Rabu, 17 Juni 2026
- Advertisement -

PSPS Kembali Dikerjai Wasit

PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Satu poin di depan mata untuk skuad PSPS sirna seketika, ketika Wasit yang memimpin pertandingan M Erfan Efendi, memberikan pinalti untuk kubu Persiraja Banda Aceh, Rabu (28/8) malam. Tentu kondisi ini membuat kecewa pelatih dan seluruh ofisial Askar Bertuah. 

Bermain di kandang Persiraja Banda Aceh, di Stadion H Dimurthala, Lampineung, sebenarnya PSPS Riau mampu mengimbang tuan rumah. Bahkan jelang pertandingan usai PSPS mampu menahan skor 1-1 atas tuan rumah. 

Namun petaka itu datang di menit ke 94. Wasit M Erfan Efendi tiba-tiba memberi pinalti pada tambahan waktu. Kemelut di muka gawang PSPS, menjadi dalil pengadil lapangan untuk memberikan keuntungan bagi tuan rumah.

Kekecewaan PSPS Riau diungkapkan oleh pelatih Raja Faisal. Kemelut yang terjadi di depan gawang PSPS Riau pada tambahan waktu di menit-menit terakir, tiba-tiba Persiraja diberikan penalti oleh wasit dan Firman mendapat kartu kuning.

Baca Juga:  Pau Torres Menjadi Rebutan Barcelona dan MU

 "Firman mengambil bola. Tiba-tiba pemain Persiraja jatuh sendiri. Sementara pemain kita tidak ada melakukan pelanggaran. Dan pemain kita diberikan kartu kuning. Memang wasit sepertinya menunggu momen ini sehingga Persiraja bisa diberi pinalti," ujarnya.

"Kalau seperti ini susah. Siapapun yang bermain dikandang Persiraja selalu dikarjai pada menit-menit terakhir. Sementara, kita dikandang sendiri tidak ada seperti itu. Memang momen itu sudah ditunggu oleh wasit.  Mencari momen kesalahan. Wasit terlihat sekali curang, ini namanya pertandingan isap darah," ucapnya.
  
Dijelaskannya, kecurangan wasit juga soal penambahan waktu 5 menit sangat tidak wajar. Karena tidak ada pelanggaran yang bikin mengulur waktu. Anehnya wasit bisa memberikan tambahan waktu 5 menit. Hal tersebut dinilai pemain PSPS Riau tidak wajar.

Baca Juga:  Madrid Tak Cari Bek Kanan Baru, Carvajal Aman

Untuk itu, PSPS Riau akan melaporkan wasit asal Jawa Timur M Erfan Efendi tersebut ke Komite Wasit karena dianggap telah merugikan PSPS Riau, dalam laga putaran kedua Liga 2 Indonesia 2019.

Raja Faisal mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Ia tidak memberikan banyak komentar pada konferensi pers usai laga. "Saya tidak banyak berkomentar. Siapapun yang bertanding di sini, mau itu AC Milan dan Real Madrid sekalipun pasti akan kalah. Assalamualaikum,” ujar Raja singkat. (dof)

Editor: Edwir

PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Satu poin di depan mata untuk skuad PSPS sirna seketika, ketika Wasit yang memimpin pertandingan M Erfan Efendi, memberikan pinalti untuk kubu Persiraja Banda Aceh, Rabu (28/8) malam. Tentu kondisi ini membuat kecewa pelatih dan seluruh ofisial Askar Bertuah. 

Bermain di kandang Persiraja Banda Aceh, di Stadion H Dimurthala, Lampineung, sebenarnya PSPS Riau mampu mengimbang tuan rumah. Bahkan jelang pertandingan usai PSPS mampu menahan skor 1-1 atas tuan rumah. 

Namun petaka itu datang di menit ke 94. Wasit M Erfan Efendi tiba-tiba memberi pinalti pada tambahan waktu. Kemelut di muka gawang PSPS, menjadi dalil pengadil lapangan untuk memberikan keuntungan bagi tuan rumah.

Kekecewaan PSPS Riau diungkapkan oleh pelatih Raja Faisal. Kemelut yang terjadi di depan gawang PSPS Riau pada tambahan waktu di menit-menit terakir, tiba-tiba Persiraja diberikan penalti oleh wasit dan Firman mendapat kartu kuning.

Baca Juga:  Barcelona dan Tim Favorit Lain Kesulitan

 "Firman mengambil bola. Tiba-tiba pemain Persiraja jatuh sendiri. Sementara pemain kita tidak ada melakukan pelanggaran. Dan pemain kita diberikan kartu kuning. Memang wasit sepertinya menunggu momen ini sehingga Persiraja bisa diberi pinalti," ujarnya.

- Advertisement -

"Kalau seperti ini susah. Siapapun yang bermain dikandang Persiraja selalu dikarjai pada menit-menit terakhir. Sementara, kita dikandang sendiri tidak ada seperti itu. Memang momen itu sudah ditunggu oleh wasit.  Mencari momen kesalahan. Wasit terlihat sekali curang, ini namanya pertandingan isap darah," ucapnya.
  
Dijelaskannya, kecurangan wasit juga soal penambahan waktu 5 menit sangat tidak wajar. Karena tidak ada pelanggaran yang bikin mengulur waktu. Anehnya wasit bisa memberikan tambahan waktu 5 menit. Hal tersebut dinilai pemain PSPS Riau tidak wajar.

Baca Juga:  Everton Hajar MU, Kaki Ronaldo Berdarah

Untuk itu, PSPS Riau akan melaporkan wasit asal Jawa Timur M Erfan Efendi tersebut ke Komite Wasit karena dianggap telah merugikan PSPS Riau, dalam laga putaran kedua Liga 2 Indonesia 2019.

- Advertisement -

Raja Faisal mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Ia tidak memberikan banyak komentar pada konferensi pers usai laga. "Saya tidak banyak berkomentar. Siapapun yang bertanding di sini, mau itu AC Milan dan Real Madrid sekalipun pasti akan kalah. Assalamualaikum,” ujar Raja singkat. (dof)

Editor: Edwir

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

PEKANBARU (RIAU POS.CO) – Satu poin di depan mata untuk skuad PSPS sirna seketika, ketika Wasit yang memimpin pertandingan M Erfan Efendi, memberikan pinalti untuk kubu Persiraja Banda Aceh, Rabu (28/8) malam. Tentu kondisi ini membuat kecewa pelatih dan seluruh ofisial Askar Bertuah. 

Bermain di kandang Persiraja Banda Aceh, di Stadion H Dimurthala, Lampineung, sebenarnya PSPS Riau mampu mengimbang tuan rumah. Bahkan jelang pertandingan usai PSPS mampu menahan skor 1-1 atas tuan rumah. 

Namun petaka itu datang di menit ke 94. Wasit M Erfan Efendi tiba-tiba memberi pinalti pada tambahan waktu. Kemelut di muka gawang PSPS, menjadi dalil pengadil lapangan untuk memberikan keuntungan bagi tuan rumah.

Kekecewaan PSPS Riau diungkapkan oleh pelatih Raja Faisal. Kemelut yang terjadi di depan gawang PSPS Riau pada tambahan waktu di menit-menit terakir, tiba-tiba Persiraja diberikan penalti oleh wasit dan Firman mendapat kartu kuning.

Baca Juga:  Kecewa, Madrid Masukkan Hazard dalam Daftar Jual

 "Firman mengambil bola. Tiba-tiba pemain Persiraja jatuh sendiri. Sementara pemain kita tidak ada melakukan pelanggaran. Dan pemain kita diberikan kartu kuning. Memang wasit sepertinya menunggu momen ini sehingga Persiraja bisa diberi pinalti," ujarnya.

"Kalau seperti ini susah. Siapapun yang bermain dikandang Persiraja selalu dikarjai pada menit-menit terakhir. Sementara, kita dikandang sendiri tidak ada seperti itu. Memang momen itu sudah ditunggu oleh wasit.  Mencari momen kesalahan. Wasit terlihat sekali curang, ini namanya pertandingan isap darah," ucapnya.
  
Dijelaskannya, kecurangan wasit juga soal penambahan waktu 5 menit sangat tidak wajar. Karena tidak ada pelanggaran yang bikin mengulur waktu. Anehnya wasit bisa memberikan tambahan waktu 5 menit. Hal tersebut dinilai pemain PSPS Riau tidak wajar.

Baca Juga:  Pau Torres Menjadi Rebutan Barcelona dan MU

Untuk itu, PSPS Riau akan melaporkan wasit asal Jawa Timur M Erfan Efendi tersebut ke Komite Wasit karena dianggap telah merugikan PSPS Riau, dalam laga putaran kedua Liga 2 Indonesia 2019.

Raja Faisal mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. Ia tidak memberikan banyak komentar pada konferensi pers usai laga. "Saya tidak banyak berkomentar. Siapapun yang bertanding di sini, mau itu AC Milan dan Real Madrid sekalipun pasti akan kalah. Assalamualaikum,” ujar Raja singkat. (dof)

Editor: Edwir

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari