Senin, 19 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Kemkominfo Mulai Uji Regulasi IMEI di Batam

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sebelum menerapkan secara nasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar sosialisasi terkait regulasi Internasional Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk pertama kali di Kota Batam.

Dipilihnya Batam karena menjadi salah satu pintu masuk barang-barang dari luar negeri.

"Dari pemerintah, keadaan ini sudah tentu menyebabkan hilangnya potensi pajak dan juga lapangan kerja. Dari sisi konsumen, produk ilegal yang dibuat menggunakan part di bawah standar berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan," kata Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Mochamad Hadiyana, dalam keterangan resmi.

Peserta sosialisasi regulasi IMEI di Batam berasal dari pelaku industri telekomunikasi mulai dari pemegang merk, vendor alat dan perangkat telekomunikasi seperti Samsung dan Huawei; distributor, operator telekomunikasi, Radio Republik Indonesia, serta Dinas Komunikasi dan Informasi dan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam.

Baca Juga:  Agung Toyota Jungle Run 2024 7K Meriah

Saat sosialisasi, Hadiyana menyampaikan produk ilegal, setelah regulasi IMEI berlaku, akan merugikan konsumen karena mereka tidak dapat tersambung ke jaringan seluler, sementara bagi operator seluler, produk pasar gelap akan menurunkan kualitas layanan.

"Produsen pun akan kehilangan haknya, perangkat ilegal, hak memperoleh persaingan yang sehat juga menjadi hilang,” kata Hadiyana.

Regulasi IMEI merupakan salah satu cara negara untuk memerangi perangkat telekomunikasi ilegal, selain upaya konvensional yang selama ini telah dilakukan pemerintah berupa pencegahan di post border oleh Bea dan Cukai.

Kementerian mengharapkan masyarakat umum memahami tujuan regulasi IMEI ini, sebelum berlaku efektif pada 18 April 2020.

Setelah tanggal tersebut, ponsel dengan IMEI yang tidak terdaftar tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi karena tidak dapat tersambung ke jaringan seluler. (mg8/jpnn)
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  DJKN RSK Berikan Kontribusi Penerimaan Negara Rp47,2 M

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sebelum menerapkan secara nasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar sosialisasi terkait regulasi Internasional Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk pertama kali di Kota Batam.

Dipilihnya Batam karena menjadi salah satu pintu masuk barang-barang dari luar negeri.

"Dari pemerintah, keadaan ini sudah tentu menyebabkan hilangnya potensi pajak dan juga lapangan kerja. Dari sisi konsumen, produk ilegal yang dibuat menggunakan part di bawah standar berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan," kata Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Mochamad Hadiyana, dalam keterangan resmi.

Peserta sosialisasi regulasi IMEI di Batam berasal dari pelaku industri telekomunikasi mulai dari pemegang merk, vendor alat dan perangkat telekomunikasi seperti Samsung dan Huawei; distributor, operator telekomunikasi, Radio Republik Indonesia, serta Dinas Komunikasi dan Informasi dan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam.

Baca Juga:  Perbaharui Fitur Situs Web, Apical Tingkatkan Transparansi Inisiatif Keberlanjutan

Saat sosialisasi, Hadiyana menyampaikan produk ilegal, setelah regulasi IMEI berlaku, akan merugikan konsumen karena mereka tidak dapat tersambung ke jaringan seluler, sementara bagi operator seluler, produk pasar gelap akan menurunkan kualitas layanan.

- Advertisement -

"Produsen pun akan kehilangan haknya, perangkat ilegal, hak memperoleh persaingan yang sehat juga menjadi hilang,” kata Hadiyana.

Regulasi IMEI merupakan salah satu cara negara untuk memerangi perangkat telekomunikasi ilegal, selain upaya konvensional yang selama ini telah dilakukan pemerintah berupa pencegahan di post border oleh Bea dan Cukai.

- Advertisement -

Kementerian mengharapkan masyarakat umum memahami tujuan regulasi IMEI ini, sebelum berlaku efektif pada 18 April 2020.

Setelah tanggal tersebut, ponsel dengan IMEI yang tidak terdaftar tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi karena tidak dapat tersambung ke jaringan seluler. (mg8/jpnn)
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Menko Airlangga: Pemerintah Sediakan Minyak Goreng Rp14 Ribu Per Liter
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sebelum menerapkan secara nasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar sosialisasi terkait regulasi Internasional Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk pertama kali di Kota Batam.

Dipilihnya Batam karena menjadi salah satu pintu masuk barang-barang dari luar negeri.

"Dari pemerintah, keadaan ini sudah tentu menyebabkan hilangnya potensi pajak dan juga lapangan kerja. Dari sisi konsumen, produk ilegal yang dibuat menggunakan part di bawah standar berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan," kata Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Mochamad Hadiyana, dalam keterangan resmi.

Peserta sosialisasi regulasi IMEI di Batam berasal dari pelaku industri telekomunikasi mulai dari pemegang merk, vendor alat dan perangkat telekomunikasi seperti Samsung dan Huawei; distributor, operator telekomunikasi, Radio Republik Indonesia, serta Dinas Komunikasi dan Informasi dan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam.

Baca Juga:  Insight Investments Management Berikan Perlindungan Anggota Aspekpir

Saat sosialisasi, Hadiyana menyampaikan produk ilegal, setelah regulasi IMEI berlaku, akan merugikan konsumen karena mereka tidak dapat tersambung ke jaringan seluler, sementara bagi operator seluler, produk pasar gelap akan menurunkan kualitas layanan.

"Produsen pun akan kehilangan haknya, perangkat ilegal, hak memperoleh persaingan yang sehat juga menjadi hilang,” kata Hadiyana.

Regulasi IMEI merupakan salah satu cara negara untuk memerangi perangkat telekomunikasi ilegal, selain upaya konvensional yang selama ini telah dilakukan pemerintah berupa pencegahan di post border oleh Bea dan Cukai.

Kementerian mengharapkan masyarakat umum memahami tujuan regulasi IMEI ini, sebelum berlaku efektif pada 18 April 2020.

Setelah tanggal tersebut, ponsel dengan IMEI yang tidak terdaftar tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi karena tidak dapat tersambung ke jaringan seluler. (mg8/jpnn)
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Jeep Hadirkan Rubicon Edisi Spesial

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari