Sabtu, 7 Februari 2026
- Advertisement -

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar Festival Perang Air sebagai agenda budaya dan pariwisata unggulan yang dipusatkan di Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti.

Festival tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama hampir sepekan, mulai 17 hingga 22 Februari 2026. Beragam rangkaian kegiatan disiapkan panitia dengan melibatkan partisipasi masyarakat serta wisatawan dari dalam dan luar daerah.

Festival Perang Air merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Meranti yang sarat makna kebersamaan dan kegembiraan. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini dikemas secara lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas daerah.

Berdasarkan jadwal yang dirilis panitia, Festival Perang Air digelar setiap hari pada 17–22 Februari 2026, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Sejumlah kegiatan pendukung juga disiapkan untuk memeriahkan suasana Selatpanjang selama festival berlangsung.

Salah satu agenda yang menjadi daya tarik utama adalah Perang Air Night Carnival. Kegiatan ini akan berlangsung pada 20–22 Februari 2026 mulai pukul 21.30 WIB hingga selesai, menampilkan pawai malam dan hiburan rakyat bernuansa khas Kepulauan Meranti.

Selain itu, panitia turut menghadirkan Bazar Kuliner yang digelar sepanjang 17–22 Februari 2026, menyajikan aneka kuliner khas Kepulauan Meranti. Bagi pecinta kopi, agenda Seribu Cangkir Kopi juga akan digelar pada 21 Februari 2026 mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai.

Untuk mendukung promosi pariwisata, Photography Contest turut digelar pada 17–20 Februari 2026. Lomba ini mengajak fotografer lokal maupun luar daerah untuk mengabadikan momen-momen terbaik selama festival berlangsung.

Baca Juga:  Bakteri E Coli Penyebab Keracunan Massal Murid SD di Meranti

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap Festival Perang Air tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM di Selatpanjang.

Panitia mengingatkan masyarakat dan wisatawan bahwa jadwal kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi terbaru akan diumumkan melalui akun media sosial serta laman resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dengan rangkaian kegiatan yang beragam, Festival Perang Air 2026 diharapkan kembali menjadi magnet budaya dan pariwisata yang memperkuat identitas Kepulauan Meranti di tingkat regional maupun nasional.


Festival Perang Air Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Kabupaten Kepulauan Meranti resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 yang ditetapkan pada 12 Januari 2026.

Dengan penetapan tersebut, Festival Perang Air tidak lagi sekadar agenda lokal, tetapi menjadi bagian dari kalender promosi pariwisata nasional yang dipublikasikan Kementerian Pariwisata kepada wisatawan nusantara dan mancanegara.

Dalam keputusan tersebut, Kementerian Pariwisata menetapkan 125 event dari seluruh Indonesia sebagai KEN 2026, terdiri dari 10 Top KEN dan 115 KEN reguler. Festival Perang Air Kepulauan Meranti dinilai layak karena memiliki kekuatan tradisi, tingginya partisipasi masyarakat, serta dampak ekonomi yang nyata.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kepulauan Meranti, Syaiful, menyebutkan penetapan ini sebagai peluang besar untuk memperluas promosi budaya Meranti.

Baca Juga:  Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp40,7 T ke 15 Sektor Strategis

“Festival Perang Air ini bukan hanya hiburan, tetapi sudah menjadi identitas budaya masyarakat Selatpanjang. Masuk KEN berarti tradisi kita dinilai memiliki daya tarik nasional,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai langkah teknis, mulai dari pembentukan panitia lokal, koordinasi lintas instansi, hingga peningkatan kesiapan pelaku usaha pariwisata. Fokus utama diarahkan pada penyelenggaraan festival yang aman, bersih, dan ramah lingkungan.

“Kami ingin wisatawan datang tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga merasa nyaman dan ingin kembali lagi,” katanya.

Selain promosi nasional, event yang masuk KEN juga mendapatkan pendampingan teknis dari Kementerian Pariwisata, baik dari sisi tata kelola acara, publikasi, maupun penguatan dampak ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, menyampaikan apresiasi atas penetapan tersebut. Ia berharap Festival Perang Air terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas pengakuan ini. Harapan kami, festival ini tidak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan memberi kesan positif bagi wisatawan,” ujarnya.

Festival Perang Air dikenal sebagai tradisi permainan air massal yang berlangsung di jalan-jalan utama Selatpanjang dalam rangkaian perayaan Imlek. Ribuan warga dan wisatawan biasanya terlibat langsung, menjadikan Selatpanjang sebagai pusat keramaian dan perputaran ekonomi selama festival berlangsung. (wir)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar Festival Perang Air sebagai agenda budaya dan pariwisata unggulan yang dipusatkan di Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti.

Festival tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama hampir sepekan, mulai 17 hingga 22 Februari 2026. Beragam rangkaian kegiatan disiapkan panitia dengan melibatkan partisipasi masyarakat serta wisatawan dari dalam dan luar daerah.

Festival Perang Air merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Meranti yang sarat makna kebersamaan dan kegembiraan. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini dikemas secara lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas daerah.

Berdasarkan jadwal yang dirilis panitia, Festival Perang Air digelar setiap hari pada 17–22 Februari 2026, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Sejumlah kegiatan pendukung juga disiapkan untuk memeriahkan suasana Selatpanjang selama festival berlangsung.

Salah satu agenda yang menjadi daya tarik utama adalah Perang Air Night Carnival. Kegiatan ini akan berlangsung pada 20–22 Februari 2026 mulai pukul 21.30 WIB hingga selesai, menampilkan pawai malam dan hiburan rakyat bernuansa khas Kepulauan Meranti.

- Advertisement -

Selain itu, panitia turut menghadirkan Bazar Kuliner yang digelar sepanjang 17–22 Februari 2026, menyajikan aneka kuliner khas Kepulauan Meranti. Bagi pecinta kopi, agenda Seribu Cangkir Kopi juga akan digelar pada 21 Februari 2026 mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai.

Untuk mendukung promosi pariwisata, Photography Contest turut digelar pada 17–20 Februari 2026. Lomba ini mengajak fotografer lokal maupun luar daerah untuk mengabadikan momen-momen terbaik selama festival berlangsung.

- Advertisement -
Baca Juga:  Ambulans Rusak, Warga Angkut Jenazah dengan Gerobak

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap Festival Perang Air tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM di Selatpanjang.

Panitia mengingatkan masyarakat dan wisatawan bahwa jadwal kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi terbaru akan diumumkan melalui akun media sosial serta laman resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dengan rangkaian kegiatan yang beragam, Festival Perang Air 2026 diharapkan kembali menjadi magnet budaya dan pariwisata yang memperkuat identitas Kepulauan Meranti di tingkat regional maupun nasional.


Festival Perang Air Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Kabupaten Kepulauan Meranti resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 yang ditetapkan pada 12 Januari 2026.

Dengan penetapan tersebut, Festival Perang Air tidak lagi sekadar agenda lokal, tetapi menjadi bagian dari kalender promosi pariwisata nasional yang dipublikasikan Kementerian Pariwisata kepada wisatawan nusantara dan mancanegara.

Dalam keputusan tersebut, Kementerian Pariwisata menetapkan 125 event dari seluruh Indonesia sebagai KEN 2026, terdiri dari 10 Top KEN dan 115 KEN reguler. Festival Perang Air Kepulauan Meranti dinilai layak karena memiliki kekuatan tradisi, tingginya partisipasi masyarakat, serta dampak ekonomi yang nyata.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kepulauan Meranti, Syaiful, menyebutkan penetapan ini sebagai peluang besar untuk memperluas promosi budaya Meranti.

Baca Juga:  Kapolres Meranti: Perlu Bantuan, Jangan Segan Hubungi Polisi

“Festival Perang Air ini bukan hanya hiburan, tetapi sudah menjadi identitas budaya masyarakat Selatpanjang. Masuk KEN berarti tradisi kita dinilai memiliki daya tarik nasional,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai langkah teknis, mulai dari pembentukan panitia lokal, koordinasi lintas instansi, hingga peningkatan kesiapan pelaku usaha pariwisata. Fokus utama diarahkan pada penyelenggaraan festival yang aman, bersih, dan ramah lingkungan.

“Kami ingin wisatawan datang tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga merasa nyaman dan ingin kembali lagi,” katanya.

Selain promosi nasional, event yang masuk KEN juga mendapatkan pendampingan teknis dari Kementerian Pariwisata, baik dari sisi tata kelola acara, publikasi, maupun penguatan dampak ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, menyampaikan apresiasi atas penetapan tersebut. Ia berharap Festival Perang Air terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas pengakuan ini. Harapan kami, festival ini tidak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan memberi kesan positif bagi wisatawan,” ujarnya.

Festival Perang Air dikenal sebagai tradisi permainan air massal yang berlangsung di jalan-jalan utama Selatpanjang dalam rangkaian perayaan Imlek. Ribuan warga dan wisatawan biasanya terlibat langsung, menjadikan Selatpanjang sebagai pusat keramaian dan perputaran ekonomi selama festival berlangsung. (wir)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar Festival Perang Air sebagai agenda budaya dan pariwisata unggulan yang dipusatkan di Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti.

Festival tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama hampir sepekan, mulai 17 hingga 22 Februari 2026. Beragam rangkaian kegiatan disiapkan panitia dengan melibatkan partisipasi masyarakat serta wisatawan dari dalam dan luar daerah.

Festival Perang Air merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Meranti yang sarat makna kebersamaan dan kegembiraan. Dalam pelaksanaannya, tradisi ini dikemas secara lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas daerah.

Berdasarkan jadwal yang dirilis panitia, Festival Perang Air digelar setiap hari pada 17–22 Februari 2026, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Sejumlah kegiatan pendukung juga disiapkan untuk memeriahkan suasana Selatpanjang selama festival berlangsung.

Salah satu agenda yang menjadi daya tarik utama adalah Perang Air Night Carnival. Kegiatan ini akan berlangsung pada 20–22 Februari 2026 mulai pukul 21.30 WIB hingga selesai, menampilkan pawai malam dan hiburan rakyat bernuansa khas Kepulauan Meranti.

Selain itu, panitia turut menghadirkan Bazar Kuliner yang digelar sepanjang 17–22 Februari 2026, menyajikan aneka kuliner khas Kepulauan Meranti. Bagi pecinta kopi, agenda Seribu Cangkir Kopi juga akan digelar pada 21 Februari 2026 mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai.

Untuk mendukung promosi pariwisata, Photography Contest turut digelar pada 17–20 Februari 2026. Lomba ini mengajak fotografer lokal maupun luar daerah untuk mengabadikan momen-momen terbaik selama festival berlangsung.

Baca Juga:  Sudah Dipasang CCTV, Jalan Revolusi Tetap Jadi Lokasi Buang Sampah

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap Festival Perang Air tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM di Selatpanjang.

Panitia mengingatkan masyarakat dan wisatawan bahwa jadwal kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi terbaru akan diumumkan melalui akun media sosial serta laman resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dengan rangkaian kegiatan yang beragam, Festival Perang Air 2026 diharapkan kembali menjadi magnet budaya dan pariwisata yang memperkuat identitas Kepulauan Meranti di tingkat regional maupun nasional.


Festival Perang Air Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Kabupaten Kepulauan Meranti resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 yang ditetapkan pada 12 Januari 2026.

Dengan penetapan tersebut, Festival Perang Air tidak lagi sekadar agenda lokal, tetapi menjadi bagian dari kalender promosi pariwisata nasional yang dipublikasikan Kementerian Pariwisata kepada wisatawan nusantara dan mancanegara.

Dalam keputusan tersebut, Kementerian Pariwisata menetapkan 125 event dari seluruh Indonesia sebagai KEN 2026, terdiri dari 10 Top KEN dan 115 KEN reguler. Festival Perang Air Kepulauan Meranti dinilai layak karena memiliki kekuatan tradisi, tingginya partisipasi masyarakat, serta dampak ekonomi yang nyata.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kepulauan Meranti, Syaiful, menyebutkan penetapan ini sebagai peluang besar untuk memperluas promosi budaya Meranti.

Baca Juga:  Investasi Meranti Melonjak, Pemprov Riau Pasang Target Rp1,5 Triliun

“Festival Perang Air ini bukan hanya hiburan, tetapi sudah menjadi identitas budaya masyarakat Selatpanjang. Masuk KEN berarti tradisi kita dinilai memiliki daya tarik nasional,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai langkah teknis, mulai dari pembentukan panitia lokal, koordinasi lintas instansi, hingga peningkatan kesiapan pelaku usaha pariwisata. Fokus utama diarahkan pada penyelenggaraan festival yang aman, bersih, dan ramah lingkungan.

“Kami ingin wisatawan datang tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga merasa nyaman dan ingin kembali lagi,” katanya.

Selain promosi nasional, event yang masuk KEN juga mendapatkan pendampingan teknis dari Kementerian Pariwisata, baik dari sisi tata kelola acara, publikasi, maupun penguatan dampak ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, menyampaikan apresiasi atas penetapan tersebut. Ia berharap Festival Perang Air terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas pengakuan ini. Harapan kami, festival ini tidak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan memberi kesan positif bagi wisatawan,” ujarnya.

Festival Perang Air dikenal sebagai tradisi permainan air massal yang berlangsung di jalan-jalan utama Selatpanjang dalam rangkaian perayaan Imlek. Ribuan warga dan wisatawan biasanya terlibat langsung, menjadikan Selatpanjang sebagai pusat keramaian dan perputaran ekonomi selama festival berlangsung. (wir)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari