Selasa, 5 Mei 2026
- Advertisement -

Khairunnas: Umat Islam Harus Saling Mengingatkan dan Memaafkan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Terkait kondisi politik yang kian memanah, guru besar psikologi agama UIN Suska Riau Prof Dr Khairunnas Rajab mengingatkan umat jangan sampai terpecah belah oleh frame politik yang ada. Jika ada yang salah di antara umat, maka ingatkan dan maafkan sesama umat Islam.

"Kita tidak boleh berhenti berbuat yang terbaik, sampai akhir hayat di kandung badan, sekalipun hujan deras dan badai silih berganti. Karena kita tahu  bahwa perbedaan telah menjadikan rahmat mengitari semua, bahkan Indonesia jadi merdeka adalah hadiah dari perbedaan, Indonesia yang majemuk dan plural," ujarnya.

Persamaannya ada pada satu tujuan yaitu untuk khairunnas anfauhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat. Islam adalah agama yang teratur dan tertib, muatan di dalamnya menyangkut segala aspek kehidupan manusia, baik sosial, politik, hukum. ekonomi, budaya, dan bahkan psikologikal dan cara berkepribadian diatur secara komplit. Dalam tata pergaulan sehari-hari Islam mengajarkan keteladanan dan kesantunan yang dipraktikkan langsung oleh Sang Baginda Nabi.

Baca Juga:  Beredar Nama Calon Kepala Daerah Golkar, Zulfan Heri: Belum Final

Bahkan dalam sebuah riwayat telah disebut; Barang siapa yang beriman kepada Allah, maka muliakanlah tetangga. Riwayat ini menyiratkan makna bahwa seorang muslim harus mampu menjaga kenyamanan orang sekitar, baik perkataan maupun perbuatan. Jika ada pesta yang berdendangkan suara musik, maka sebaiknya hanya diselesaikan pada waktu yang wajar dengan volume yang menyejukkan.

Dalam berkomunikasi dan bertutur Islam bahkan diatur secara lugas, misalnya, bertutur lemah lembut, tegas, menyejukkan, dan menyenangkan. Jika ada tutur kata yang mungkin tidak bisa kita pahami atau mungkin bisa salah dipahami, maka sebaiknya minta klarifikasi apa maksudnya, tidak juga segera menyalahkan. Setiap kata yang keluar dari mulut seseorang pastilah dia sendiri yang lebih paham, karenanya diharuskan bertanya sebagai konfirmatif (tabayun). Jika ada yang salah dan memang sengaja maka permintaan maaf dan memaafkan adalah ajaran Rasulullah SAW yang patut ditiru dan diteladani.

Baca Juga:  Tokoh Golkar Rohul Edward Temui Akbar Tanjung

Setiap pernyataan tentu ada latar belakangnya, maka hendaknya dilihat secara menyeluruh.(jrr)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Terkait kondisi politik yang kian memanah, guru besar psikologi agama UIN Suska Riau Prof Dr Khairunnas Rajab mengingatkan umat jangan sampai terpecah belah oleh frame politik yang ada. Jika ada yang salah di antara umat, maka ingatkan dan maafkan sesama umat Islam.

"Kita tidak boleh berhenti berbuat yang terbaik, sampai akhir hayat di kandung badan, sekalipun hujan deras dan badai silih berganti. Karena kita tahu  bahwa perbedaan telah menjadikan rahmat mengitari semua, bahkan Indonesia jadi merdeka adalah hadiah dari perbedaan, Indonesia yang majemuk dan plural," ujarnya.

Persamaannya ada pada satu tujuan yaitu untuk khairunnas anfauhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat. Islam adalah agama yang teratur dan tertib, muatan di dalamnya menyangkut segala aspek kehidupan manusia, baik sosial, politik, hukum. ekonomi, budaya, dan bahkan psikologikal dan cara berkepribadian diatur secara komplit. Dalam tata pergaulan sehari-hari Islam mengajarkan keteladanan dan kesantunan yang dipraktikkan langsung oleh Sang Baginda Nabi.

Baca Juga:  KPU Kampar Jadwalkan Rapat Pleno Tingkat Kabupaten 26 Februari

Bahkan dalam sebuah riwayat telah disebut; Barang siapa yang beriman kepada Allah, maka muliakanlah tetangga. Riwayat ini menyiratkan makna bahwa seorang muslim harus mampu menjaga kenyamanan orang sekitar, baik perkataan maupun perbuatan. Jika ada pesta yang berdendangkan suara musik, maka sebaiknya hanya diselesaikan pada waktu yang wajar dengan volume yang menyejukkan.

Dalam berkomunikasi dan bertutur Islam bahkan diatur secara lugas, misalnya, bertutur lemah lembut, tegas, menyejukkan, dan menyenangkan. Jika ada tutur kata yang mungkin tidak bisa kita pahami atau mungkin bisa salah dipahami, maka sebaiknya minta klarifikasi apa maksudnya, tidak juga segera menyalahkan. Setiap kata yang keluar dari mulut seseorang pastilah dia sendiri yang lebih paham, karenanya diharuskan bertanya sebagai konfirmatif (tabayun). Jika ada yang salah dan memang sengaja maka permintaan maaf dan memaafkan adalah ajaran Rasulullah SAW yang patut ditiru dan diteladani.

- Advertisement -
Baca Juga:  55 Anggota KPU 11 Daerah di Riau Diumumkan

Setiap pernyataan tentu ada latar belakangnya, maka hendaknya dilihat secara menyeluruh.(jrr)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Terkait kondisi politik yang kian memanah, guru besar psikologi agama UIN Suska Riau Prof Dr Khairunnas Rajab mengingatkan umat jangan sampai terpecah belah oleh frame politik yang ada. Jika ada yang salah di antara umat, maka ingatkan dan maafkan sesama umat Islam.

"Kita tidak boleh berhenti berbuat yang terbaik, sampai akhir hayat di kandung badan, sekalipun hujan deras dan badai silih berganti. Karena kita tahu  bahwa perbedaan telah menjadikan rahmat mengitari semua, bahkan Indonesia jadi merdeka adalah hadiah dari perbedaan, Indonesia yang majemuk dan plural," ujarnya.

Persamaannya ada pada satu tujuan yaitu untuk khairunnas anfauhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat. Islam adalah agama yang teratur dan tertib, muatan di dalamnya menyangkut segala aspek kehidupan manusia, baik sosial, politik, hukum. ekonomi, budaya, dan bahkan psikologikal dan cara berkepribadian diatur secara komplit. Dalam tata pergaulan sehari-hari Islam mengajarkan keteladanan dan kesantunan yang dipraktikkan langsung oleh Sang Baginda Nabi.

Baca Juga:  Airlangga dan Prabowo Disebut Tokoh Papua Ini Berkompeten Nyapres 2024

Bahkan dalam sebuah riwayat telah disebut; Barang siapa yang beriman kepada Allah, maka muliakanlah tetangga. Riwayat ini menyiratkan makna bahwa seorang muslim harus mampu menjaga kenyamanan orang sekitar, baik perkataan maupun perbuatan. Jika ada pesta yang berdendangkan suara musik, maka sebaiknya hanya diselesaikan pada waktu yang wajar dengan volume yang menyejukkan.

Dalam berkomunikasi dan bertutur Islam bahkan diatur secara lugas, misalnya, bertutur lemah lembut, tegas, menyejukkan, dan menyenangkan. Jika ada tutur kata yang mungkin tidak bisa kita pahami atau mungkin bisa salah dipahami, maka sebaiknya minta klarifikasi apa maksudnya, tidak juga segera menyalahkan. Setiap kata yang keluar dari mulut seseorang pastilah dia sendiri yang lebih paham, karenanya diharuskan bertanya sebagai konfirmatif (tabayun). Jika ada yang salah dan memang sengaja maka permintaan maaf dan memaafkan adalah ajaran Rasulullah SAW yang patut ditiru dan diteladani.

Baca Juga:  UU Pemilu Kembali Digugat ke MK

Setiap pernyataan tentu ada latar belakangnya, maka hendaknya dilihat secara menyeluruh.(jrr)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari