Jumat, 13 Februari 2026
- Advertisement -

Bupati Afni: Santri Jangan Hanya Jadi Penonton, Tapi Pelaku Sejarah

SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) — Bupati Siak Afni Z bersama Wakil Bupati Syamsurizal menghadiri apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kabupaten Siak di Lapangan Tugu depan Istana Asserayah Alhasyimiyah, Senin (27/10).

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak baru menggelar apel peringatannya pada Senin kemarin. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Afni membacakan pidato resmi Menteri Agama Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Afni menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri akibat musibah di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Semoga seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan iman,” ucapnya.

Baca Juga:  Wabup Lantik 37 Penjabat Penghulu

Lebih lanjut, Afni menilai tema Hari Santri tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” sangat relevan dengan semangat zaman. Menurutnya, santri memiliki peran penting sebagai penjaga kemerdekaan dan penggerak kemajuan bangsa.

Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru — pembawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” tegas Afni.

Ia mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan ilmu, akhlak, dan daya saing, tanpa melupakan akar tradisi pesantren. “Rawatlah tradisi pesantren, tapi juga rangkullah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, dan ke kehidupan masyarakat luas,” pesan Bupati Afni menutup sambutannya.(mng)

Baca Juga:  Ranja 2025, Naikkan IKM Kabupaten Siak

SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) — Bupati Siak Afni Z bersama Wakil Bupati Syamsurizal menghadiri apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kabupaten Siak di Lapangan Tugu depan Istana Asserayah Alhasyimiyah, Senin (27/10).

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak baru menggelar apel peringatannya pada Senin kemarin. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Afni membacakan pidato resmi Menteri Agama Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Afni menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri akibat musibah di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Semoga seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan iman,” ucapnya.

Baca Juga:  Pastikan Nataru Aman, Bupati Siak dan Kapolres Tinjau Pos Pengamanan

Lebih lanjut, Afni menilai tema Hari Santri tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” sangat relevan dengan semangat zaman. Menurutnya, santri memiliki peran penting sebagai penjaga kemerdekaan dan penggerak kemajuan bangsa.

- Advertisement -

Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru — pembawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” tegas Afni.

Ia mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan ilmu, akhlak, dan daya saing, tanpa melupakan akar tradisi pesantren. “Rawatlah tradisi pesantren, tapi juga rangkullah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, dan ke kehidupan masyarakat luas,” pesan Bupati Afni menutup sambutannya.(mng)

Baca Juga:  MHTC Media Visit ke Riau Pos
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) — Bupati Siak Afni Z bersama Wakil Bupati Syamsurizal menghadiri apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kabupaten Siak di Lapangan Tugu depan Istana Asserayah Alhasyimiyah, Senin (27/10).

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak baru menggelar apel peringatannya pada Senin kemarin. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Afni membacakan pidato resmi Menteri Agama Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Afni menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya 67 santri akibat musibah di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita semua berduka, bangsa ini berduka. Semoga seluruh korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan iman,” ucapnya.

Baca Juga:  Pemuda di Minas Ditemukan Tewas dengan Leher Tergorok

Lebih lanjut, Afni menilai tema Hari Santri tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” sangat relevan dengan semangat zaman. Menurutnya, santri memiliki peran penting sebagai penjaga kemerdekaan dan penggerak kemajuan bangsa.

Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru — pembawa nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” tegas Afni.

Ia mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan ilmu, akhlak, dan daya saing, tanpa melupakan akar tradisi pesantren. “Rawatlah tradisi pesantren, tapi juga rangkullah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, dan ke kehidupan masyarakat luas,” pesan Bupati Afni menutup sambutannya.(mng)

Baca Juga:  Tujuh Warga Terima Bantuan KGI

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari