Minggu, 26 Mei 2024

Ranja 2025, Naikkan IKM Kabupaten Siak

RIAUPOS.CO – Bupati Siak Alfedri dan Wakil Bupati Husni Merza didampingi Sekretaris Daerah Arfan Usman membuka Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rancangan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah 2025 di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati, Kamis (18/4).

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Budhi Yuwono memaparkan maksud dan tujuan digelar Forum Renja, memetakan segala kebutuhan untuk terlaksananya pencapaian, sekaligus mengevaluasi  kinerja perangkat daerah baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang berdasarkan capaian target indikator program yang telah ditetapkan.

Setelah penjelasan Kepala Bappeda itu, dilanjutkan dengan arahan Bupati Siak Alfedri. Bupati Alfedri dalam arahannya kepada semua yang hadir, supaya merancang program-program pendukung guna menaikkan indeks kesejahteraan masyarakat (IKM) yang telah diraih, karena melalui indek ini akan terlihat seberapa besar kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan Badan merealisasikan  di lapangan dan dirasakan langsung oleh masyarakar, oleh karena itu harus terus berupaya menaikkan persentase indeks capaian tersebut.

Baca Juga:  Pulang dari Jakarta, Seorang Warga Perawang, Siak, Suspect Corona

Rancanglah program kegiatan yang bisa memberikan dampak terbaik kepada masyarakat, sebab ini akan menaikan indek kesejahteraan masyarakat betul-betul terbaca, menaikan indeks ini bertahap terarah dan terukur.

“Yang lebih penting berdampak langsung kepada masyarakat, baik dari segi peningkatan pelayanan kesehatan, rata-rata pendidikan setara setingkat sekolah menengah atas (SLTA) dan infrastruktur memadai guna menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kampung,” ungkap bupati.

- Advertisement -

Lebih jauh bupati menegaskan, hal ini harus ditunjang dan berkelanjutan dalam menerapkan program kerjanya, seperti tersedianya layanan kesehatan sampai di tingkat kampung harus adanya layanan kesehatan setingkat puskesmas pembantu (pustu) untuk memperpendek jangkauan pelayanan kampung terluar dan terpencil.

“Program pembangunan ini harus didasari dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” kata bupati.

- Advertisement -
Baca Juga:  Infrastruktur Jadi Program Skala Prioritas

Oleh karena itu, apa yang diinginkan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas dalam mengarahkan setiap kebijakan.(ifr)

RIAUPOS.CO – Bupati Siak Alfedri dan Wakil Bupati Husni Merza didampingi Sekretaris Daerah Arfan Usman membuka Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rancangan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah 2025 di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati, Kamis (18/4).

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Budhi Yuwono memaparkan maksud dan tujuan digelar Forum Renja, memetakan segala kebutuhan untuk terlaksananya pencapaian, sekaligus mengevaluasi  kinerja perangkat daerah baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang berdasarkan capaian target indikator program yang telah ditetapkan.

Setelah penjelasan Kepala Bappeda itu, dilanjutkan dengan arahan Bupati Siak Alfedri. Bupati Alfedri dalam arahannya kepada semua yang hadir, supaya merancang program-program pendukung guna menaikkan indeks kesejahteraan masyarakat (IKM) yang telah diraih, karena melalui indek ini akan terlihat seberapa besar kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan Badan merealisasikan  di lapangan dan dirasakan langsung oleh masyarakar, oleh karena itu harus terus berupaya menaikkan persentase indeks capaian tersebut.

Baca Juga:  Sekda Siak: Mari Jadikan Rasulullah Suri Teladan Umat

Rancanglah program kegiatan yang bisa memberikan dampak terbaik kepada masyarakat, sebab ini akan menaikan indek kesejahteraan masyarakat betul-betul terbaca, menaikan indeks ini bertahap terarah dan terukur.

“Yang lebih penting berdampak langsung kepada masyarakat, baik dari segi peningkatan pelayanan kesehatan, rata-rata pendidikan setara setingkat sekolah menengah atas (SLTA) dan infrastruktur memadai guna menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kampung,” ungkap bupati.

Lebih jauh bupati menegaskan, hal ini harus ditunjang dan berkelanjutan dalam menerapkan program kerjanya, seperti tersedianya layanan kesehatan sampai di tingkat kampung harus adanya layanan kesehatan setingkat puskesmas pembantu (pustu) untuk memperpendek jangkauan pelayanan kampung terluar dan terpencil.

“Program pembangunan ini harus didasari dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” kata bupati.

Baca Juga:  Takut Harimau, Warga Pilih Tak ke Kebun

Oleh karena itu, apa yang diinginkan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas dalam mengarahkan setiap kebijakan.(ifr)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari