Senin, 7 April 2025
spot_img

Delapan Kerbau Mati Mendadak di Kampar, Tidak Ditemukan Ciri Penyakit Ngorok

RIAUPOS.CO – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau mendapatkan laporan adanya ternak jenis kerbau yang mati mendadak di Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar. Berdasarkan laporan yang diterima, total ada delapan kerbau yang ditemukan mati.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau drh Faralinda mengatakan, setelah mendapatkan laporan itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim Dinas Peternakan setempat untuk melakukan pengecekan ke lokasi.

“Kami dapat informasi ada kerbau mati mendadak di Kampar, kemudian kami langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kampar,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil  investigasi Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar dan tidak ada tanda penyakit yang infeksius. Karena kejadian kerbau mati mendadak tersebut pekan lalu dan sampai saat ini tidak ada laporan kerbau yang mati lagi.

Baca Juga:  Rekor Kasus Baru, Sehari Bertambah 24 Kasus Positif, 13 di Pekanbaru

“Kalau dari hasil investigasi, tidak ada tanda-tanda kerbau terkena penyakit infeksius. Kemudian juga tidak ada tambahan lagi kerbau yang mati,” ujarnya.

Selain itu, kondisi kerbau yang mati itu masih dalam keadaan sehat ketika sorenya dilihat oleh pengurus ternaknya. Kemudian pada pagi harinya baru ditemukan kerbau sudah ada beberapa yang mati. “Di sekitar lokasi masih ada berapa ekor masih hidup, namun dipotong paksa karena kondisi sudah kurang baik,” sebutnya.

Ditanya terkait kemungkinan kerbau terkena penyakit ngorok, menurut Faralinda ketika petugas bertanya ke pengurusnya, apakah ada gejala seperti penyakit ngorok, ternyata tidak ada katanya. Namun itu hanya berdasarkan keterangan pengurus, ketika di cek ke lapangan, juga tidak ditemukan gejala penyakit yang mencurigakan.

Baca Juga:  Rahman Hadi Sebut Akan Selalu Rindu Riau

“Jika memang penyakit ngorok, pastinya akan terus ditemukan kerbau yang mati, atau tidak berhenti dari kejadian pekan lalu sampai saat ini,” ujarnya.(gem)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

RIAUPOS.CO – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau mendapatkan laporan adanya ternak jenis kerbau yang mati mendadak di Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar. Berdasarkan laporan yang diterima, total ada delapan kerbau yang ditemukan mati.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau drh Faralinda mengatakan, setelah mendapatkan laporan itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim Dinas Peternakan setempat untuk melakukan pengecekan ke lokasi.

“Kami dapat informasi ada kerbau mati mendadak di Kampar, kemudian kami langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kampar,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil  investigasi Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar dan tidak ada tanda penyakit yang infeksius. Karena kejadian kerbau mati mendadak tersebut pekan lalu dan sampai saat ini tidak ada laporan kerbau yang mati lagi.

Baca Juga:  Dari Penambahan 50 Pasien Positif, 23 Warga Siak

“Kalau dari hasil investigasi, tidak ada tanda-tanda kerbau terkena penyakit infeksius. Kemudian juga tidak ada tambahan lagi kerbau yang mati,” ujarnya.

Selain itu, kondisi kerbau yang mati itu masih dalam keadaan sehat ketika sorenya dilihat oleh pengurus ternaknya. Kemudian pada pagi harinya baru ditemukan kerbau sudah ada beberapa yang mati. “Di sekitar lokasi masih ada berapa ekor masih hidup, namun dipotong paksa karena kondisi sudah kurang baik,” sebutnya.

Ditanya terkait kemungkinan kerbau terkena penyakit ngorok, menurut Faralinda ketika petugas bertanya ke pengurusnya, apakah ada gejala seperti penyakit ngorok, ternyata tidak ada katanya. Namun itu hanya berdasarkan keterangan pengurus, ketika di cek ke lapangan, juga tidak ditemukan gejala penyakit yang mencurigakan.

Baca Juga:  Bupati Dukung Penyelarasan RPJMD Riau 2019-2024

“Jika memang penyakit ngorok, pastinya akan terus ditemukan kerbau yang mati, atau tidak berhenti dari kejadian pekan lalu sampai saat ini,” ujarnya.(gem)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

Delapan Kerbau Mati Mendadak di Kampar, Tidak Ditemukan Ciri Penyakit Ngorok

RIAUPOS.CO – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau mendapatkan laporan adanya ternak jenis kerbau yang mati mendadak di Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar. Berdasarkan laporan yang diterima, total ada delapan kerbau yang ditemukan mati.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau drh Faralinda mengatakan, setelah mendapatkan laporan itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim Dinas Peternakan setempat untuk melakukan pengecekan ke lokasi.

“Kami dapat informasi ada kerbau mati mendadak di Kampar, kemudian kami langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kampar,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil  investigasi Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar dan tidak ada tanda penyakit yang infeksius. Karena kejadian kerbau mati mendadak tersebut pekan lalu dan sampai saat ini tidak ada laporan kerbau yang mati lagi.

Baca Juga:  Dua Wartawan Senior Riau Pos Juara LKTJ PWI 2022

“Kalau dari hasil investigasi, tidak ada tanda-tanda kerbau terkena penyakit infeksius. Kemudian juga tidak ada tambahan lagi kerbau yang mati,” ujarnya.

Selain itu, kondisi kerbau yang mati itu masih dalam keadaan sehat ketika sorenya dilihat oleh pengurus ternaknya. Kemudian pada pagi harinya baru ditemukan kerbau sudah ada beberapa yang mati. “Di sekitar lokasi masih ada berapa ekor masih hidup, namun dipotong paksa karena kondisi sudah kurang baik,” sebutnya.

Ditanya terkait kemungkinan kerbau terkena penyakit ngorok, menurut Faralinda ketika petugas bertanya ke pengurusnya, apakah ada gejala seperti penyakit ngorok, ternyata tidak ada katanya. Namun itu hanya berdasarkan keterangan pengurus, ketika di cek ke lapangan, juga tidak ditemukan gejala penyakit yang mencurigakan.

Baca Juga:  71 Orang PDP Negatif, 19.663 Jiwa Masih ODP

“Jika memang penyakit ngorok, pastinya akan terus ditemukan kerbau yang mati, atau tidak berhenti dari kejadian pekan lalu sampai saat ini,” ujarnya.(gem)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

RIAUPOS.CO – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau mendapatkan laporan adanya ternak jenis kerbau yang mati mendadak di Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar. Berdasarkan laporan yang diterima, total ada delapan kerbau yang ditemukan mati.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau drh Faralinda mengatakan, setelah mendapatkan laporan itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim Dinas Peternakan setempat untuk melakukan pengecekan ke lokasi.

“Kami dapat informasi ada kerbau mati mendadak di Kampar, kemudian kami langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kampar,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil  investigasi Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar dan tidak ada tanda penyakit yang infeksius. Karena kejadian kerbau mati mendadak tersebut pekan lalu dan sampai saat ini tidak ada laporan kerbau yang mati lagi.

Baca Juga:  Di Riau, GMC Mulai Pukul 13.53 WIB

“Kalau dari hasil investigasi, tidak ada tanda-tanda kerbau terkena penyakit infeksius. Kemudian juga tidak ada tambahan lagi kerbau yang mati,” ujarnya.

Selain itu, kondisi kerbau yang mati itu masih dalam keadaan sehat ketika sorenya dilihat oleh pengurus ternaknya. Kemudian pada pagi harinya baru ditemukan kerbau sudah ada beberapa yang mati. “Di sekitar lokasi masih ada berapa ekor masih hidup, namun dipotong paksa karena kondisi sudah kurang baik,” sebutnya.

Ditanya terkait kemungkinan kerbau terkena penyakit ngorok, menurut Faralinda ketika petugas bertanya ke pengurusnya, apakah ada gejala seperti penyakit ngorok, ternyata tidak ada katanya. Namun itu hanya berdasarkan keterangan pengurus, ketika di cek ke lapangan, juga tidak ditemukan gejala penyakit yang mencurigakan.

Baca Juga:  Bupati Dukung Penyelarasan RPJMD Riau 2019-2024

“Jika memang penyakit ngorok, pastinya akan terus ditemukan kerbau yang mati, atau tidak berhenti dari kejadian pekan lalu sampai saat ini,” ujarnya.(gem)

Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari