Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih mengurung harimau sumatera yang menerkam pekerja perusahaan kehutanan hingga tewas di Pelalawan. Harimau dewasa yang dievakuasi usai masuk perangkap itu belum dilepasliarkan dalam waktu dekat.
Usai masuk perangkap, harimau Sumatera yang menerkam manusia hingga tewas di Pelalawan masih menjalani observasi. Ia direncakan akan dilepasliarkan kembali.
Fakta baru terungkap pada kasus pembantaian harimau Sumatera yang terjerat di Desa Tibawan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Satwa terancam punah itu masih hidup sebelum para tersangka datang ke lokasi jerat, membunuh lalu mengulitinya.Â
Seekor bayi gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) terekam kamera amatir warga sedang hilir mudik di perkebunan sawit Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengecam keras perbuatan oknum masyarakat yang mengakhiri hidup satwa dilindungi dan terancam punah yakni harimau Sumatera di Rokan IV Koto, Rokan Hulu (Rohul).
Seekor harimau sumatera yang muncul di kawasan hutan yang ada di Desa Tibawan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, Ahad (2/3) siang, terperangkat jerat babi oleh masyarakat setempat.
Dalam video itu, mamalia raksasa tersebut hanya terlihat punggung dan ujung belalainya saja di permukaan air. Dalam hitungan jam, video itu telah mendapat lebih dari 2000 suka dan diteruskan lebih dari 200 kali.
Lokasi keberadaan hewan satwa liar itu berada pada aktivitas masyarakat yang ramai. Ini berpotensi menjadi ancaman keselamatan warga di sekitarnya, termasuk pegawai yang berkantor di Kompleks Perkantoran Bina Praja Rohul
Warga empat desa di Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar resah atas aktivitas gajah Sumatera. Gajah disebut merusak tanaman dan kebun masyarakat beberapa kali sejak Mei lalu
Memasuki dua pekan harimau Sumatera yang meneror warga Mempura dan Sungai Apit tidak terdeteksi. Hewan buas dilindungi tersebut berada di luar radar Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.