Sabtu, 10 Januari 2026
- Advertisement -
spot_img

Penalti Gagalkan Bintang Ferrari Untuk Meraih Gelar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bintang Ferrari Charles Leclerc finis pertama pada dua balapan virtual “Not The GP Series” pada Sabtu waktu setempat. Namun, kemenangan ganda pembalap Ferrari itu harus berpindah tangan karena penalti.

"Not The GP Series" yang digagas oleh Veloce Esports menjalani seri perdananya beberapa hari setelah Grand Prix F1 Australia dibatalkan pada pertengahan Maret lalu.

Selain diikuti oleh pembalap F1 dan atlet esports, seri kali ini juga diramaikan oleh kiper Real Madrid Thibaut Courtois, DJ Chris Lake, dan pegolf profesional Ian Poulter.

Start dari P4, Leclerc bersaing ketat dengan pembalap tim Williams Nicholas Latifi dan atlet esport Cem Bolukbasi di Race 1 balapan di sirkuit Hockenheim, Jerman. Balapan ini terjadi sepanjang 17 putaran. Juga ditayangkan langsung oleh Veloce Esports lewat sejumlah kanal media sosial.

Baca Juga:  Tentang Penalti, Wasit Mike Dean Dituduh Selalu Rugikan Liverpool

Setelah terlibat sejumlah senggolan dan salip menyalip dengan Bolukbasi, Leclerc mampu finis pertama. Namun, sang rival yang finis runner-up berhak menjadi juara setelah Leclerc diganjar penalti tambahan waktu tiga detik.

Di race 2 yang menggunakan sistem reverse grid, Leclerc start dari P17 namun hanya butuh tiga lap pertama bagi dia untuk merangsek ke posisi ketiga.

Pembalap asal Monako itu terlibat persaingan ketat dengan Benjamin Daly yang hari itu menjadi rekan satu timnya di Ferrari.

Daly adalah seorang Youtuber, dikenal sebagai Tiametmarduk, yang memiliki spesialisasi di balap virtual F1.

Leclerc dan Tiametmarduk menyajikan persaingan super ketat di separuh akhir balapan sepanjang 17 putaran itu. Sementara Youtuber lainnya, TRL Limitless menguntit kedua pembalap Ferrari itu di posisi ketiga.

Baca Juga:  Jojo Juara Korea Open, Tak Menyangka Bisa Comeback Manis

Ketiga pembalap tak jarang bertukar posisi sebagai pimpinan lomba jelang finis.

Lagi-lagi Leclerc yang membalap cukup agresif itu kurang beruntung. Meski finis pertama, Leclerc harus menyerahkan trofi utama Race 2 kepada TRL Limitless. Sementara, dia harus puas finis peringkat tiga setelah Tiametmarduk.

"P1! Balapan epik melawan Charles Leclerc dan Tiametmarduk," cuit TRL Limitless di Twitter setelah mememangi balapan.

Kendati gagal juara, Leclerc mengaku sangat menikmati balapan hari itu.

"Sayap depanku patah hingga balapan berakhir, tapi cukup baik. Aku sangat menikmatinya," kata Leclerc dalam wawancara setelah lomba.

Selain untuk mengisi kekosongan musim balapan, seri balap virtual itu juga digelar bekerja sama dengan UNICEF. Tujuannya adalah untuk menggalang dana bagi penanggulangan pandemi COVID-19.

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bintang Ferrari Charles Leclerc finis pertama pada dua balapan virtual “Not The GP Series” pada Sabtu waktu setempat. Namun, kemenangan ganda pembalap Ferrari itu harus berpindah tangan karena penalti.

"Not The GP Series" yang digagas oleh Veloce Esports menjalani seri perdananya beberapa hari setelah Grand Prix F1 Australia dibatalkan pada pertengahan Maret lalu.

Selain diikuti oleh pembalap F1 dan atlet esports, seri kali ini juga diramaikan oleh kiper Real Madrid Thibaut Courtois, DJ Chris Lake, dan pegolf profesional Ian Poulter.

Start dari P4, Leclerc bersaing ketat dengan pembalap tim Williams Nicholas Latifi dan atlet esport Cem Bolukbasi di Race 1 balapan di sirkuit Hockenheim, Jerman. Balapan ini terjadi sepanjang 17 putaran. Juga ditayangkan langsung oleh Veloce Esports lewat sejumlah kanal media sosial.

Baca Juga:  Kejurda Balap Motor Diapresiasi

Setelah terlibat sejumlah senggolan dan salip menyalip dengan Bolukbasi, Leclerc mampu finis pertama. Namun, sang rival yang finis runner-up berhak menjadi juara setelah Leclerc diganjar penalti tambahan waktu tiga detik.

- Advertisement -

Di race 2 yang menggunakan sistem reverse grid, Leclerc start dari P17 namun hanya butuh tiga lap pertama bagi dia untuk merangsek ke posisi ketiga.

Pembalap asal Monako itu terlibat persaingan ketat dengan Benjamin Daly yang hari itu menjadi rekan satu timnya di Ferrari.

- Advertisement -

Daly adalah seorang Youtuber, dikenal sebagai Tiametmarduk, yang memiliki spesialisasi di balap virtual F1.

Leclerc dan Tiametmarduk menyajikan persaingan super ketat di separuh akhir balapan sepanjang 17 putaran itu. Sementara Youtuber lainnya, TRL Limitless menguntit kedua pembalap Ferrari itu di posisi ketiga.

Baca Juga:  Tentang Penalti, Wasit Mike Dean Dituduh Selalu Rugikan Liverpool

Ketiga pembalap tak jarang bertukar posisi sebagai pimpinan lomba jelang finis.

Lagi-lagi Leclerc yang membalap cukup agresif itu kurang beruntung. Meski finis pertama, Leclerc harus menyerahkan trofi utama Race 2 kepada TRL Limitless. Sementara, dia harus puas finis peringkat tiga setelah Tiametmarduk.

"P1! Balapan epik melawan Charles Leclerc dan Tiametmarduk," cuit TRL Limitless di Twitter setelah mememangi balapan.

Kendati gagal juara, Leclerc mengaku sangat menikmati balapan hari itu.

"Sayap depanku patah hingga balapan berakhir, tapi cukup baik. Aku sangat menikmatinya," kata Leclerc dalam wawancara setelah lomba.

Selain untuk mengisi kekosongan musim balapan, seri balap virtual itu juga digelar bekerja sama dengan UNICEF. Tujuannya adalah untuk menggalang dana bagi penanggulangan pandemi COVID-19.

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Bintang Ferrari Charles Leclerc finis pertama pada dua balapan virtual “Not The GP Series” pada Sabtu waktu setempat. Namun, kemenangan ganda pembalap Ferrari itu harus berpindah tangan karena penalti.

"Not The GP Series" yang digagas oleh Veloce Esports menjalani seri perdananya beberapa hari setelah Grand Prix F1 Australia dibatalkan pada pertengahan Maret lalu.

Selain diikuti oleh pembalap F1 dan atlet esports, seri kali ini juga diramaikan oleh kiper Real Madrid Thibaut Courtois, DJ Chris Lake, dan pegolf profesional Ian Poulter.

Start dari P4, Leclerc bersaing ketat dengan pembalap tim Williams Nicholas Latifi dan atlet esport Cem Bolukbasi di Race 1 balapan di sirkuit Hockenheim, Jerman. Balapan ini terjadi sepanjang 17 putaran. Juga ditayangkan langsung oleh Veloce Esports lewat sejumlah kanal media sosial.

Baca Juga:  Laga Perdana, Tim Thomas Indonesia Siap Tempur Lawan Singapura

Setelah terlibat sejumlah senggolan dan salip menyalip dengan Bolukbasi, Leclerc mampu finis pertama. Namun, sang rival yang finis runner-up berhak menjadi juara setelah Leclerc diganjar penalti tambahan waktu tiga detik.

Di race 2 yang menggunakan sistem reverse grid, Leclerc start dari P17 namun hanya butuh tiga lap pertama bagi dia untuk merangsek ke posisi ketiga.

Pembalap asal Monako itu terlibat persaingan ketat dengan Benjamin Daly yang hari itu menjadi rekan satu timnya di Ferrari.

Daly adalah seorang Youtuber, dikenal sebagai Tiametmarduk, yang memiliki spesialisasi di balap virtual F1.

Leclerc dan Tiametmarduk menyajikan persaingan super ketat di separuh akhir balapan sepanjang 17 putaran itu. Sementara Youtuber lainnya, TRL Limitless menguntit kedua pembalap Ferrari itu di posisi ketiga.

Baca Juga:  Makin Percaya Diri

Ketiga pembalap tak jarang bertukar posisi sebagai pimpinan lomba jelang finis.

Lagi-lagi Leclerc yang membalap cukup agresif itu kurang beruntung. Meski finis pertama, Leclerc harus menyerahkan trofi utama Race 2 kepada TRL Limitless. Sementara, dia harus puas finis peringkat tiga setelah Tiametmarduk.

"P1! Balapan epik melawan Charles Leclerc dan Tiametmarduk," cuit TRL Limitless di Twitter setelah mememangi balapan.

Kendati gagal juara, Leclerc mengaku sangat menikmati balapan hari itu.

"Sayap depanku patah hingga balapan berakhir, tapi cukup baik. Aku sangat menikmatinya," kata Leclerc dalam wawancara setelah lomba.

Selain untuk mengisi kekosongan musim balapan, seri balap virtual itu juga digelar bekerja sama dengan UNICEF. Tujuannya adalah untuk menggalang dana bagi penanggulangan pandemi COVID-19.

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari