Sabtu, 20 Juni 2026
- Advertisement -

Edarkan Narkoba, Suami Istri Dibekuk Polisi

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Tim Mata Elang Satuan Resnarkoba Polres Kuansing menangkap tersangka tindak pidana narkotika jenis sabu di Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir, Selasa (30/1).

Tersangka yang diamankan adalah pria berinisial H (36) dan wanita berinisial F (35) residivis narkoba. Keduanya merupakan pasangan suami istri.

Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH melalui Kasat Resnarkoba Polres Kuansing AKP Novris H Simanjuntak SH MH mengatakan, ada laporan dari masyarakat menyebutkan adanya transaksi narkoba di Desa Koto Baru.

‘’Sebelum subuh, saya bersama tim melakukan penangkapan di rumahnya. Dari kamarnya, kami menemukan 3 paket besar dan 1 buah tas pinggang yang berisikan timbangan,’’ kata Novris.

Bahkan, karena merasa tidak puas, kata Novris, tim kembali memeriksa dan mencari narkoba di kamarnya. Terbukti, tim kembali menemukan narkoba di dalam sarung tangan milik tersangka. Di dalam sarung tangan itu, ditemukan sebuah kotak rokok yang berisi narkoba 9 paket kecil.

Baca Juga:  MA Peduli Serahkan Bantuan ke Panti Asuhan

‘’Saat diinterograsi, H menerangkan bahwa 3 paket sedang narkotika jenis sabu adalah miliknya yang dibeli dari D sebanyak 2 kantong seharga Rp9 juta. Sementara 1 paket sedang narkotika jenis sabu dan 9 paket kacil narkotika jenis sabu yang ditemukan di dalam sarung tangan kain adalah milik F yang diserahkan oleh H untuk diedarkan,’’ kata Novris.

Saat ini, lanjut Novris, kedua tersangka diamankan di Polres Kuansing dan dilakukan tes urine positif amphetamin, tersangka yang berperan sebagai pengedar dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polres Kuansing dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Kuansing.

Baca Juga:  Putri Bupati Kuansing Jadi Duta Pariwisata Riau 2024

‘’’Kami tidak akan tinggal diam terhadap peredaran narkotika yang merusak generasi muda. Kami akan terus berupaya memutus mata rantai peredaran narkotika dengan mengambil tindakan tegas terhadap para tersangka,’’ tutup Novris.(yas)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Tim Mata Elang Satuan Resnarkoba Polres Kuansing menangkap tersangka tindak pidana narkotika jenis sabu di Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir, Selasa (30/1).

Tersangka yang diamankan adalah pria berinisial H (36) dan wanita berinisial F (35) residivis narkoba. Keduanya merupakan pasangan suami istri.

Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH melalui Kasat Resnarkoba Polres Kuansing AKP Novris H Simanjuntak SH MH mengatakan, ada laporan dari masyarakat menyebutkan adanya transaksi narkoba di Desa Koto Baru.

‘’Sebelum subuh, saya bersama tim melakukan penangkapan di rumahnya. Dari kamarnya, kami menemukan 3 paket besar dan 1 buah tas pinggang yang berisikan timbangan,’’ kata Novris.

Bahkan, karena merasa tidak puas, kata Novris, tim kembali memeriksa dan mencari narkoba di kamarnya. Terbukti, tim kembali menemukan narkoba di dalam sarung tangan milik tersangka. Di dalam sarung tangan itu, ditemukan sebuah kotak rokok yang berisi narkoba 9 paket kecil.

- Advertisement -
Baca Juga:  Besok, KPU Tetapkan Tiga Paslon Pilkada Kuansing 2024

‘’Saat diinterograsi, H menerangkan bahwa 3 paket sedang narkotika jenis sabu adalah miliknya yang dibeli dari D sebanyak 2 kantong seharga Rp9 juta. Sementara 1 paket sedang narkotika jenis sabu dan 9 paket kacil narkotika jenis sabu yang ditemukan di dalam sarung tangan kain adalah milik F yang diserahkan oleh H untuk diedarkan,’’ kata Novris.

Saat ini, lanjut Novris, kedua tersangka diamankan di Polres Kuansing dan dilakukan tes urine positif amphetamin, tersangka yang berperan sebagai pengedar dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

- Advertisement -

Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polres Kuansing dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Kuansing.

Baca Juga:  Mantan Ketua DPRD Kuansing Ditahan Kejari, Terseret Kasus Korupsi Lahan Hotel Kuansing

‘’’Kami tidak akan tinggal diam terhadap peredaran narkotika yang merusak generasi muda. Kami akan terus berupaya memutus mata rantai peredaran narkotika dengan mengambil tindakan tegas terhadap para tersangka,’’ tutup Novris.(yas)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Tim Mata Elang Satuan Resnarkoba Polres Kuansing menangkap tersangka tindak pidana narkotika jenis sabu di Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir, Selasa (30/1).

Tersangka yang diamankan adalah pria berinisial H (36) dan wanita berinisial F (35) residivis narkoba. Keduanya merupakan pasangan suami istri.

Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH melalui Kasat Resnarkoba Polres Kuansing AKP Novris H Simanjuntak SH MH mengatakan, ada laporan dari masyarakat menyebutkan adanya transaksi narkoba di Desa Koto Baru.

‘’Sebelum subuh, saya bersama tim melakukan penangkapan di rumahnya. Dari kamarnya, kami menemukan 3 paket besar dan 1 buah tas pinggang yang berisikan timbangan,’’ kata Novris.

Bahkan, karena merasa tidak puas, kata Novris, tim kembali memeriksa dan mencari narkoba di kamarnya. Terbukti, tim kembali menemukan narkoba di dalam sarung tangan milik tersangka. Di dalam sarung tangan itu, ditemukan sebuah kotak rokok yang berisi narkoba 9 paket kecil.

Baca Juga:  Putri Bupati Kuansing Jadi Duta Pariwisata Riau 2024

‘’Saat diinterograsi, H menerangkan bahwa 3 paket sedang narkotika jenis sabu adalah miliknya yang dibeli dari D sebanyak 2 kantong seharga Rp9 juta. Sementara 1 paket sedang narkotika jenis sabu dan 9 paket kacil narkotika jenis sabu yang ditemukan di dalam sarung tangan kain adalah milik F yang diserahkan oleh H untuk diedarkan,’’ kata Novris.

Saat ini, lanjut Novris, kedua tersangka diamankan di Polres Kuansing dan dilakukan tes urine positif amphetamin, tersangka yang berperan sebagai pengedar dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen Polres Kuansing dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Kuansing.

Baca Juga:  Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

‘’’Kami tidak akan tinggal diam terhadap peredaran narkotika yang merusak generasi muda. Kami akan terus berupaya memutus mata rantai peredaran narkotika dengan mengambil tindakan tegas terhadap para tersangka,’’ tutup Novris.(yas)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari