Minggu, 22 Maret 2026
- Advertisement -

Terciprat Air

Hujan baru saja mengguyur Kota Pekanbaru. Beberapa jalanan masih menyisakan genangan di badan jalan. Termasuk di jalan yang dilalui Dede.

Saat itu, Dede mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan cukup tinggi. Tanpa ia sengaja, ban motornya melintasi genangan air yang ada di badan jalan.

Dan Dede tak menyadari kalau hal tersebut membuat air genangan menciprati tubuh seorang emak-emak yang sedang berjalan di pinggir jalan.

Sontok emak-emak itu emosi karena pakaiannya jadi basah dan kotor akibat perbuatan Dede.

"Hey….!!!" teriak si emak-emak.

Tak sampai di situ, sang emak-emak itu pun lari mengejar sepeda motor Dede.

Tahu kalau ia telah menyebabkan seorang ibu marah, Dede pun menghentikan laju kendaraannya. Ia turun dari motornya.

Baca Juga:  Gugus Tugas Fokus di Jatim

Akibatnya, Dede pun mendapatkan makian dan ceramah panjang lebar dari si emak-emak.

Warga mulai berdatangan dan berusaha menenangkan ibu tersebut.

"Maaf, Bu. Saya tidak sengaja. Sekali lagi maaf," kata Dede dengan kepala tertunduk dan membungkuk beberapa kali.

Melihat Dede yang ketakutan karena takut dimarahi emak-emak, warga sekitar pun tertawa dan meminta si ibu memaafkan Dede. (dof)

Hujan baru saja mengguyur Kota Pekanbaru. Beberapa jalanan masih menyisakan genangan di badan jalan. Termasuk di jalan yang dilalui Dede.

Saat itu, Dede mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan cukup tinggi. Tanpa ia sengaja, ban motornya melintasi genangan air yang ada di badan jalan.

Dan Dede tak menyadari kalau hal tersebut membuat air genangan menciprati tubuh seorang emak-emak yang sedang berjalan di pinggir jalan.

Sontok emak-emak itu emosi karena pakaiannya jadi basah dan kotor akibat perbuatan Dede.

"Hey….!!!" teriak si emak-emak.

- Advertisement -

Tak sampai di situ, sang emak-emak itu pun lari mengejar sepeda motor Dede.

Tahu kalau ia telah menyebabkan seorang ibu marah, Dede pun menghentikan laju kendaraannya. Ia turun dari motornya.

- Advertisement -
Baca Juga:  Bantah Berkelit, Ivo Mas Tunggal Kembali Undang DLHK Dumai

Akibatnya, Dede pun mendapatkan makian dan ceramah panjang lebar dari si emak-emak.

Warga mulai berdatangan dan berusaha menenangkan ibu tersebut.

"Maaf, Bu. Saya tidak sengaja. Sekali lagi maaf," kata Dede dengan kepala tertunduk dan membungkuk beberapa kali.

Melihat Dede yang ketakutan karena takut dimarahi emak-emak, warga sekitar pun tertawa dan meminta si ibu memaafkan Dede. (dof)

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

Hujan baru saja mengguyur Kota Pekanbaru. Beberapa jalanan masih menyisakan genangan di badan jalan. Termasuk di jalan yang dilalui Dede.

Saat itu, Dede mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan cukup tinggi. Tanpa ia sengaja, ban motornya melintasi genangan air yang ada di badan jalan.

Dan Dede tak menyadari kalau hal tersebut membuat air genangan menciprati tubuh seorang emak-emak yang sedang berjalan di pinggir jalan.

Sontok emak-emak itu emosi karena pakaiannya jadi basah dan kotor akibat perbuatan Dede.

"Hey….!!!" teriak si emak-emak.

Tak sampai di situ, sang emak-emak itu pun lari mengejar sepeda motor Dede.

Tahu kalau ia telah menyebabkan seorang ibu marah, Dede pun menghentikan laju kendaraannya. Ia turun dari motornya.

Baca Juga:  Bantah Berkelit, Ivo Mas Tunggal Kembali Undang DLHK Dumai

Akibatnya, Dede pun mendapatkan makian dan ceramah panjang lebar dari si emak-emak.

Warga mulai berdatangan dan berusaha menenangkan ibu tersebut.

"Maaf, Bu. Saya tidak sengaja. Sekali lagi maaf," kata Dede dengan kepala tertunduk dan membungkuk beberapa kali.

Melihat Dede yang ketakutan karena takut dimarahi emak-emak, warga sekitar pun tertawa dan meminta si ibu memaafkan Dede. (dof)

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari