Jumat, 19 Juni 2026
- Advertisement -

Koalisi Bukan Soal Bagi-Bagi Kursi

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Anggota MPR Fraksi Partai Nasdem Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan, koalisi harus dibangun dengan pandangan yang sama dengan visi misi Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Dia mencontohkan, Partai Nasdem ketika memutuskan bergabung tentu mempunyai platform yang sama dengan Jokowi selama lima tahun memimpin pemerintahan. “Misalnya soal visi misinya apa, harus sama,” kata Syarief dalam diskusi Rekonsiliasi untuk Persatuan Bangsa di gedung parlemen, Jakarta, Senin (15/7).

Syarief mengatakan, salah satu kebijakan Jokowi menghilangkan dikotomi antara Jawa dan luar Jawa, melakukan pembangunan di seluruh pelosok negeri dan membangun infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia.

“Dengan demikian Nasdem memandang ini perlu dilanjutkan sehingga berkoalisi untuk tujuan itu. Termasuk untuk soal pandangan kebangsaan dan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Hari Ini, DKPP Gelar Sidang

Dia menambahkan, itulah contoh berkoalisi yang tidak pragmatis. Syarif justru mengingatkan jangan sampai ada rekonsiliasi atau koalisi dengan niatan untuk bagi-bagi jabatan serta posisi.

“Saya pikir itulah yang mungkin perlu dikritisi, dan diberikan pendidikan kepada anak-anak bangsa,” kata sekretaris Fraksi Partai Nasdem di DPR ini.

Menurut dia, kalau setelah pilpres nanti ada yang memilih untuk berada di luar koalisi pemerintahan, itu tidak masalah. Dia menegaskan dalam rangka membangun kebersamaan, maka tidak masalah kalau memberikan kritikan.

“Namanya manusia di dalam menjalankan pemerintahan, kalau ada yang mengingatkan itu lebih baik. Jadi, lebih bagus kalau ada yang mengingatkan, kalau ada yang mengkritik dan sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga:  Gerindra Ingin Pilpres dan Pileg Tidak Dilakukan Bersamaan

Syarief juga menilai, rekonsiliasi tidak perlu dilakukan jika untuk sekadar membagi-bagi jatah kursi menteri. Menurut dia, alangkah naifnya kalau hal itu menjadi tujuan utama partai politik.

“Sebagai parpol yang mempunyai tujuan besar, punya gagasan dan punya kepentingan bangsa, kalau cuma itu (bagi-bagi kursi) yang menjadi tujuan, saya kira perlu menjadi pertanyaan terhadap parpol ini,” kata anggota DPR daerah pemilihan Kalimantan Barat (Kalbar) itu. (boy)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Anggota MPR Fraksi Partai Nasdem Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan, koalisi harus dibangun dengan pandangan yang sama dengan visi misi Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Dia mencontohkan, Partai Nasdem ketika memutuskan bergabung tentu mempunyai platform yang sama dengan Jokowi selama lima tahun memimpin pemerintahan. “Misalnya soal visi misinya apa, harus sama,” kata Syarief dalam diskusi Rekonsiliasi untuk Persatuan Bangsa di gedung parlemen, Jakarta, Senin (15/7).

Syarief mengatakan, salah satu kebijakan Jokowi menghilangkan dikotomi antara Jawa dan luar Jawa, melakukan pembangunan di seluruh pelosok negeri dan membangun infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia.

“Dengan demikian Nasdem memandang ini perlu dilanjutkan sehingga berkoalisi untuk tujuan itu. Termasuk untuk soal pandangan kebangsaan dan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Gerindra Ingin Pilpres dan Pileg Tidak Dilakukan Bersamaan

Dia menambahkan, itulah contoh berkoalisi yang tidak pragmatis. Syarif justru mengingatkan jangan sampai ada rekonsiliasi atau koalisi dengan niatan untuk bagi-bagi jabatan serta posisi.

“Saya pikir itulah yang mungkin perlu dikritisi, dan diberikan pendidikan kepada anak-anak bangsa,” kata sekretaris Fraksi Partai Nasdem di DPR ini.

- Advertisement -

Menurut dia, kalau setelah pilpres nanti ada yang memilih untuk berada di luar koalisi pemerintahan, itu tidak masalah. Dia menegaskan dalam rangka membangun kebersamaan, maka tidak masalah kalau memberikan kritikan.

“Namanya manusia di dalam menjalankan pemerintahan, kalau ada yang mengingatkan itu lebih baik. Jadi, lebih bagus kalau ada yang mengingatkan, kalau ada yang mengkritik dan sebagainya,” ujarnya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Raja Juli Antoni Bertemu Jokowi di Solo, Ungkap Kondisi Terbaru Presiden ke-7 RI

Syarief juga menilai, rekonsiliasi tidak perlu dilakukan jika untuk sekadar membagi-bagi jatah kursi menteri. Menurut dia, alangkah naifnya kalau hal itu menjadi tujuan utama partai politik.

“Sebagai parpol yang mempunyai tujuan besar, punya gagasan dan punya kepentingan bangsa, kalau cuma itu (bagi-bagi kursi) yang menjadi tujuan, saya kira perlu menjadi pertanyaan terhadap parpol ini,” kata anggota DPR daerah pemilihan Kalimantan Barat (Kalbar) itu. (boy)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Anggota MPR Fraksi Partai Nasdem Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan, koalisi harus dibangun dengan pandangan yang sama dengan visi misi Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Dia mencontohkan, Partai Nasdem ketika memutuskan bergabung tentu mempunyai platform yang sama dengan Jokowi selama lima tahun memimpin pemerintahan. “Misalnya soal visi misinya apa, harus sama,” kata Syarief dalam diskusi Rekonsiliasi untuk Persatuan Bangsa di gedung parlemen, Jakarta, Senin (15/7).

Syarief mengatakan, salah satu kebijakan Jokowi menghilangkan dikotomi antara Jawa dan luar Jawa, melakukan pembangunan di seluruh pelosok negeri dan membangun infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia.

“Dengan demikian Nasdem memandang ini perlu dilanjutkan sehingga berkoalisi untuk tujuan itu. Termasuk untuk soal pandangan kebangsaan dan lainnya,” ujarnya.

Baca Juga:  KPU Kabupaten Lantik Anggota PPK

Dia menambahkan, itulah contoh berkoalisi yang tidak pragmatis. Syarif justru mengingatkan jangan sampai ada rekonsiliasi atau koalisi dengan niatan untuk bagi-bagi jabatan serta posisi.

“Saya pikir itulah yang mungkin perlu dikritisi, dan diberikan pendidikan kepada anak-anak bangsa,” kata sekretaris Fraksi Partai Nasdem di DPR ini.

Menurut dia, kalau setelah pilpres nanti ada yang memilih untuk berada di luar koalisi pemerintahan, itu tidak masalah. Dia menegaskan dalam rangka membangun kebersamaan, maka tidak masalah kalau memberikan kritikan.

“Namanya manusia di dalam menjalankan pemerintahan, kalau ada yang mengingatkan itu lebih baik. Jadi, lebih bagus kalau ada yang mengingatkan, kalau ada yang mengkritik dan sebagainya,” ujarnya.

Baca Juga:  Besok Anggota Dewan 2019-2024 Dilantik, 6.000 Prajurit TNI Amankan

Syarief juga menilai, rekonsiliasi tidak perlu dilakukan jika untuk sekadar membagi-bagi jatah kursi menteri. Menurut dia, alangkah naifnya kalau hal itu menjadi tujuan utama partai politik.

“Sebagai parpol yang mempunyai tujuan besar, punya gagasan dan punya kepentingan bangsa, kalau cuma itu (bagi-bagi kursi) yang menjadi tujuan, saya kira perlu menjadi pertanyaan terhadap parpol ini,” kata anggota DPR daerah pemilihan Kalimantan Barat (Kalbar) itu. (boy)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari