Jumat, 22 Mei 2026
- Advertisement -

Sejak Januari, Sudah 65 Ha Lahan Terbakar

PEKANBARU (RIAUPSO.CO) — Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini mewabah, peristiwa kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Kota Pekanbaru masih terjadi. Terhitung, total sejak awal tahun ini hingga sekarang sudah terbakar 65,338 hektare lahan.

Jumlah 65 hektare lebih lahan yang terbakar ini adalah akumulasi dari seluruh kejadian yang ada di 12 kecamatan di Kota Pekanbaru. Angka ini juga merupakan gabungan dari puluhan kali peristiwa karhutla.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Zarman Chandra saat dikonfirmasi, Selasa (18/8). "Ada 59 kali kebakaran lahan dengan luasan 65,338 hektare. Ini selama setahun (sampai pertengahan Agustus 2020, red)," ujarnya.

Baca Juga:  Antusias Jajal Tol Permai

Lebih lanjut dipaparkannya, dari seluruh kecamatan yang ada, kebakaran paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Rumbai. "Paling banyak di Rumbai karena kondisinya itu lahan gambut," imbuhnya.

Sementara itu, untuk bulan terjadinya karlahut, diungkapkan mantan Camat Payung Sekaki ini, terjadi paling banyak di awal tahun. "Kalau bulannya itu di awal tahun banyak. Di Maret paling banyak," singkatnya.(ali)

PEKANBARU (RIAUPSO.CO) — Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini mewabah, peristiwa kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Kota Pekanbaru masih terjadi. Terhitung, total sejak awal tahun ini hingga sekarang sudah terbakar 65,338 hektare lahan.

Jumlah 65 hektare lebih lahan yang terbakar ini adalah akumulasi dari seluruh kejadian yang ada di 12 kecamatan di Kota Pekanbaru. Angka ini juga merupakan gabungan dari puluhan kali peristiwa karhutla.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Zarman Chandra saat dikonfirmasi, Selasa (18/8). "Ada 59 kali kebakaran lahan dengan luasan 65,338 hektare. Ini selama setahun (sampai pertengahan Agustus 2020, red)," ujarnya.

Baca Juga:  Riau Bertambah 149 Kasus Baru

Lebih lanjut dipaparkannya, dari seluruh kecamatan yang ada, kebakaran paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Rumbai. "Paling banyak di Rumbai karena kondisinya itu lahan gambut," imbuhnya.

Sementara itu, untuk bulan terjadinya karlahut, diungkapkan mantan Camat Payung Sekaki ini, terjadi paling banyak di awal tahun. "Kalau bulannya itu di awal tahun banyak. Di Maret paling banyak," singkatnya.(ali)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPSO.CO) — Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini mewabah, peristiwa kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di Kota Pekanbaru masih terjadi. Terhitung, total sejak awal tahun ini hingga sekarang sudah terbakar 65,338 hektare lahan.

Jumlah 65 hektare lebih lahan yang terbakar ini adalah akumulasi dari seluruh kejadian yang ada di 12 kecamatan di Kota Pekanbaru. Angka ini juga merupakan gabungan dari puluhan kali peristiwa karhutla.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Zarman Chandra saat dikonfirmasi, Selasa (18/8). "Ada 59 kali kebakaran lahan dengan luasan 65,338 hektare. Ini selama setahun (sampai pertengahan Agustus 2020, red)," ujarnya.

Baca Juga:  Kadisbun Minta Petani Sawit Bermitra dengan PKS

Lebih lanjut dipaparkannya, dari seluruh kecamatan yang ada, kebakaran paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Rumbai. "Paling banyak di Rumbai karena kondisinya itu lahan gambut," imbuhnya.

Sementara itu, untuk bulan terjadinya karlahut, diungkapkan mantan Camat Payung Sekaki ini, terjadi paling banyak di awal tahun. "Kalau bulannya itu di awal tahun banyak. Di Maret paling banyak," singkatnya.(ali)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari