Minggu, 6 April 2025
spot_img

PDIP: Jokowi Telah Memainkan Perannya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin sudah memasuki 100 hari kerja. Stabilitas politik pun dipuji oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon.

Menurut Effendi, di 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf stabilitas politik sangat terjaga. Tidak ada kegaduhan ataupun yang menjadi polemik di bidang politik.

"Fokus pemerintahan sekarang nantinya akan sangat baik. Misalnya saja saat ini terciptanya stabilitas politik," ujar Effendi dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (8/2).

Anggota Komisi I DPR ini menyebut, stabilitas politik terjadi karena figur dari Presiden Jokowi. Menurutnya Jokowi sangat luwes melakukan sowan dan juga blusukan ke manapun.

"Terciptanya stabilitas politik bagian dari kerja Jokowi silaturahmi dan itu menjadi modal utama," katanya.

Baca Juga:  Kerahkan 200 Orang, KPU Kuansing Targetkan Rampung dalam Sepekan

Namun demikian ada bagian yang Effendi Simbolon kritisi. Hal itu seperti menempatkan menteri di Kabinet Indonesia Maju. Menurut dia, ada pembantu presiden yang tidak sesuai bidangnya.

"Kabinet Pak Jokowi bukan yang the dream team. Ada yang bukan posisinya tapi dipasangkan seperti itu. Jadi kenapa Pak Jokowi mengambil risiko ini," ungkapnya.

Kendati demikian Effendi enggan mengatakan menteri tersebut siapa. Tapi menjadi catatannya pemerintah harus lebih baik lagi. Kritikan yang ia berikan adalah mengatasnamakan rakyat Indonesia.

"Karena kan Pak Jokowi ini dipilih oleh rakyat. Jadi kita berhak memberikan masukan," tuturnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin sudah memasuki 100 hari kerja. Stabilitas politik pun dipuji oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon.

Menurut Effendi, di 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf stabilitas politik sangat terjaga. Tidak ada kegaduhan ataupun yang menjadi polemik di bidang politik.

"Fokus pemerintahan sekarang nantinya akan sangat baik. Misalnya saja saat ini terciptanya stabilitas politik," ujar Effendi dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (8/2).

Anggota Komisi I DPR ini menyebut, stabilitas politik terjadi karena figur dari Presiden Jokowi. Menurutnya Jokowi sangat luwes melakukan sowan dan juga blusukan ke manapun.

"Terciptanya stabilitas politik bagian dari kerja Jokowi silaturahmi dan itu menjadi modal utama," katanya.

Baca Juga:  PKS: Pelayanan adalah Wujud Terbaik dari Kekuasaan

Namun demikian ada bagian yang Effendi Simbolon kritisi. Hal itu seperti menempatkan menteri di Kabinet Indonesia Maju. Menurut dia, ada pembantu presiden yang tidak sesuai bidangnya.

"Kabinet Pak Jokowi bukan yang the dream team. Ada yang bukan posisinya tapi dipasangkan seperti itu. Jadi kenapa Pak Jokowi mengambil risiko ini," ungkapnya.

Kendati demikian Effendi enggan mengatakan menteri tersebut siapa. Tapi menjadi catatannya pemerintah harus lebih baik lagi. Kritikan yang ia berikan adalah mengatasnamakan rakyat Indonesia.

"Karena kan Pak Jokowi ini dipilih oleh rakyat. Jadi kita berhak memberikan masukan," tuturnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos
spot_img

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

spot_img

PDIP: Jokowi Telah Memainkan Perannya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin sudah memasuki 100 hari kerja. Stabilitas politik pun dipuji oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon.

Menurut Effendi, di 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf stabilitas politik sangat terjaga. Tidak ada kegaduhan ataupun yang menjadi polemik di bidang politik.

"Fokus pemerintahan sekarang nantinya akan sangat baik. Misalnya saja saat ini terciptanya stabilitas politik," ujar Effendi dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (8/2).

Anggota Komisi I DPR ini menyebut, stabilitas politik terjadi karena figur dari Presiden Jokowi. Menurutnya Jokowi sangat luwes melakukan sowan dan juga blusukan ke manapun.

"Terciptanya stabilitas politik bagian dari kerja Jokowi silaturahmi dan itu menjadi modal utama," katanya.

Baca Juga:  PKS: Pelayanan adalah Wujud Terbaik dari Kekuasaan

Namun demikian ada bagian yang Effendi Simbolon kritisi. Hal itu seperti menempatkan menteri di Kabinet Indonesia Maju. Menurut dia, ada pembantu presiden yang tidak sesuai bidangnya.

"Kabinet Pak Jokowi bukan yang the dream team. Ada yang bukan posisinya tapi dipasangkan seperti itu. Jadi kenapa Pak Jokowi mengambil risiko ini," ungkapnya.

Kendati demikian Effendi enggan mengatakan menteri tersebut siapa. Tapi menjadi catatannya pemerintah harus lebih baik lagi. Kritikan yang ia berikan adalah mengatasnamakan rakyat Indonesia.

"Karena kan Pak Jokowi ini dipilih oleh rakyat. Jadi kita berhak memberikan masukan," tuturnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin sudah memasuki 100 hari kerja. Stabilitas politik pun dipuji oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon.

Menurut Effendi, di 100 hari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf stabilitas politik sangat terjaga. Tidak ada kegaduhan ataupun yang menjadi polemik di bidang politik.

"Fokus pemerintahan sekarang nantinya akan sangat baik. Misalnya saja saat ini terciptanya stabilitas politik," ujar Effendi dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (8/2).

Anggota Komisi I DPR ini menyebut, stabilitas politik terjadi karena figur dari Presiden Jokowi. Menurutnya Jokowi sangat luwes melakukan sowan dan juga blusukan ke manapun.

"Terciptanya stabilitas politik bagian dari kerja Jokowi silaturahmi dan itu menjadi modal utama," katanya.

Baca Juga:  Peta 2024 Disebut Akan Berubah Setelah Masa Jabatan Anies-Ganjar Habis

Namun demikian ada bagian yang Effendi Simbolon kritisi. Hal itu seperti menempatkan menteri di Kabinet Indonesia Maju. Menurut dia, ada pembantu presiden yang tidak sesuai bidangnya.

"Kabinet Pak Jokowi bukan yang the dream team. Ada yang bukan posisinya tapi dipasangkan seperti itu. Jadi kenapa Pak Jokowi mengambil risiko ini," ungkapnya.

Kendati demikian Effendi enggan mengatakan menteri tersebut siapa. Tapi menjadi catatannya pemerintah harus lebih baik lagi. Kritikan yang ia berikan adalah mengatasnamakan rakyat Indonesia.

"Karena kan Pak Jokowi ini dipilih oleh rakyat. Jadi kita berhak memberikan masukan," tuturnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

spot_img

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari