BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Kawasan hutan mangrove seluas 3,4 hektare di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, yang berbatasan langsung dengan Selat Melaka, dibuka untuk dijadikan tambak udang oleh seorang pengusaha lokal, Senin (2/3).
Lokasi tambak tersebut berada di pesisir Desa Bantan Air yang menghadap langsung ke Selat Melaka. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terjadinya abrasi yang semakin parah apabila aktivitas tambak tetap dilanjutkan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, setelah dilakukan rapat bersama perangkat desa dan pemilik tambak udang bernama Aguan, dilakukan peninjauan langsung ke area yang telah dibersihkan. Lahan mangrove yang sebelumnya merupakan milik perseorangan itu ditebang menggunakan alat berat jenis ekskavator.
Proses pembersihan lahan dilakukan hingga mendekati garis pantai. Pohon mangrove jenis bakau dan api-api ditebang hingga tersisa jarak sekitar 10 meter dari bibir pantai.
Aparat desa setempat menyebutkan, kondisi abrasi di wilayah tersebut sudah cukup mengkhawatirkan. Jarak antara jalan poros desa dengan garis pantai kini diperkirakan tinggal sekitar 200 meter.
Dalam lima tahun terakhir, abrasi disebut telah menggerus daratan hingga 10 meter. Dengan kondisi tersebut, keberadaan tambak udang yang sangat dekat dengan bibir pantai dikhawatirkan mempercepat laju abrasi di Pulau Bengkalis yang langsung berhadapan dengan Selat Melaka.
“Lokasinya hanya menyisakan 10 meter dari bibir pantai. Sedangkan abrasi sebelumnya dalam lima tahun ini sudah mencapai 10 meter. Jadi kami khawatir,” ujar aparat desa di lokasi.(ksm)


