Jumat, 24 April 2026
- Advertisement -

Demokrat: Presiden Ingin Mendikte KPK

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Draf peraturan presiden (perpres) untuk KPK masih dalam tahap finalisasi. Salah satu poinnya disebut-sebut bahwa lembaga antirasuah tersebut berada di bawah presiden. Artinya KPK ke depannya sejajar dengan kementerian lain.

Atas dugaan isi dari draf perpres tersebut, Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto menduga Presiden Jokowi ingin mendikte lembaga antirasuah tersebut. Sebab keberadaan KPK langsung di bawah kepala negara.

"Terkait dengan draf pepres KPK yang beredar, sangat jelas political will presiden yang ingin mendikte KPK," ujar Didik saat dihubungi, Selasa (31/12).

Dengan KPK langsung di bawah Presiden Jokowi, diduga KPK tidak lagi garang seperti sebelum-sebelumnya. Padahal saat ini korupsi makin banyak. "Sungguh logika yang salah dan mundur dalam pemberantasan korupsi. Apalagi perilaku korup di lingkungan pemerintahan semakin menjadi-jadi termasuk di pemda," katanya.

Baca Juga:  Momen Pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto

Didik berharap perpres tersebut tidak terbit. Sebab nantinya akan ada konflik kepentingan. Ibaratnya, KPK dikebiri oleh kepentingan tertentu.

"Langkah yang patut disesalkan dan harus diluruskan jika perpres tersebut benar-benar ingin mengebiri kewenangan KPK," ungkapnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi saat ini tengah menyiapkan perpres baru terkait KPK. Perpres itu mengatur mengenai susunan organisasi, tata kerja pimpinan, dan organ pelaksana pimpinan KPK. Adanya perpres tersebut menjadikan KPK seperti kementerian dan lembaga negara lainnya.

Diketahui, pasal 1 Ayat (1) perpres tersebut berbunyi, “Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan pejabat negara setingkat menteri yang berada di bawah dan bertangggung jawab kepada Presiden sebagai kepala negara.”
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Waka MPR: Tes Wawasan Kebangsaan Mestinya Bukan Penentu

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Draf peraturan presiden (perpres) untuk KPK masih dalam tahap finalisasi. Salah satu poinnya disebut-sebut bahwa lembaga antirasuah tersebut berada di bawah presiden. Artinya KPK ke depannya sejajar dengan kementerian lain.

Atas dugaan isi dari draf perpres tersebut, Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto menduga Presiden Jokowi ingin mendikte lembaga antirasuah tersebut. Sebab keberadaan KPK langsung di bawah kepala negara.

"Terkait dengan draf pepres KPK yang beredar, sangat jelas political will presiden yang ingin mendikte KPK," ujar Didik saat dihubungi, Selasa (31/12).

Dengan KPK langsung di bawah Presiden Jokowi, diduga KPK tidak lagi garang seperti sebelum-sebelumnya. Padahal saat ini korupsi makin banyak. "Sungguh logika yang salah dan mundur dalam pemberantasan korupsi. Apalagi perilaku korup di lingkungan pemerintahan semakin menjadi-jadi termasuk di pemda," katanya.

Baca Juga:  Bill Gates Ingatkan Ancaman Pandemi Berikutnya karena Perubahan Iklim

Didik berharap perpres tersebut tidak terbit. Sebab nantinya akan ada konflik kepentingan. Ibaratnya, KPK dikebiri oleh kepentingan tertentu.

- Advertisement -

"Langkah yang patut disesalkan dan harus diluruskan jika perpres tersebut benar-benar ingin mengebiri kewenangan KPK," ungkapnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi saat ini tengah menyiapkan perpres baru terkait KPK. Perpres itu mengatur mengenai susunan organisasi, tata kerja pimpinan, dan organ pelaksana pimpinan KPK. Adanya perpres tersebut menjadikan KPK seperti kementerian dan lembaga negara lainnya.

- Advertisement -

Diketahui, pasal 1 Ayat (1) perpres tersebut berbunyi, “Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan pejabat negara setingkat menteri yang berada di bawah dan bertangggung jawab kepada Presiden sebagai kepala negara.”
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Saran Pakar, Sebelum Ganja Dipakai untuk Medis, Revisi Dahulu UU
Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Draf peraturan presiden (perpres) untuk KPK masih dalam tahap finalisasi. Salah satu poinnya disebut-sebut bahwa lembaga antirasuah tersebut berada di bawah presiden. Artinya KPK ke depannya sejajar dengan kementerian lain.

Atas dugaan isi dari draf perpres tersebut, Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto menduga Presiden Jokowi ingin mendikte lembaga antirasuah tersebut. Sebab keberadaan KPK langsung di bawah kepala negara.

"Terkait dengan draf pepres KPK yang beredar, sangat jelas political will presiden yang ingin mendikte KPK," ujar Didik saat dihubungi, Selasa (31/12).

Dengan KPK langsung di bawah Presiden Jokowi, diduga KPK tidak lagi garang seperti sebelum-sebelumnya. Padahal saat ini korupsi makin banyak. "Sungguh logika yang salah dan mundur dalam pemberantasan korupsi. Apalagi perilaku korup di lingkungan pemerintahan semakin menjadi-jadi termasuk di pemda," katanya.

Baca Juga:  Jelang Imlek, YMMTI Berbagi dengan Sesama

Didik berharap perpres tersebut tidak terbit. Sebab nantinya akan ada konflik kepentingan. Ibaratnya, KPK dikebiri oleh kepentingan tertentu.

"Langkah yang patut disesalkan dan harus diluruskan jika perpres tersebut benar-benar ingin mengebiri kewenangan KPK," ungkapnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi saat ini tengah menyiapkan perpres baru terkait KPK. Perpres itu mengatur mengenai susunan organisasi, tata kerja pimpinan, dan organ pelaksana pimpinan KPK. Adanya perpres tersebut menjadikan KPK seperti kementerian dan lembaga negara lainnya.

Diketahui, pasal 1 Ayat (1) perpres tersebut berbunyi, “Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi merupakan pejabat negara setingkat menteri yang berada di bawah dan bertangggung jawab kepada Presiden sebagai kepala negara.”
Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Baca Juga:  Longsor Lagi di Pasaman Barat, Akses Jalan Putus Total

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari