RENGAT (RIAUPOS.CO) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kembali menggelar Festival Literasi 2025 yang berlangsung meriah dan penuh semangat literasi. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto SSos MSi, didampingi Bunda Literasi Inhu, Suci Rahmiani SSos MSi, pada Selasa (21/10).
Dalam kesempatan tersebut, dua pelajar dikukuhkan sebagai duta baca. Anita Boru Siregar dari SMAN 1 Sungai Lala ditetapkan sebagai Duta Baca Pelajar Remaja, sementara Raisya Rizvi Azzahra dari SD IT Alfalah Rengat dinobatkan sebagai Duta Baca Pelajar Anak.
Festival Literasi 2025 yang digelar selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (21–23 Oktober), menghadirkan beragam kegiatan menarik. Mulai dari lomba-lomba bertema literasi, pameran stan dari sekolah hingga BUMN, hingga pemberian penghargaan bagi dua pengunjung perpustakaan teraktif, empat pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) inspiratif, serta 12 penulis dan penggiat literasi.
Dalam sambutannya, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto menekankan pentingnya literasi sebagai bekal masa depan bangsa.
“Literasi bukan sekadar baca dan tulis, tapi mencakup teknologi, sains, dan kreativitas yang akan menjadi kunci masa depan generasi muda,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para penggiat literasi yang terus berperan aktif dalam membangun budaya membaca di tengah masyarakat.
“Melalui penggiat literasi, masyarakat akan semakin siap menghadapi masa depan dengan wawasan dan kemampuan berpikir yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Wildan Hadi Putra SSTP MSi, turut mengapresiasi langkah Kabupaten Inhu yang menjadi satu-satunya daerah di Riau yang secara konsisten menyelenggarakan Festival Literasi.
“Festival ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga laboratorium kebudayaan — tempat ide, gagasan, serta rasa ingin tahu diuji dengan ilmu, data, dan integritas,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Inhu, Venisa Dwipa Sari SPSi MPSi, menjelaskan bahwa Festival Literasi 2025 mengusung tema ‘Membaca Tanpa Batas, Berkarya Tanpa Sekat’.
“Tema ini memiliki makna mendalam: dorongan untuk terus belajar dan bereksplorasi tanpa batas ruang dan waktu,” ujarnya.
Venisa menambahkan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk menumbuhkan budaya literasi di masyarakat, sekaligus menjadi wadah bagi pelajar, guru, dan komunitas literasi untuk berkarya dan berbagi inspirasi.(kas)

