TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) – Untuk mencegah insiden dan korban jiwa, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuantan Singingi menutup ruas jalan menuju Jembatan Sungai Sinambek di Kecamatan Sentajo Raya yang mengalami kerusakan sejak Senin (2/2/2026).
Penutupan dilakukan dengan memasang waterbarrier di dua titik akses menuju jembatan. Dari arah hilir, penghalang dipasang di Simpang Tiga Jalan Desa Pulau Komang Sentajo Raya. Sementara dari arah hulu, dipasang di simpang Jalan Desa Muaro Sentajo atau sekitar 500 meter sebelum jembatan.
Namun, pada Senin (16/2/2026), sejumlah pengendara tetap nekat melintas. Tidak hanya sepeda motor dan mobil pribadi, kendaraan jenis cold diesel juga masih terlihat melewati ruas jalan tersebut. Padahal sebelumnya beberapa minibus sempat terjebak di celah plat baja jembatan yang telah melengkung dan merenggang.
Waterbarrier yang dipasang bahkan digeser ke pinggir jalan oleh oknum pengendara.
“Kami sudah pasang waterbarrier dan spanduk larangan melintas, tapi tetap saja bandel. Kalau nanti terjadi insiden, jangan salahkan pemerintah daerah,” tegas Kadishub Kuansing Hendri Wahyudi.
Ia mengaku kesal karena penghalang yang dipasang untuk keselamatan justru dipindahkan. “Dulu kami pasang portal, dibongkar dan ditabrak. Sekarang terulang lagi,” ujarnya.
Hendri menjelaskan, penutupan ruas jalan diperkirakan berlangsung beberapa bulan hingga pembangunan jembatan baru oleh Pemkab melalui Dinas PUPR selesai dilakukan.
Selama penutupan, pengendara diarahkan melintasi jalan lintas provinsi Teluk Kuantan–Rengat atau menggunakan jalur alternatif lingkar Desa Teratak Air Hitam–Desa Pulau Komang–Desa Muara Sentajo–Alkal menuju pusat perkantoran dan ibu kota Teluk Kuantan.
“Kalau lebih mudah, lewat ruas jalan utama Teluk Kuantan–Rengat,” kata Hendri.
Ia kembali mengingatkan, pengendara yang nekat menerobos penutupan harus siap menanggung risiko apabila terjadi insiden.
Sementara itu, kondisi jembatan darurat di wilayah Sinambek dilaporkan nyaris ambruk. Dishub Kuansing menyebut kerusakan dipicu kendaraan bermuatan berlebih (overload) yang melintas, seperti truk pengangkut sawit, pupuk, dan material lainnya.
Sejak awal, kapasitas jembatan darurat tersebut dinilai tidak lagi mampu menahan beban angkutan berat.
“Karena itu, Bupati Kuantan Singingi, Dr H Suhardiman Amby, telah menginstruksikan Dishub memasang portal pembatas untuk membatasi muatan kendaraan. Kekhawatiran itu kini terbukti,” ujar Hendri.
Ia menegaskan, kendaraan overload tidak hanya mempercepat kerusakan jalan, tetapi juga mengancam keselamatan struktur jembatan.

