SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Kepulauan Meranti pada Rabu malam (19/11), mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan rumah warga mengalami kerusakan, sementara pohon-pohon besar tumbang dan menutup akses jalan protokol.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Hujan yang awalnya normal tiba-tiba berubah menjadi angin puting beliung. Dalam hitungan menit, tenda, tiang, hingga pepohonan yang semula tegak langsung tumbang diterjang angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti, M Khardafi SE MIP, melalui Kepala Bidang Logistik BPBD, Ardath SIP, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa seluruh tim langsung bergerak begitu laporan diterima.
“Hujan deras disertai angin kencang tadi malam memicu kerusakan di beberapa titik. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Semua pohon tumbang sudah kita evakuasi, dan rumah yang roboh juga sudah kita koordinasikan bantuan daruratnya,” kata Ardath, Kamis (20/11).
Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Merbau. Astaka dan tenda tamu yang sedang dipersiapkan untuk kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) roboh setelah tiang utamanya tidak mampu menahan terpaan angin. Beberapa bagian tenda bahkan terseret angin hingga beberapa meter, membuat warga sempat panik. Beruntung tidak ada korban luka.
Di Kelurahan Selatpanjang Kota, rumah milik warga bernama Margono mengalami kerusakan berat. Hampir seluruh bangunan ambruk, hanya bagian dapur yang masih bertahan. BPBD langsung meninjau lokasi dan menyerahkan bantuan darurat.
Margono bersama keluarganya kini untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat. Selain merusak rumah, angin kencang juga membuat pohon besar patah dan tumbang di sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Alah Air dekat Pondok Pesantren Kiai Nurdin. Pohon yang melintang di jalan berhasil dievakuasi petugas BPBD dan warga menggunakan gergaji mesin hingga pukul 22.30 WIB.
Di belakang Rumah Dinas Kominfo, sebuah pohon tua tumbang dan hampir menimpa bangunan sekitar. Situasi serupa terjadi di depan Kantor DPRD Kepulauan Meranti, di mana pohon besar ambruk dan menutup sebagian badan jalan. BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup segera melakukan pembersihan.
Ardath memastikan seluruh titik pohon tumbang telah dibersihkan sebelum dini hari sehingga akses jalan kembali normal. Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
“Jika angin mulai terasa kencang atau hujan mendadak menguat, sebaiknya hindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang tampak rapuh,” pesannya.(wir)


