Kamis, 16 April 2026
- Advertisement -

FEB dan FH UIR Dorong Petani Siak Naik Kelas Lewat Edukasi Madu Kelulut

SIAK (RIAUPOS.CO) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Riau (UIR) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), para dosen kedua fakultas hadir di Rumah Madu Kelulut Nirwana, Desa Merempan, Kabupaten Siak, Senin (3/11), memberikan edukasi langsung kepada pelaku usaha madu lokal.

Kegiatan yang diikuti sekitar 20 peserta ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Tiga dosen UIR menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut dengan fokus utama pada strategi pemasaran, perlindungan hukum, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Materi pertama disampaikan oleh Dr Hj Eva Sundari SE MM dari FEB UIR dengan tema “Strategi Penjualan Madu melalui Re-Packaging pada Usaha Madu Kelulut Nirwana.” Eva menekankan pentingnya inovasi kemasan agar madu kelulut memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

Baca Juga:  Lima Cara ala Pelaku Usaha Lokal Bersama Tokopedia

Selanjutnya, Yuliana Indah Sari SH MH dari FH UIR membawakan materi bertema “Pentingnya Pendaftaran Hak Merek pada Usaha Madu Nirwana.” Ia menjelaskan bahwa perlindungan hukum terhadap merek menjadi langkah penting agar produk lokal punya identitas kuat dan terlindungi dari peniruan.

Sesi ketiga diisi oleh Arie Yusnelly SE MM dari FEB UIR dengan topik “Edukasi Manajemen SDM melalui Budidaya Madu Kelulut untuk Menambah Penghasilan Keluarga.” Arie mengajak peserta melihat budidaya madu bukan sekadar pekerjaan sampingan, tetapi peluang ekonomi yang dapat menambah kesejahteraan rumah tangga.

Menurut Dr Hj Eva Sundari, kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan literasi dan kapasitas para petani madu di Siak, terutama dalam hal strategi penjualan dan penguatan merek. “Kami berharap setelah kegiatan ini, peserta mampu menciptakan identitas merek sendiri, meningkatkan kemampuan pemasaran, serta mengelola usaha secara lebih profesional,” ujarnya.

Baca Juga:  Journey Room PHR Hadir Lebih Imersif, Buka Akses Edukasi Energi bagi Generasi Muda

Eva menambahkan, Desa Merempan dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengembangan madu kelulut, namun masih membutuhkan pendampingan di bidang manajemen usaha dan strategi pemasaran. “Dengan edukasi ini, kami ingin membantu masyarakat agar lebih siap bersaing dan produk Madu Kelulut Nirwana semakin dikenal luas,” katanya.

Melalui kegiatan PKM ini, UIR berupaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa. Harapannya, usaha madu kelulut di Siak tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga mampu tumbuh berkelanjutan dengan dukungan pengetahuan dan manajemen yang lebih baik.(van/c)

SIAK (RIAUPOS.CO) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Riau (UIR) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), para dosen kedua fakultas hadir di Rumah Madu Kelulut Nirwana, Desa Merempan, Kabupaten Siak, Senin (3/11), memberikan edukasi langsung kepada pelaku usaha madu lokal.

Kegiatan yang diikuti sekitar 20 peserta ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Tiga dosen UIR menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut dengan fokus utama pada strategi pemasaran, perlindungan hukum, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Materi pertama disampaikan oleh Dr Hj Eva Sundari SE MM dari FEB UIR dengan tema “Strategi Penjualan Madu melalui Re-Packaging pada Usaha Madu Kelulut Nirwana.” Eva menekankan pentingnya inovasi kemasan agar madu kelulut memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

Baca Juga:  Dosen Umrah Digitalisasi Bank Sampah KKBS, Kelola Keuangan Kini Lebih Transparan

Selanjutnya, Yuliana Indah Sari SH MH dari FH UIR membawakan materi bertema “Pentingnya Pendaftaran Hak Merek pada Usaha Madu Nirwana.” Ia menjelaskan bahwa perlindungan hukum terhadap merek menjadi langkah penting agar produk lokal punya identitas kuat dan terlindungi dari peniruan.

Sesi ketiga diisi oleh Arie Yusnelly SE MM dari FEB UIR dengan topik “Edukasi Manajemen SDM melalui Budidaya Madu Kelulut untuk Menambah Penghasilan Keluarga.” Arie mengajak peserta melihat budidaya madu bukan sekadar pekerjaan sampingan, tetapi peluang ekonomi yang dapat menambah kesejahteraan rumah tangga.

- Advertisement -

Menurut Dr Hj Eva Sundari, kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan literasi dan kapasitas para petani madu di Siak, terutama dalam hal strategi penjualan dan penguatan merek. “Kami berharap setelah kegiatan ini, peserta mampu menciptakan identitas merek sendiri, meningkatkan kemampuan pemasaran, serta mengelola usaha secara lebih profesional,” ujarnya.

Baca Juga:  Inovasi Pembelajaran Kitab Kuning, PBA-UIR Hadir di Ponpes Nurul Azhar

Eva menambahkan, Desa Merempan dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengembangan madu kelulut, namun masih membutuhkan pendampingan di bidang manajemen usaha dan strategi pemasaran. “Dengan edukasi ini, kami ingin membantu masyarakat agar lebih siap bersaing dan produk Madu Kelulut Nirwana semakin dikenal luas,” katanya.

- Advertisement -

Melalui kegiatan PKM ini, UIR berupaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa. Harapannya, usaha madu kelulut di Siak tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga mampu tumbuh berkelanjutan dengan dukungan pengetahuan dan manajemen yang lebih baik.(van/c)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK (RIAUPOS.CO) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Riau (UIR) terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), para dosen kedua fakultas hadir di Rumah Madu Kelulut Nirwana, Desa Merempan, Kabupaten Siak, Senin (3/11), memberikan edukasi langsung kepada pelaku usaha madu lokal.

Kegiatan yang diikuti sekitar 20 peserta ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Tiga dosen UIR menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut dengan fokus utama pada strategi pemasaran, perlindungan hukum, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Materi pertama disampaikan oleh Dr Hj Eva Sundari SE MM dari FEB UIR dengan tema “Strategi Penjualan Madu melalui Re-Packaging pada Usaha Madu Kelulut Nirwana.” Eva menekankan pentingnya inovasi kemasan agar madu kelulut memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

Baca Juga:  Fakultas Kedokteran Unri Baksos Pelatihan Pemeriksaan IVA pada Bidan

Selanjutnya, Yuliana Indah Sari SH MH dari FH UIR membawakan materi bertema “Pentingnya Pendaftaran Hak Merek pada Usaha Madu Nirwana.” Ia menjelaskan bahwa perlindungan hukum terhadap merek menjadi langkah penting agar produk lokal punya identitas kuat dan terlindungi dari peniruan.

Sesi ketiga diisi oleh Arie Yusnelly SE MM dari FEB UIR dengan topik “Edukasi Manajemen SDM melalui Budidaya Madu Kelulut untuk Menambah Penghasilan Keluarga.” Arie mengajak peserta melihat budidaya madu bukan sekadar pekerjaan sampingan, tetapi peluang ekonomi yang dapat menambah kesejahteraan rumah tangga.

Menurut Dr Hj Eva Sundari, kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan literasi dan kapasitas para petani madu di Siak, terutama dalam hal strategi penjualan dan penguatan merek. “Kami berharap setelah kegiatan ini, peserta mampu menciptakan identitas merek sendiri, meningkatkan kemampuan pemasaran, serta mengelola usaha secara lebih profesional,” ujarnya.

Baca Juga:  Aksi 17+8, Mahasiswa Desak DPR dan Pemerintah Penuhi Tuntutan Rakyat

Eva menambahkan, Desa Merempan dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengembangan madu kelulut, namun masih membutuhkan pendampingan di bidang manajemen usaha dan strategi pemasaran. “Dengan edukasi ini, kami ingin membantu masyarakat agar lebih siap bersaing dan produk Madu Kelulut Nirwana semakin dikenal luas,” katanya.

Melalui kegiatan PKM ini, UIR berupaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa. Harapannya, usaha madu kelulut di Siak tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga mampu tumbuh berkelanjutan dengan dukungan pengetahuan dan manajemen yang lebih baik.(van/c)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari