Kamis, 25 Juni 2026
- Advertisement -

Terjerat, Harimau Inung Nio Akhirnya Mati

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Harimau Sumatera yang ditemukan warga tergeletak tak berdaya karena terkena jerat, akhirnya tewas setelah menjalani perawatan.

Akibat jeratan itu, harimau jantan berumur tiga tahun, yang diberi nama Inung Nio hanya dapat bertahan hidup selama 14 hari dalam masa karantina di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD), Sumatera Barat.

Inung Nio ditemukan warga di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau pada 24 Maret 2019.

Hal itu pun dibenarkan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono pada Kamis (4/7).

Dikatakannya, begitu mengetahui harimau Inung Nio yang berumur tiga tahun dengan berat 95 kg terjerat, Wildlife Rescue Unit (WRC) yang terdiri dari BBKSDA dan PRHSD menuju lokasi kejadian untuk mengevakusi Inung Nio.

Baca Juga:  Seleksi PPPK 2024, Pemprov Riau Prioritaskan Tenaga Teknis 

Waktu tempuh dibutuhkan 22 jam, dikarenakan harus melalui jalur air dan darat untuk sampai di PRHSD Sumatera Barat. Inung Nio pun mendapat perawatan intensif selama 14 hari.

“Selama perawatan Inung Nio yang terluka parah di bagian kaki depan kiri sempat demam dengan suhu 40 derajat celcius. Meski luka yang dialaminya menghambat aktivitas, namun Inung Nio masih menunjukan sifat keliarannya dan nafsu makan masih normal. Ia pun sempat memberi suara peringatan saat didekati manusia,” imbuhnya.

Pada tanggal 12 April 2019 kondisinya mulai membaik, ditandai tidak memperlihatkan sakit yang serius sehingga diambil darahnya untuk kebutuhan pemeriksaan. Lalu pada tanggal 14 April 2019, Inung Nio menunjukan tanda-tanda kondisi tubuh yang melemah dan aktivitasnya menurun serta menjauhi lampu treatment infra red.

Baca Juga:  Rumah dan Tempat Pelaminan Terbakar

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Harimau Sumatera yang ditemukan warga tergeletak tak berdaya karena terkena jerat, akhirnya tewas setelah menjalani perawatan.

Akibat jeratan itu, harimau jantan berumur tiga tahun, yang diberi nama Inung Nio hanya dapat bertahan hidup selama 14 hari dalam masa karantina di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD), Sumatera Barat.

Inung Nio ditemukan warga di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau pada 24 Maret 2019.

Hal itu pun dibenarkan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono pada Kamis (4/7).

Dikatakannya, begitu mengetahui harimau Inung Nio yang berumur tiga tahun dengan berat 95 kg terjerat, Wildlife Rescue Unit (WRC) yang terdiri dari BBKSDA dan PRHSD menuju lokasi kejadian untuk mengevakusi Inung Nio.

- Advertisement -
Baca Juga:  Bukan Sekadar Seremonial

Waktu tempuh dibutuhkan 22 jam, dikarenakan harus melalui jalur air dan darat untuk sampai di PRHSD Sumatera Barat. Inung Nio pun mendapat perawatan intensif selama 14 hari.

“Selama perawatan Inung Nio yang terluka parah di bagian kaki depan kiri sempat demam dengan suhu 40 derajat celcius. Meski luka yang dialaminya menghambat aktivitas, namun Inung Nio masih menunjukan sifat keliarannya dan nafsu makan masih normal. Ia pun sempat memberi suara peringatan saat didekati manusia,” imbuhnya.

- Advertisement -

Pada tanggal 12 April 2019 kondisinya mulai membaik, ditandai tidak memperlihatkan sakit yang serius sehingga diambil darahnya untuk kebutuhan pemeriksaan. Lalu pada tanggal 14 April 2019, Inung Nio menunjukan tanda-tanda kondisi tubuh yang melemah dan aktivitasnya menurun serta menjauhi lampu treatment infra red.

Baca Juga:  Seleksi PPPK 2024, Pemprov Riau Prioritaskan Tenaga Teknis 

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Harimau Sumatera yang ditemukan warga tergeletak tak berdaya karena terkena jerat, akhirnya tewas setelah menjalani perawatan.

Akibat jeratan itu, harimau jantan berumur tiga tahun, yang diberi nama Inung Nio hanya dapat bertahan hidup selama 14 hari dalam masa karantina di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD), Sumatera Barat.

Inung Nio ditemukan warga di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau pada 24 Maret 2019.

Hal itu pun dibenarkan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono pada Kamis (4/7).

Dikatakannya, begitu mengetahui harimau Inung Nio yang berumur tiga tahun dengan berat 95 kg terjerat, Wildlife Rescue Unit (WRC) yang terdiri dari BBKSDA dan PRHSD menuju lokasi kejadian untuk mengevakusi Inung Nio.

Baca Juga:  Gapki Gagas Bangun 1.000 Rumah untuk Pekerja Sawit

Waktu tempuh dibutuhkan 22 jam, dikarenakan harus melalui jalur air dan darat untuk sampai di PRHSD Sumatera Barat. Inung Nio pun mendapat perawatan intensif selama 14 hari.

“Selama perawatan Inung Nio yang terluka parah di bagian kaki depan kiri sempat demam dengan suhu 40 derajat celcius. Meski luka yang dialaminya menghambat aktivitas, namun Inung Nio masih menunjukan sifat keliarannya dan nafsu makan masih normal. Ia pun sempat memberi suara peringatan saat didekati manusia,” imbuhnya.

Pada tanggal 12 April 2019 kondisinya mulai membaik, ditandai tidak memperlihatkan sakit yang serius sehingga diambil darahnya untuk kebutuhan pemeriksaan. Lalu pada tanggal 14 April 2019, Inung Nio menunjukan tanda-tanda kondisi tubuh yang melemah dan aktivitasnya menurun serta menjauhi lampu treatment infra red.

Baca Juga:  Rumah dan Tempat Pelaminan Terbakar

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari