Rabu, 27 Mei 2026
- Advertisement -

Dukung Pemulihan Ekonomi Mikro, TGI RO3 Latih Pengrajin Lidi Sawit

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi mikro masyarakat, PT TGI melalui kantor RO3 Pekanbaru melaksanakan pelatihan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Siak. Berupa Pelatihan Keterampilan Kerajinan Lidi Sawit di Jambai Makmur dan Kampung Bali, Kecamatan Kandis.

Pelatihan ini bekerjasama dengan Rumah Tamadun selama 4 hari dari tanggal 5-8 April 2021 di Kantor Desa Jambai Makmur. 

Manajer TGI RO3 Antonius Totok menyampaikan dengan melimpahnya komoditas sawit di Riau, masyarakat bisa ikut memanfaatkan peluang dari hasil kerajinan lidi sawit sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. 

Lidi sawit yang merupakan salah satu limbah sawit yang belum terlalu dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi. Tidak hanya dikenal di pasar domestik, permintaan terhadap lidi sawit pun juga laris-manis di pasar global dan sudah mulai diekspor ke India, Pakistan dan Nepal.  Dalam laporan Palm Oil Indonesia dikatakan, 

Baca Juga:  Ajak Media Edukasi Masyarakat

"Tingginya preferensi dan minat konsumen pasar global terhadap produk ecofriendly, otentik tradisional, dan produk hasil kerajinan tangan yang dianggap memiliki value yang tinggi merefleksikan peluang pasar produk piring anyaman lidi sawit yang sangat besar," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Riaupos.co, Kamis (15/4/2021).

Lidi sawit menurutnya, dapat diolah menjadi barang kerajinan dan bernilai seni yang memiliki value added seperti piring, tempat buah, wadah tisu, dan tas. 

Pada pelatihan ini, TGI bekerjasama dengan Rumah Tamadun yang telah berpengalaman sejak tahun 2017 dan mengekspor produknya ke luar negeri. Serta mendapatkan perhargaan Sidhakarya Gubernur Riau tahun 2020 ini mendapatkan respon positif dari 15 peserta pelatihan yang terdiri dari 10 peserta dari Jambai Makmur dan 5 peserta dari Kampung Bali. 

Baca Juga:  Miras, Petasan dan Knalpot Dimusnahkan

“Mereka sangat antusias dan bersemangat untuk dapat memasarkan produk ini ke depannya dimana dalam pelatihan ini diberikan juga kiat-kiat pemasaran dan pengembangan pariwisata,” sambungnya.

Pelatihan kerajinan lidi sawit ini akan dilanjutkan dengan pelatihan menjahit yang akan dilakukan pada tanggal 9-13 April 2021 di lokasi yang sama. 

Dalam pelatihan kali ini, diberikan juga 8 mesin jahit dan perlengkapannya seperti kain dan pola pakaian yang diserahkan ke Kepala Desa setempat. Rangkaian pelatihan yang diberikan ini merupakan wujud kepedulian TGI dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pemulihan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di sekitar wilayah operasional Perusahaan.

Editor: Eka G Putra

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi mikro masyarakat, PT TGI melalui kantor RO3 Pekanbaru melaksanakan pelatihan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Siak. Berupa Pelatihan Keterampilan Kerajinan Lidi Sawit di Jambai Makmur dan Kampung Bali, Kecamatan Kandis.

Pelatihan ini bekerjasama dengan Rumah Tamadun selama 4 hari dari tanggal 5-8 April 2021 di Kantor Desa Jambai Makmur. 

Manajer TGI RO3 Antonius Totok menyampaikan dengan melimpahnya komoditas sawit di Riau, masyarakat bisa ikut memanfaatkan peluang dari hasil kerajinan lidi sawit sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. 

Lidi sawit yang merupakan salah satu limbah sawit yang belum terlalu dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi. Tidak hanya dikenal di pasar domestik, permintaan terhadap lidi sawit pun juga laris-manis di pasar global dan sudah mulai diekspor ke India, Pakistan dan Nepal.  Dalam laporan Palm Oil Indonesia dikatakan, 

Baca Juga:  Pemprov Riau Masih Tunggu Kuota CPNS dan PPPK

"Tingginya preferensi dan minat konsumen pasar global terhadap produk ecofriendly, otentik tradisional, dan produk hasil kerajinan tangan yang dianggap memiliki value yang tinggi merefleksikan peluang pasar produk piring anyaman lidi sawit yang sangat besar," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Riaupos.co, Kamis (15/4/2021).

- Advertisement -

Lidi sawit menurutnya, dapat diolah menjadi barang kerajinan dan bernilai seni yang memiliki value added seperti piring, tempat buah, wadah tisu, dan tas. 

Pada pelatihan ini, TGI bekerjasama dengan Rumah Tamadun yang telah berpengalaman sejak tahun 2017 dan mengekspor produknya ke luar negeri. Serta mendapatkan perhargaan Sidhakarya Gubernur Riau tahun 2020 ini mendapatkan respon positif dari 15 peserta pelatihan yang terdiri dari 10 peserta dari Jambai Makmur dan 5 peserta dari Kampung Bali. 

- Advertisement -
Baca Juga:  Ajak Media Edukasi Masyarakat

“Mereka sangat antusias dan bersemangat untuk dapat memasarkan produk ini ke depannya dimana dalam pelatihan ini diberikan juga kiat-kiat pemasaran dan pengembangan pariwisata,” sambungnya.

Pelatihan kerajinan lidi sawit ini akan dilanjutkan dengan pelatihan menjahit yang akan dilakukan pada tanggal 9-13 April 2021 di lokasi yang sama. 

Dalam pelatihan kali ini, diberikan juga 8 mesin jahit dan perlengkapannya seperti kain dan pola pakaian yang diserahkan ke Kepala Desa setempat. Rangkaian pelatihan yang diberikan ini merupakan wujud kepedulian TGI dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pemulihan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di sekitar wilayah operasional Perusahaan.

Editor: Eka G Putra

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi mikro masyarakat, PT TGI melalui kantor RO3 Pekanbaru melaksanakan pelatihan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Siak. Berupa Pelatihan Keterampilan Kerajinan Lidi Sawit di Jambai Makmur dan Kampung Bali, Kecamatan Kandis.

Pelatihan ini bekerjasama dengan Rumah Tamadun selama 4 hari dari tanggal 5-8 April 2021 di Kantor Desa Jambai Makmur. 

Manajer TGI RO3 Antonius Totok menyampaikan dengan melimpahnya komoditas sawit di Riau, masyarakat bisa ikut memanfaatkan peluang dari hasil kerajinan lidi sawit sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. 

Lidi sawit yang merupakan salah satu limbah sawit yang belum terlalu dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi. Tidak hanya dikenal di pasar domestik, permintaan terhadap lidi sawit pun juga laris-manis di pasar global dan sudah mulai diekspor ke India, Pakistan dan Nepal.  Dalam laporan Palm Oil Indonesia dikatakan, 

Baca Juga:  Jutaan Rokok, Ribuan Miras dan Barang Sitaan Senilai Rp5,4 M Dimusnahkan

"Tingginya preferensi dan minat konsumen pasar global terhadap produk ecofriendly, otentik tradisional, dan produk hasil kerajinan tangan yang dianggap memiliki value yang tinggi merefleksikan peluang pasar produk piring anyaman lidi sawit yang sangat besar," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Riaupos.co, Kamis (15/4/2021).

Lidi sawit menurutnya, dapat diolah menjadi barang kerajinan dan bernilai seni yang memiliki value added seperti piring, tempat buah, wadah tisu, dan tas. 

Pada pelatihan ini, TGI bekerjasama dengan Rumah Tamadun yang telah berpengalaman sejak tahun 2017 dan mengekspor produknya ke luar negeri. Serta mendapatkan perhargaan Sidhakarya Gubernur Riau tahun 2020 ini mendapatkan respon positif dari 15 peserta pelatihan yang terdiri dari 10 peserta dari Jambai Makmur dan 5 peserta dari Kampung Bali. 

Baca Juga:  Cutra Andika dan Afrizal Bersaing

“Mereka sangat antusias dan bersemangat untuk dapat memasarkan produk ini ke depannya dimana dalam pelatihan ini diberikan juga kiat-kiat pemasaran dan pengembangan pariwisata,” sambungnya.

Pelatihan kerajinan lidi sawit ini akan dilanjutkan dengan pelatihan menjahit yang akan dilakukan pada tanggal 9-13 April 2021 di lokasi yang sama. 

Dalam pelatihan kali ini, diberikan juga 8 mesin jahit dan perlengkapannya seperti kain dan pola pakaian yang diserahkan ke Kepala Desa setempat. Rangkaian pelatihan yang diberikan ini merupakan wujud kepedulian TGI dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pemulihan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di sekitar wilayah operasional Perusahaan.

Editor: Eka G Putra

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari