Kamis, 26 Maret 2026
- Advertisement -

Pria Paruh Baya Meninggal di Kebun Sawit Usai Diduga Mencuri Brondolan

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Warga Desa Talang Lakat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di areal perkebunan kelapa sawit, Selasa (16/12). Korban diduga sempat mencuri brondolan buah kelapa sawit milik warga setempat.

Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSi melalui Kasi Humas Aiptu Misran SH mengatakan, korban diketahui bernama Hotlan Panggabean (57), warga Desa Sungai Akar, Kecamatan Batang Gansal.

“Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kebun kelapa sawit, Rellyta Ginting, bersama sejumlah pekerjanya di Desa Talang Lakat,” ujar Misran, Rabu (17/12).

Dijelaskan Misran, peristiwa tersebut bermula saat pemilik kebun dan para pekerja tiba di kebun pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi, mereka melihat tiga orang membawa brondolan sawit menggunakan karung.

Baca Juga:  Polres Inhu Perketat Pengamanan di PPK  

Ketika dipanggil dan diteriaki, ketiga orang tersebut langsung melarikan diri secara berpencar. Dua orang berhasil kabur menggunakan sepeda motor, sementara korban Hotlan Panggabean berlari ke arah semak-semak tidak jauh dari lokasi kebun.

Pemilik kebun dan pekerja sempat memanggil korban agar keluar dari semak-semak, namun tidak mendapat respons. Karena curiga, mereka kemudian menyusuri semak-semak tersebut dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak dan tidak bergerak.

“Pemilik kebun bersama saksi-saksi kemudian menghubungi aparat desa dan Polsek Batang Gansal untuk dilakukan pengecekan tempat kejadian perkara,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan visum luar oleh dokter Puskesmas Batang Gansal, dr Kartika, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung.

Baca Juga:  Warga Desa Pulau Gelang Ditemukan Mengapung

“Pihak keluarga menerima kematian korban dan menolak dilakukan autopsi,” tutup Misran. (kas)

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Warga Desa Talang Lakat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di areal perkebunan kelapa sawit, Selasa (16/12). Korban diduga sempat mencuri brondolan buah kelapa sawit milik warga setempat.

Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSi melalui Kasi Humas Aiptu Misran SH mengatakan, korban diketahui bernama Hotlan Panggabean (57), warga Desa Sungai Akar, Kecamatan Batang Gansal.

“Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kebun kelapa sawit, Rellyta Ginting, bersama sejumlah pekerjanya di Desa Talang Lakat,” ujar Misran, Rabu (17/12).

Dijelaskan Misran, peristiwa tersebut bermula saat pemilik kebun dan para pekerja tiba di kebun pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi, mereka melihat tiga orang membawa brondolan sawit menggunakan karung.

Baca Juga:  Polres Inhu Amankan Pelaku Penganiayaan

Ketika dipanggil dan diteriaki, ketiga orang tersebut langsung melarikan diri secara berpencar. Dua orang berhasil kabur menggunakan sepeda motor, sementara korban Hotlan Panggabean berlari ke arah semak-semak tidak jauh dari lokasi kebun.

- Advertisement -

Pemilik kebun dan pekerja sempat memanggil korban agar keluar dari semak-semak, namun tidak mendapat respons. Karena curiga, mereka kemudian menyusuri semak-semak tersebut dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak dan tidak bergerak.

“Pemilik kebun bersama saksi-saksi kemudian menghubungi aparat desa dan Polsek Batang Gansal untuk dilakukan pengecekan tempat kejadian perkara,” jelasnya.

- Advertisement -

Hasil pemeriksaan visum luar oleh dokter Puskesmas Batang Gansal, dr Kartika, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung.

Baca Juga:  Bocah 6 Tahun di Inhu Tenggelam Saat Hendak Buang Hajat di Sungai Indragiri

“Pihak keluarga menerima kematian korban dan menolak dilakukan autopsi,” tutup Misran. (kas)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

RENGAT (RIAUPOS.CO) – Warga Desa Talang Lakat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di areal perkebunan kelapa sawit, Selasa (16/12). Korban diduga sempat mencuri brondolan buah kelapa sawit milik warga setempat.

Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSi melalui Kasi Humas Aiptu Misran SH mengatakan, korban diketahui bernama Hotlan Panggabean (57), warga Desa Sungai Akar, Kecamatan Batang Gansal.

“Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kebun kelapa sawit, Rellyta Ginting, bersama sejumlah pekerjanya di Desa Talang Lakat,” ujar Misran, Rabu (17/12).

Dijelaskan Misran, peristiwa tersebut bermula saat pemilik kebun dan para pekerja tiba di kebun pada Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi, mereka melihat tiga orang membawa brondolan sawit menggunakan karung.

Baca Juga:  Antisipasi Penimbunan BBM dan Gas, Polres Cek Lapangan

Ketika dipanggil dan diteriaki, ketiga orang tersebut langsung melarikan diri secara berpencar. Dua orang berhasil kabur menggunakan sepeda motor, sementara korban Hotlan Panggabean berlari ke arah semak-semak tidak jauh dari lokasi kebun.

Pemilik kebun dan pekerja sempat memanggil korban agar keluar dari semak-semak, namun tidak mendapat respons. Karena curiga, mereka kemudian menyusuri semak-semak tersebut dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak dan tidak bergerak.

“Pemilik kebun bersama saksi-saksi kemudian menghubungi aparat desa dan Polsek Batang Gansal untuk dilakukan pengecekan tempat kejadian perkara,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan visum luar oleh dokter Puskesmas Batang Gansal, dr Kartika, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung.

Baca Juga:  PLN Salurkan Paket Bantuan Korban Banjir 

“Pihak keluarga menerima kematian korban dan menolak dilakukan autopsi,” tutup Misran. (kas)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari