Jumat, 10 Juli 2026
- Advertisement -

Fadli Zon Bilang Begini soal Arief Poyuono Tolak Pileg

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta Prabowo Subianto menolak hasil Pemilihan Legislatif 2019. Namun, ini kembali diklaim sebagai pendapat pribadi, bukan Partai Gerindra.

“Ya itu kan pendapat pribadi. Ya kalau ada perbedaan pendapat ya biasa,” kata Waketum Partai Gerindra Fadli Zon di gedung DPR, Jakarta, Jumat (17/5).

Fadli menuturkan bahwa pilpres dan pileg itu tentu berbeda. Menurut dia, kalau pilpres yang mengurusnya adalah Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga Uno. Sementara pileg, ujar Fadli, merupakan urusan partai politik masing-masing.

“Pilpres yang mengurus BPN, mereka yang mengurus itu dari  berbagai komite, dari berbagai parpol. Kalau pileg urusan partai, jadi beda banget,” ujar Fadli.

Baca Juga:  Wasekjen PAN Berharap Prabowo Tak Tergiur Tawaran Jabatan

Wakil ketua DPR itu menilai selain pilpres, di pileg juga ada terjadi dugaan kecurangan. Namun, kata Fadli, penanganan antara persoalan dugaan kecurangan di pilpres dan pileg tentu berbeda. Menurut dia, kalau pileg adalah kompetisi antarpartai peserta pemilu dan internal.

Misalnya, ujar Fadli, ada persoalan menggelembungkan dan memindahkan suara, serta lainnya. Berbeda dengan pilpres. “Soal pileg meski ada kecurangan tentu ada mekanismenya, jadi tidak masalah. Kecurangannya tentu beda dengan pilpres yang terjadi sebelum, saat, dan setelah (pilpres),” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Poyuono meminta Prabowo menolak hasil Pileg 2019. Dia juga menyatakan menolak hasil Pilpres 2019. Menurut Arief, dugaan kecurangan bukan hanya terjadi di pilpres, melainkan juga di pileg. Akibatnya, ujar Arief, banyak partai-partai yang gagal lolos ke Senayan karena tidak memenuhi parliamentary threshold (PT) 4 persen. (boy)

Baca Juga:  Ini Komentar Amien Rais soal Penangkapan Sejumlah Koleganya

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta Prabowo Subianto menolak hasil Pemilihan Legislatif 2019. Namun, ini kembali diklaim sebagai pendapat pribadi, bukan Partai Gerindra.

“Ya itu kan pendapat pribadi. Ya kalau ada perbedaan pendapat ya biasa,” kata Waketum Partai Gerindra Fadli Zon di gedung DPR, Jakarta, Jumat (17/5).

Fadli menuturkan bahwa pilpres dan pileg itu tentu berbeda. Menurut dia, kalau pilpres yang mengurusnya adalah Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga Uno. Sementara pileg, ujar Fadli, merupakan urusan partai politik masing-masing.

“Pilpres yang mengurus BPN, mereka yang mengurus itu dari  berbagai komite, dari berbagai parpol. Kalau pileg urusan partai, jadi beda banget,” ujar Fadli.

Baca Juga:  Partai Ummat Targetkan Lolos Peserta Pemilu

Wakil ketua DPR itu menilai selain pilpres, di pileg juga ada terjadi dugaan kecurangan. Namun, kata Fadli, penanganan antara persoalan dugaan kecurangan di pilpres dan pileg tentu berbeda. Menurut dia, kalau pileg adalah kompetisi antarpartai peserta pemilu dan internal.

- Advertisement -

Misalnya, ujar Fadli, ada persoalan menggelembungkan dan memindahkan suara, serta lainnya. Berbeda dengan pilpres. “Soal pileg meski ada kecurangan tentu ada mekanismenya, jadi tidak masalah. Kecurangannya tentu beda dengan pilpres yang terjadi sebelum, saat, dan setelah (pilpres),” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Poyuono meminta Prabowo menolak hasil Pileg 2019. Dia juga menyatakan menolak hasil Pilpres 2019. Menurut Arief, dugaan kecurangan bukan hanya terjadi di pilpres, melainkan juga di pileg. Akibatnya, ujar Arief, banyak partai-partai yang gagal lolos ke Senayan karena tidak memenuhi parliamentary threshold (PT) 4 persen. (boy)

- Advertisement -
Baca Juga:  KARIB Yakini Syamsuar Profesional dan Tak Jual Beli Jabatan

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta Prabowo Subianto menolak hasil Pemilihan Legislatif 2019. Namun, ini kembali diklaim sebagai pendapat pribadi, bukan Partai Gerindra.

“Ya itu kan pendapat pribadi. Ya kalau ada perbedaan pendapat ya biasa,” kata Waketum Partai Gerindra Fadli Zon di gedung DPR, Jakarta, Jumat (17/5).

Fadli menuturkan bahwa pilpres dan pileg itu tentu berbeda. Menurut dia, kalau pilpres yang mengurusnya adalah Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga Uno. Sementara pileg, ujar Fadli, merupakan urusan partai politik masing-masing.

“Pilpres yang mengurus BPN, mereka yang mengurus itu dari  berbagai komite, dari berbagai parpol. Kalau pileg urusan partai, jadi beda banget,” ujar Fadli.

Baca Juga:  Pengamat Menilai Loyalitas Golkar Makin Tinggi pada Jokowi

Wakil ketua DPR itu menilai selain pilpres, di pileg juga ada terjadi dugaan kecurangan. Namun, kata Fadli, penanganan antara persoalan dugaan kecurangan di pilpres dan pileg tentu berbeda. Menurut dia, kalau pileg adalah kompetisi antarpartai peserta pemilu dan internal.

Misalnya, ujar Fadli, ada persoalan menggelembungkan dan memindahkan suara, serta lainnya. Berbeda dengan pilpres. “Soal pileg meski ada kecurangan tentu ada mekanismenya, jadi tidak masalah. Kecurangannya tentu beda dengan pilpres yang terjadi sebelum, saat, dan setelah (pilpres),” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Poyuono meminta Prabowo menolak hasil Pileg 2019. Dia juga menyatakan menolak hasil Pilpres 2019. Menurut Arief, dugaan kecurangan bukan hanya terjadi di pilpres, melainkan juga di pileg. Akibatnya, ujar Arief, banyak partai-partai yang gagal lolos ke Senayan karena tidak memenuhi parliamentary threshold (PT) 4 persen. (boy)

Baca Juga:  DPW PAN Riau Ajak Kader Partisipasi Atasi Covid-19

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari