Sabtu, 16 Mei 2026
- Advertisement -

PABBSI Pecah Kongsi, Lifter Aman

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Selama ini, cabor angkat besi, angkat berat, dan binaraga bernaung di bawah satu federasi. Yakni PB PABBSI. Namun, mulai tahun depan, mereka bakal berpisah. Masing-masing cabor bakal punya induk organisasi sendiri. Keputusan ini diambil setelah PABBSI berkali-kali mendapatkan teguran dari federasi angkat besi internasional (International Weightlifting Federation/IWF).

Keputusan itu diambil dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (munaslub) yang digelar Senin lalu (16/12). Tidak ada keberatan dari pengprov maupun pengurus masing-masing cabor. Pemisahan federasi akan mulai berlaku pada November 2020.

"Permintaan dari IWF sebenarnya sudah lama. Memang sebaiknya begini. Selama ini kan satu organisasi membawahi tiga cabang olahraga. Padahal federasi internasionalnya berbeda-beda," papar Djoko Pramono, wakil ketua umum PB PABBSI, kemarin. "Ditambah lagi hanya angkat besi saja yang masuk sebagai cabor Olimpiade, lainnya bukan," imbuhnya.

Baca Juga:  Good Luck Frankie

Selain untuk mempermudah koordinasi antara IWF dengan elemen angkat besi di PABBSI, ada alasan lain. IWF menilai, cabor-cabor di dalam PABBSI rawan terkena kasus doping. Nah, jika ada salah satu yang tersandung kasus, maka itu akan mencederai reputasi PB PABBSI.

Jika federarsi dijatuhi sanksi, bisa-bisa atlet cabor lain ikut kena hukuman.    

Sebenarnya, sejak berdiri pada 1940, minim terjadi gesekan di antara tiga cabor anggota PB PABBSI.(jpg)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Selama ini, cabor angkat besi, angkat berat, dan binaraga bernaung di bawah satu federasi. Yakni PB PABBSI. Namun, mulai tahun depan, mereka bakal berpisah. Masing-masing cabor bakal punya induk organisasi sendiri. Keputusan ini diambil setelah PABBSI berkali-kali mendapatkan teguran dari federasi angkat besi internasional (International Weightlifting Federation/IWF).

Keputusan itu diambil dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (munaslub) yang digelar Senin lalu (16/12). Tidak ada keberatan dari pengprov maupun pengurus masing-masing cabor. Pemisahan federasi akan mulai berlaku pada November 2020.

"Permintaan dari IWF sebenarnya sudah lama. Memang sebaiknya begini. Selama ini kan satu organisasi membawahi tiga cabang olahraga. Padahal federasi internasionalnya berbeda-beda," papar Djoko Pramono, wakil ketua umum PB PABBSI, kemarin. "Ditambah lagi hanya angkat besi saja yang masuk sebagai cabor Olimpiade, lainnya bukan," imbuhnya.

Baca Juga:  Windy Lifter Muda Peraih Medali Pertama Indonesia

Selain untuk mempermudah koordinasi antara IWF dengan elemen angkat besi di PABBSI, ada alasan lain. IWF menilai, cabor-cabor di dalam PABBSI rawan terkena kasus doping. Nah, jika ada salah satu yang tersandung kasus, maka itu akan mencederai reputasi PB PABBSI.

Jika federarsi dijatuhi sanksi, bisa-bisa atlet cabor lain ikut kena hukuman.    

- Advertisement -

Sebenarnya, sejak berdiri pada 1940, minim terjadi gesekan di antara tiga cabor anggota PB PABBSI.(jpg)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Selama ini, cabor angkat besi, angkat berat, dan binaraga bernaung di bawah satu federasi. Yakni PB PABBSI. Namun, mulai tahun depan, mereka bakal berpisah. Masing-masing cabor bakal punya induk organisasi sendiri. Keputusan ini diambil setelah PABBSI berkali-kali mendapatkan teguran dari federasi angkat besi internasional (International Weightlifting Federation/IWF).

Keputusan itu diambil dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (munaslub) yang digelar Senin lalu (16/12). Tidak ada keberatan dari pengprov maupun pengurus masing-masing cabor. Pemisahan federasi akan mulai berlaku pada November 2020.

"Permintaan dari IWF sebenarnya sudah lama. Memang sebaiknya begini. Selama ini kan satu organisasi membawahi tiga cabang olahraga. Padahal federasi internasionalnya berbeda-beda," papar Djoko Pramono, wakil ketua umum PB PABBSI, kemarin. "Ditambah lagi hanya angkat besi saja yang masuk sebagai cabor Olimpiade, lainnya bukan," imbuhnya.

Baca Juga:  Enam PPLP Masuk Zona Merah

Selain untuk mempermudah koordinasi antara IWF dengan elemen angkat besi di PABBSI, ada alasan lain. IWF menilai, cabor-cabor di dalam PABBSI rawan terkena kasus doping. Nah, jika ada salah satu yang tersandung kasus, maka itu akan mencederai reputasi PB PABBSI.

Jika federarsi dijatuhi sanksi, bisa-bisa atlet cabor lain ikut kena hukuman.    

Sebenarnya, sejak berdiri pada 1940, minim terjadi gesekan di antara tiga cabor anggota PB PABBSI.(jpg)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari