Minggu, 7 Desember 2025
spot_img

Setelah Komunikasi Intens, 10 Nelayan Rohil Pulang Setelah 10 Hari Ditahan Malaysia

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Suasana hening di Pelabuhan Hasan, Jalan Karya, Kelurahan Bagan Barat, berubah menjadi isak haru pada Jumat (14/11/2025) malam. Keluarga para nelayan tak mampu menahan tangis saat menyambut kepulangan 10 nelayan asal Rokan Hilir (Rohil) yang sempat ditahan oleh otoritas Malaysia selama sekitar 10 hari.

Kesepuluh nelayan tersebut sebelumnya melaut di perairan perbatasan Riau–Malaysia, tepatnya di Selat Melaka, sebelum ditahan pada Rabu (5/11/2025). Mereka tiba di tanah air dalam kondisi sehat meski terlihat lelah setelah menjalani proses pemeriksaan di Malaysia.

Kabar pemulangan mereka mulai menguat setelah berbagai komunikasi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rohil, termasuk kunjungan Bupati Rohil H Bistamam ke Konsulat Malaysia di Pekanbaru. Sehari setelah kunjungan tersebut, kepastian pemulangan para nelayan akhirnya diperoleh. Dua boat yang sebelumnya dikhawatirkan disita juga turut dilepaskan.

Baca Juga:  Politisi Malaysia Diteror Video Porno AI, Diminta Tebusan Rp1,8 Miliar

Kepulangan para nelayan disambut oleh Inspektur Daerah Rohil, H Sarman Syahroni ST MIP, mewakili Bupati Rohil, beserta sejumlah pihak terkait. Sarman tidak mampu menyembunyikan rasa harunya ketika melihat para nelayan akhirnya kembali ke pangkuan keluarga.

“Alhamdulillah, dengan komunikasi yang baik, bahkan lintas negara, nelayan kita berhasil dipulangkan dan semuanya dalam keadaan sehat,” ujar Sarman.

Ia menjelaskan bahwa sejak para nelayan ditahan pada 5 November, Pemkab Rohil bersama Diskan dan organisasi nelayan terus menjalin komunikasi intens dengan Konsulat Malaysia di Pekanbaru serta KBRI Kuala Lumpur. Masuknya para nelayan ke wilayah Malaysia diyakini bukan karena kesengajaan, melainkan akibat terbawa arus dan cuaca buruk.

Sesampainya di Malaysia, para nelayan menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran memasuki wilayah negara lain. Namun, menurut salah satu nelayan bernama Ramilis, perlakuan aparat setempat selama masa penahanan cukup baik.

Baca Juga:  Pencarian Korban Buaya Berakhir, Potongan Tubuh Ditemukan di Parit Proyek

“Selama 10 hari di sana, kami diperiksa dan dilayani dengan baik. Kalau ada yang sakit langsung diobati,” ujarnya.

Ramilis mewakili rekan-rekannya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah berupaya keras memulangkan mereka, termasuk perhatian Bupati dan Wakil Bupati Rohil, Diskan, HSNI, serta Konsulat Malaysia.

“Alhamdulillah kami bisa pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga,” katanya.

Adapun 10 nelayan yang dipulangkan adalah Ramilis alias Melis, Samsudin, Edi, Iram, Robi, Risi, Hamdan, Aji, Jefri, dan Idur Kosim, seluruhnya berasal dari Kecamatan Bangko, Bagansiapiapi.

Ramilis kembali menuturkan momen saat mereka ditangkap. Menurutnya, angin kencang dan ombak tinggi membuat boat mereka tanpa disadari masuk ke wilayah Malaysia. Saat tengah mengurus alat tangkap, mereka dihampiri aparat maritim Malaysia dan langsung dibawa untuk diperiksa.

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Suasana hening di Pelabuhan Hasan, Jalan Karya, Kelurahan Bagan Barat, berubah menjadi isak haru pada Jumat (14/11/2025) malam. Keluarga para nelayan tak mampu menahan tangis saat menyambut kepulangan 10 nelayan asal Rokan Hilir (Rohil) yang sempat ditahan oleh otoritas Malaysia selama sekitar 10 hari.

Kesepuluh nelayan tersebut sebelumnya melaut di perairan perbatasan Riau–Malaysia, tepatnya di Selat Melaka, sebelum ditahan pada Rabu (5/11/2025). Mereka tiba di tanah air dalam kondisi sehat meski terlihat lelah setelah menjalani proses pemeriksaan di Malaysia.

Kabar pemulangan mereka mulai menguat setelah berbagai komunikasi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rohil, termasuk kunjungan Bupati Rohil H Bistamam ke Konsulat Malaysia di Pekanbaru. Sehari setelah kunjungan tersebut, kepastian pemulangan para nelayan akhirnya diperoleh. Dua boat yang sebelumnya dikhawatirkan disita juga turut dilepaskan.

Baca Juga:  Karnaval Budaya Warnai HUT ke-38 Boncah Kesuma, Bupati Rohul Ajak Lestarikan Tradisi

Kepulangan para nelayan disambut oleh Inspektur Daerah Rohil, H Sarman Syahroni ST MIP, mewakili Bupati Rohil, beserta sejumlah pihak terkait. Sarman tidak mampu menyembunyikan rasa harunya ketika melihat para nelayan akhirnya kembali ke pangkuan keluarga.

“Alhamdulillah, dengan komunikasi yang baik, bahkan lintas negara, nelayan kita berhasil dipulangkan dan semuanya dalam keadaan sehat,” ujar Sarman.

- Advertisement -

Ia menjelaskan bahwa sejak para nelayan ditahan pada 5 November, Pemkab Rohil bersama Diskan dan organisasi nelayan terus menjalin komunikasi intens dengan Konsulat Malaysia di Pekanbaru serta KBRI Kuala Lumpur. Masuknya para nelayan ke wilayah Malaysia diyakini bukan karena kesengajaan, melainkan akibat terbawa arus dan cuaca buruk.

Sesampainya di Malaysia, para nelayan menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran memasuki wilayah negara lain. Namun, menurut salah satu nelayan bernama Ramilis, perlakuan aparat setempat selama masa penahanan cukup baik.

- Advertisement -
Baca Juga:  Bupati Ingatkan Jajaran untuk Disiplin Kerja

“Selama 10 hari di sana, kami diperiksa dan dilayani dengan baik. Kalau ada yang sakit langsung diobati,” ujarnya.

Ramilis mewakili rekan-rekannya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah berupaya keras memulangkan mereka, termasuk perhatian Bupati dan Wakil Bupati Rohil, Diskan, HSNI, serta Konsulat Malaysia.

“Alhamdulillah kami bisa pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga,” katanya.

Adapun 10 nelayan yang dipulangkan adalah Ramilis alias Melis, Samsudin, Edi, Iram, Robi, Risi, Hamdan, Aji, Jefri, dan Idur Kosim, seluruhnya berasal dari Kecamatan Bangko, Bagansiapiapi.

Ramilis kembali menuturkan momen saat mereka ditangkap. Menurutnya, angin kencang dan ombak tinggi membuat boat mereka tanpa disadari masuk ke wilayah Malaysia. Saat tengah mengurus alat tangkap, mereka dihampiri aparat maritim Malaysia dan langsung dibawa untuk diperiksa.

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Suasana hening di Pelabuhan Hasan, Jalan Karya, Kelurahan Bagan Barat, berubah menjadi isak haru pada Jumat (14/11/2025) malam. Keluarga para nelayan tak mampu menahan tangis saat menyambut kepulangan 10 nelayan asal Rokan Hilir (Rohil) yang sempat ditahan oleh otoritas Malaysia selama sekitar 10 hari.

Kesepuluh nelayan tersebut sebelumnya melaut di perairan perbatasan Riau–Malaysia, tepatnya di Selat Melaka, sebelum ditahan pada Rabu (5/11/2025). Mereka tiba di tanah air dalam kondisi sehat meski terlihat lelah setelah menjalani proses pemeriksaan di Malaysia.

Kabar pemulangan mereka mulai menguat setelah berbagai komunikasi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rohil, termasuk kunjungan Bupati Rohil H Bistamam ke Konsulat Malaysia di Pekanbaru. Sehari setelah kunjungan tersebut, kepastian pemulangan para nelayan akhirnya diperoleh. Dua boat yang sebelumnya dikhawatirkan disita juga turut dilepaskan.

Baca Juga:  Pencarian Korban Buaya Berakhir, Potongan Tubuh Ditemukan di Parit Proyek

Kepulangan para nelayan disambut oleh Inspektur Daerah Rohil, H Sarman Syahroni ST MIP, mewakili Bupati Rohil, beserta sejumlah pihak terkait. Sarman tidak mampu menyembunyikan rasa harunya ketika melihat para nelayan akhirnya kembali ke pangkuan keluarga.

“Alhamdulillah, dengan komunikasi yang baik, bahkan lintas negara, nelayan kita berhasil dipulangkan dan semuanya dalam keadaan sehat,” ujar Sarman.

Ia menjelaskan bahwa sejak para nelayan ditahan pada 5 November, Pemkab Rohil bersama Diskan dan organisasi nelayan terus menjalin komunikasi intens dengan Konsulat Malaysia di Pekanbaru serta KBRI Kuala Lumpur. Masuknya para nelayan ke wilayah Malaysia diyakini bukan karena kesengajaan, melainkan akibat terbawa arus dan cuaca buruk.

Sesampainya di Malaysia, para nelayan menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran memasuki wilayah negara lain. Namun, menurut salah satu nelayan bernama Ramilis, perlakuan aparat setempat selama masa penahanan cukup baik.

Baca Juga:  Nelayan Panipahan Temukan Mayat Mengapung di Perairan Palika

“Selama 10 hari di sana, kami diperiksa dan dilayani dengan baik. Kalau ada yang sakit langsung diobati,” ujarnya.

Ramilis mewakili rekan-rekannya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah berupaya keras memulangkan mereka, termasuk perhatian Bupati dan Wakil Bupati Rohil, Diskan, HSNI, serta Konsulat Malaysia.

“Alhamdulillah kami bisa pulang dan berkumpul kembali dengan keluarga,” katanya.

Adapun 10 nelayan yang dipulangkan adalah Ramilis alias Melis, Samsudin, Edi, Iram, Robi, Risi, Hamdan, Aji, Jefri, dan Idur Kosim, seluruhnya berasal dari Kecamatan Bangko, Bagansiapiapi.

Ramilis kembali menuturkan momen saat mereka ditangkap. Menurutnya, angin kencang dan ombak tinggi membuat boat mereka tanpa disadari masuk ke wilayah Malaysia. Saat tengah mengurus alat tangkap, mereka dihampiri aparat maritim Malaysia dan langsung dibawa untuk diperiksa.

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari