrasi.

Program ini bahkan menjadi yang pertama di Sumatera yang menghadirkan sistem penukaran sampah menjadi uang berbasis aplikasi dengan jaringan drop point di berbagai lokasi strategis di Pekanbaru. (nda)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program waste station yang diinisiasi Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya antusiasme masyarakat dalam menukarkan sampah, khususnya sampah anorganik.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan bahwa konsep waste station sebenarnya telah lebih dulu diterapkan di sejumlah negara maju. Sementara di Indonesia, khususnya wilayah Sumatera, Pekanbaru menjadi kota pertama yang menjalankan program tersebut.

Ia mengaku telah meninjau langsung aktivitas penukaran sampah di waste station Tugu Tunjuk Ajar yang berada di dekat rumah dinas wali kota. Dari hasil peninjauan tersebut, terlihat masyarakat mulai aktif memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Alhamdulillah, masyarakat mulai antusias menukarkan sampah anorganik di waste station,” ujarnya.

Menurutnya, program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mendapatkan manfaat dari pengelolaannya.

Baca Juga:  Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Ke depan, Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menghadirkan total 10 titik waste station yang akan tersebar di berbagai wilayah kota.

“Insha Allah akan kita sebar di seluruh kota,” tambahnya.

Program ini merupakan bagian dari upaya penataan kota menuju konsep Green City yang tengah digencarkan Pemko Pekanbaru. Pengelolaan sampah menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian serius dalam mewujudkan visi tersebut.

Selain meningkatkan sistem pengangkutan sampah, pemerintah juga menyediakan fasilitas penukaran sampah menjadi uang sebagai bentuk inovasi dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Rekosistem, perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pengelolaan sampah dan pemulihan material.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Riau Ajak Ibu Muda Imunisasi Lengkap Balitanya

Melalui kerja sama tersebut, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, botol plastik, botol kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, hingga barang elektronik bekas.

Tidak hanya menyediakan titik pengumpulan, Rekosistem juga akan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah sehingga seluruh proses dapat berjalan secara terintegrasi.

Program ini bahkan menjadi yang pertama di Sumatera yang menghadirkan sistem penukaran sampah menjadi uang berbasis aplikasi dengan jaringan drop point di berbagai lokasi strategis di Pekanbaru. (nda)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari