Kamis, 5 November 2026
- Advertisement -

Akses Keluar Tol Pekanbaru-Dumai Dialihkan ke Pintu Tol Bypass

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengguna Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) yang hendak menuju Kota Pekanbaru kini harus menyesuaikan rute perjalanan. PT Hutama Karya (Persero) mulai Kamis (30/7/2026) menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan akses keluar tol menuju Pintu Tol Bypass Pekanbaru di STA 00+200.

Pengalihan tersebut membuat akses keluar menuju Kota Pekanbaru yang sebelumnya melewati jalur eksisting di kawasan Muara Fajar ditutup sementara. Selanjutnya, seluruh kendaraan yang akan keluar dari ruas tol diarahkan menggunakan jalur baru menuju Pintu Tol Bypass Pekanbaru.

Pengaturan arus lalu lintas ini dilakukan seiring pengerjaan penyambungan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru. Proses tersebut mencakup pembangunan jembatan overpass di STA 00+200 Jalan Tol Pekanbaru-Dumai atau STA 206+950 Jalan Tol Lingkar Pekanbaru.

Baca Juga:  Dua Kabupaten Diminta Siapkan Ruang ICU Khusus Covid-19

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyebut perubahan jalur ini menjadi bagian penting dalam proses pembangunan konektivitas jalan bebas hambatan di Provinsi Riau.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas diperlukan agar pekerjaan penyambungan dua ruas tol tersebut dapat berlangsung sesuai target. Di sisi lain, faktor keselamatan pengguna jalan tetap menjadi perhatian utama.

“Pekerjaan ini diperlukan agar proses penyambungan kedua ruas tol dapat berjalan sesuai target tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” kata Hamdani melalui keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Hamdani juga mengingatkan pengendara untuk lebih berhati-hati ketika melintasi kawasan yang berdekatan dengan proyek. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu-rambu sementara dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar memperhatikan rambu-rambu lalu lintas sementara, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengurangi kecepatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Harga Cabai Meroket hingga Rp100 Ribu, Stok Mulai Langka di Riau

Untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan lancar, Hutama Karya telah melakukan koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau dan Dinas Perhubungan setempat.

Sejumlah fasilitas pendukung juga telah disiapkan di beberapa titik transisi. Di antaranya rambu peringatan, water barrier, papan informasi, serta petugas yang ditempatkan untuk membantu mengarahkan pengguna jalan.

Hutama Karya memastikan pengaturan arus kendaraan di sekitar kawasan proyek akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Pengguna jalan juga diminta memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi sebelum melakukan perjalanan.

Selain itu, pengendara diimbau menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di area gerbang keluar.(bay)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengguna Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) yang hendak menuju Kota Pekanbaru kini harus menyesuaikan rute perjalanan. PT Hutama Karya (Persero) mulai Kamis (30/7/2026) menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan akses keluar tol menuju Pintu Tol Bypass Pekanbaru di STA 00+200.

Pengalihan tersebut membuat akses keluar menuju Kota Pekanbaru yang sebelumnya melewati jalur eksisting di kawasan Muara Fajar ditutup sementara. Selanjutnya, seluruh kendaraan yang akan keluar dari ruas tol diarahkan menggunakan jalur baru menuju Pintu Tol Bypass Pekanbaru.

Pengaturan arus lalu lintas ini dilakukan seiring pengerjaan penyambungan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru. Proses tersebut mencakup pembangunan jembatan overpass di STA 00+200 Jalan Tol Pekanbaru-Dumai atau STA 206+950 Jalan Tol Lingkar Pekanbaru.

Baca Juga:  DPRD dan Pemprov Riau Sahkan RPJMD 2025-2029, Gubri Abdul Wahid Tekankan Sinergi untuk Sejahterakan Masyarakat

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyebut perubahan jalur ini menjadi bagian penting dalam proses pembangunan konektivitas jalan bebas hambatan di Provinsi Riau.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas diperlukan agar pekerjaan penyambungan dua ruas tol tersebut dapat berlangsung sesuai target. Di sisi lain, faktor keselamatan pengguna jalan tetap menjadi perhatian utama.

- Advertisement -

“Pekerjaan ini diperlukan agar proses penyambungan kedua ruas tol dapat berjalan sesuai target tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” kata Hamdani melalui keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Hamdani juga mengingatkan pengendara untuk lebih berhati-hati ketika melintasi kawasan yang berdekatan dengan proyek. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu-rambu sementara dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

- Advertisement -

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar memperhatikan rambu-rambu lalu lintas sementara, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengurangi kecepatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kuansing Dapat Tambahan Dana Rp70 Miliar, Gaji PPPK dan TPP ASN Jadi Prioritas

Untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan lancar, Hutama Karya telah melakukan koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau dan Dinas Perhubungan setempat.

Sejumlah fasilitas pendukung juga telah disiapkan di beberapa titik transisi. Di antaranya rambu peringatan, water barrier, papan informasi, serta petugas yang ditempatkan untuk membantu mengarahkan pengguna jalan.

Hutama Karya memastikan pengaturan arus kendaraan di sekitar kawasan proyek akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Pengguna jalan juga diminta memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi sebelum melakukan perjalanan.

Selain itu, pengendara diimbau menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di area gerbang keluar.(bay)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengguna Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) yang hendak menuju Kota Pekanbaru kini harus menyesuaikan rute perjalanan. PT Hutama Karya (Persero) mulai Kamis (30/7/2026) menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan akses keluar tol menuju Pintu Tol Bypass Pekanbaru di STA 00+200.

Pengalihan tersebut membuat akses keluar menuju Kota Pekanbaru yang sebelumnya melewati jalur eksisting di kawasan Muara Fajar ditutup sementara. Selanjutnya, seluruh kendaraan yang akan keluar dari ruas tol diarahkan menggunakan jalur baru menuju Pintu Tol Bypass Pekanbaru.

Pengaturan arus lalu lintas ini dilakukan seiring pengerjaan penyambungan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru. Proses tersebut mencakup pembangunan jembatan overpass di STA 00+200 Jalan Tol Pekanbaru-Dumai atau STA 206+950 Jalan Tol Lingkar Pekanbaru.

Baca Juga:  Iduladha 1447 H, Pedagang Kambing Kurban di Pekanbaru Keluhkan Penurunan Pembeli

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyebut perubahan jalur ini menjadi bagian penting dalam proses pembangunan konektivitas jalan bebas hambatan di Provinsi Riau.

Menurutnya, rekayasa lalu lintas diperlukan agar pekerjaan penyambungan dua ruas tol tersebut dapat berlangsung sesuai target. Di sisi lain, faktor keselamatan pengguna jalan tetap menjadi perhatian utama.

“Pekerjaan ini diperlukan agar proses penyambungan kedua ruas tol dapat berjalan sesuai target tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” kata Hamdani melalui keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Hamdani juga mengingatkan pengendara untuk lebih berhati-hati ketika melintasi kawasan yang berdekatan dengan proyek. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu-rambu sementara dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar memperhatikan rambu-rambu lalu lintas sementara, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengurangi kecepatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Antrean Biosolar Mengular di Pekanbaru, Pertamina Ungkap 3 Penyebabnya

Untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan lancar, Hutama Karya telah melakukan koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau dan Dinas Perhubungan setempat.

Sejumlah fasilitas pendukung juga telah disiapkan di beberapa titik transisi. Di antaranya rambu peringatan, water barrier, papan informasi, serta petugas yang ditempatkan untuk membantu mengarahkan pengguna jalan.

Hutama Karya memastikan pengaturan arus kendaraan di sekitar kawasan proyek akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Pengguna jalan juga diminta memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi sebelum melakukan perjalanan.

Selain itu, pengendara diimbau menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan di area gerbang keluar.(bay)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari