Jumat, 22 Mei 2026
- Advertisement -

Desak Kejati Usut Dugaan Korupsi di Pemko Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Korkum Universitas Islam Riau (UIR) dan Universitas Riau (Unri) kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (27/8). Ini merupakan aksi yang kedua untuk Korps Adhyaksa mengusut tuntas sejumlah kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Pada aksi kali ini, meraka hadir dengan jumlah massa lebih banyak. Terlihat massa membawa sejumlah atribut dan pengeras suara memadati pintu masuk depan kantor Jalan Jenderal Sudirman tersebut.

Unjuk rasa yang semula berjalan tenang sempat nyaris ricuh. Hal itu terjadi, kala massa mencoba merangsek masuk ke dalam Kantor Korps Adhyaksa Riau.

Namun, tak terealisasi lantaran pagar pintu masuk dalam kondisi terkunci. Sehingga, pagar tersebut nyaris roboh akibat didorong massa aksi.

Baca Juga:  Menunggu Terobosan Afrizal-Sulaiman

Koordinator umum (Korum) aksi, Bobi Kurniawan mengatakan, kedatangan mereka Kejati Riau segera mengusut tuntas dugaan korupsi di Pemko Pekanbaru. Di antaranya, dugaan kasus korupsi proyek multiyears pembangunan perkantoran pemko di Tenayan Raya, proyek pembebasan lahan perkantoran Tenayan, dugaan korupsi di DPMPTSP Pekanbaru, sengketa di Kawasan Industri Tenayan dugaan korupsi video wall di Diskominfotik, dan masalah retribusi sampah.

"Aksi ini merupakan aksi jilid II. Di mana, tuntutan meminta Kejati mengusut tuntas dugaan kasus korupsi di Pemko Pekanbaru," ungkap Bobi Kurniawan.

"Kami terus mengawal pihak Kejati dan akan mengingatkan pihak Kejati. Kami minta Kejati menegakkan hukum terkait dugaan korupsi di Pemko Pekanbaru," lanjutnya.

Dalam unjuk rasa itu, perwalikan massa aksi akhirnya diberikan kesempatan untuk masuk ke Kantor Kejati Riau. Mereka melakukan pertemuan dengan pihak Korps Adhyaksa membahas tuntutan tersebut.(rir)

Baca Juga:  Didesak Tetapkan Pj Bupati Inhu, Pemprov Riau: Kami Menunggu Kemendagri

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Korkum Universitas Islam Riau (UIR) dan Universitas Riau (Unri) kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (27/8). Ini merupakan aksi yang kedua untuk Korps Adhyaksa mengusut tuntas sejumlah kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Pada aksi kali ini, meraka hadir dengan jumlah massa lebih banyak. Terlihat massa membawa sejumlah atribut dan pengeras suara memadati pintu masuk depan kantor Jalan Jenderal Sudirman tersebut.

Unjuk rasa yang semula berjalan tenang sempat nyaris ricuh. Hal itu terjadi, kala massa mencoba merangsek masuk ke dalam Kantor Korps Adhyaksa Riau.

Namun, tak terealisasi lantaran pagar pintu masuk dalam kondisi terkunci. Sehingga, pagar tersebut nyaris roboh akibat didorong massa aksi.

Baca Juga:  Penyeludupan 400 Dus Miras asal Singapura Digagalkan Polres Inhil

Koordinator umum (Korum) aksi, Bobi Kurniawan mengatakan, kedatangan mereka Kejati Riau segera mengusut tuntas dugaan korupsi di Pemko Pekanbaru. Di antaranya, dugaan kasus korupsi proyek multiyears pembangunan perkantoran pemko di Tenayan Raya, proyek pembebasan lahan perkantoran Tenayan, dugaan korupsi di DPMPTSP Pekanbaru, sengketa di Kawasan Industri Tenayan dugaan korupsi video wall di Diskominfotik, dan masalah retribusi sampah.

- Advertisement -

"Aksi ini merupakan aksi jilid II. Di mana, tuntutan meminta Kejati mengusut tuntas dugaan kasus korupsi di Pemko Pekanbaru," ungkap Bobi Kurniawan.

"Kami terus mengawal pihak Kejati dan akan mengingatkan pihak Kejati. Kami minta Kejati menegakkan hukum terkait dugaan korupsi di Pemko Pekanbaru," lanjutnya.

- Advertisement -

Dalam unjuk rasa itu, perwalikan massa aksi akhirnya diberikan kesempatan untuk masuk ke Kantor Kejati Riau. Mereka melakukan pertemuan dengan pihak Korps Adhyaksa membahas tuntutan tersebut.(rir)

Baca Juga:  Didesak Tetapkan Pj Bupati Inhu, Pemprov Riau: Kami Menunggu Kemendagri
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) —  Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila Korkum Universitas Islam Riau (UIR) dan Universitas Riau (Unri) kembali menggelar unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (27/8). Ini merupakan aksi yang kedua untuk Korps Adhyaksa mengusut tuntas sejumlah kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

Pada aksi kali ini, meraka hadir dengan jumlah massa lebih banyak. Terlihat massa membawa sejumlah atribut dan pengeras suara memadati pintu masuk depan kantor Jalan Jenderal Sudirman tersebut.

Unjuk rasa yang semula berjalan tenang sempat nyaris ricuh. Hal itu terjadi, kala massa mencoba merangsek masuk ke dalam Kantor Korps Adhyaksa Riau.

Namun, tak terealisasi lantaran pagar pintu masuk dalam kondisi terkunci. Sehingga, pagar tersebut nyaris roboh akibat didorong massa aksi.

Baca Juga:  Harumkan Nama Riau, Humairah Disambut Gubri

Koordinator umum (Korum) aksi, Bobi Kurniawan mengatakan, kedatangan mereka Kejati Riau segera mengusut tuntas dugaan korupsi di Pemko Pekanbaru. Di antaranya, dugaan kasus korupsi proyek multiyears pembangunan perkantoran pemko di Tenayan Raya, proyek pembebasan lahan perkantoran Tenayan, dugaan korupsi di DPMPTSP Pekanbaru, sengketa di Kawasan Industri Tenayan dugaan korupsi video wall di Diskominfotik, dan masalah retribusi sampah.

"Aksi ini merupakan aksi jilid II. Di mana, tuntutan meminta Kejati mengusut tuntas dugaan kasus korupsi di Pemko Pekanbaru," ungkap Bobi Kurniawan.

"Kami terus mengawal pihak Kejati dan akan mengingatkan pihak Kejati. Kami minta Kejati menegakkan hukum terkait dugaan korupsi di Pemko Pekanbaru," lanjutnya.

Dalam unjuk rasa itu, perwalikan massa aksi akhirnya diberikan kesempatan untuk masuk ke Kantor Kejati Riau. Mereka melakukan pertemuan dengan pihak Korps Adhyaksa membahas tuntutan tersebut.(rir)

Baca Juga:  Masyarakat Minta Pusat Jadikan Muntai Barat Pos Lintas Batas Negara RI

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari