Minggu, 10 Mei 2026
- Advertisement -

Tracking Berujung Hilang Kontak, 24 Orang Termasuk Mahasiswa Unand Dicari Tim SAR

LIMAPULUH KOTA (RIAUPOS.CO)– Sebanyak 24 orang dilaporkan belum kembali usai melakukan kegiatan tracking dan peninjauan lokasi Kopi Hutan di kawasan Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Kamis (31/7). Di antara mereka, terdapat 17 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Selain mahasiswa, rombongan juga terdiri dari Wali Nagari Pauh Sangik, tiga perangkat nagari, serta tiga warga lokal yang ikut mendampingi.

Camat Akabiluru, Yalbalku Jevino, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa hingga pukul 17.30 WIB, para peserta tracking belum juga kembali dan tidak bisa dihubungi.

“Wali nagari dan mahasiswa KKN Unand belum kembali. Saya sedang menuju lokasi,” ujar Jevino.

Baca Juga:  Truk Roda 22 Terbalik, Lintas Sitinjau Lauik Macet Parah Arah Padang

Menurut informasi yang diterima terakhir kali, Wali Nagari sempat membagikan lokasi melalui share-lock, namun setelah itu tidak ada lagi komunikasi dengan rombongan.

Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, menyatakan bahwa tim pencarian gabungan telah bergerak dan posko pencarian didirikan di Nagari Pauh Sangik.

“Sesuai SOP, pencarian intensif akan dilakukan pagi hari. Tapi jika malam ini koordinat sudah diketahui, tim siap menjemput,” ujarnya.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan kini sedang bersiap untuk proses evakuasi. Hingga berita ini disampaikan, belum ada kabar terbaru mengenai keberadaan rombongan.(rid/das)

LIMAPULUH KOTA (RIAUPOS.CO)– Sebanyak 24 orang dilaporkan belum kembali usai melakukan kegiatan tracking dan peninjauan lokasi Kopi Hutan di kawasan Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Kamis (31/7). Di antara mereka, terdapat 17 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Selain mahasiswa, rombongan juga terdiri dari Wali Nagari Pauh Sangik, tiga perangkat nagari, serta tiga warga lokal yang ikut mendampingi.

Camat Akabiluru, Yalbalku Jevino, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa hingga pukul 17.30 WIB, para peserta tracking belum juga kembali dan tidak bisa dihubungi.

“Wali nagari dan mahasiswa KKN Unand belum kembali. Saya sedang menuju lokasi,” ujar Jevino.

Baca Juga:  Wacanakan Relokasi Warga di Zona Merah

Menurut informasi yang diterima terakhir kali, Wali Nagari sempat membagikan lokasi melalui share-lock, namun setelah itu tidak ada lagi komunikasi dengan rombongan.

- Advertisement -

Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, menyatakan bahwa tim pencarian gabungan telah bergerak dan posko pencarian didirikan di Nagari Pauh Sangik.

“Sesuai SOP, pencarian intensif akan dilakukan pagi hari. Tapi jika malam ini koordinat sudah diketahui, tim siap menjemput,” ujarnya.

- Advertisement -

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan kini sedang bersiap untuk proses evakuasi. Hingga berita ini disampaikan, belum ada kabar terbaru mengenai keberadaan rombongan.(rid/das)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

LIMAPULUH KOTA (RIAUPOS.CO)– Sebanyak 24 orang dilaporkan belum kembali usai melakukan kegiatan tracking dan peninjauan lokasi Kopi Hutan di kawasan Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota, pada Kamis (31/7). Di antara mereka, terdapat 17 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Selain mahasiswa, rombongan juga terdiri dari Wali Nagari Pauh Sangik, tiga perangkat nagari, serta tiga warga lokal yang ikut mendampingi.

Camat Akabiluru, Yalbalku Jevino, saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa hingga pukul 17.30 WIB, para peserta tracking belum juga kembali dan tidak bisa dihubungi.

“Wali nagari dan mahasiswa KKN Unand belum kembali. Saya sedang menuju lokasi,” ujar Jevino.

Baca Juga:  Update Galodo Agam: Korban Tembus 74 Orang, Jalan ke Bukittinggi Tak Bisa Dilalui

Menurut informasi yang diterima terakhir kali, Wali Nagari sempat membagikan lokasi melalui share-lock, namun setelah itu tidak ada lagi komunikasi dengan rombongan.

Kepala BPBD Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, menyatakan bahwa tim pencarian gabungan telah bergerak dan posko pencarian didirikan di Nagari Pauh Sangik.

“Sesuai SOP, pencarian intensif akan dilakukan pagi hari. Tapi jika malam ini koordinat sudah diketahui, tim siap menjemput,” ujarnya.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan kini sedang bersiap untuk proses evakuasi. Hingga berita ini disampaikan, belum ada kabar terbaru mengenai keberadaan rombongan.(rid/das)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari