Senin, 6 Juli 2026
- Advertisement -

39 Jenazah di Dalam Truk Kontainer Tiba di Vietnam

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kisah penemuan 39 jenazah di dalam truk kontainer pada Oktober lalu di dekat London, Inggris, memasuki babak akhir. Duka mendalam dirasakan pemerintah Vietnam. Maklum saja, setelah sempat disebut 39 jenazah tersebut warga negara Tiongkok, ternyata mereka adalah penduduk Vietnam. Sabtu (30/11) pagi, jenazah-jenazah tersebut tiba di Vietnam.

Sebanyak 23 jenazah tiba di Bandara Noi Ba di Hanoi. Tujuh jasad dikremasi terlebih dahulu di Inggris sebelum dipulangkan. Hal itu seperti dikabarkan Kantor Berita Vietnam dan dilansir Reuters.

Sebelumnya, pada Rabu (27/11), 16 jenazah telah terlebih dahulu dipulangkan ke kampung halaman mereka di Vietnam tengah-utara. Jenazah-jenazah itu disambut oleh para kerabat dan rekan mereka sambil memegang mawar putih.

Baca Juga:  Anwar Ibrahim Ingin Raja Malaysia Cabut Keadaan Darurat

Penemuan puluhan jenazah di belakang truk berpendingin setelah diselundupkan ke Inggris menguak maraknya perdagangan ilegal. Kejahatan itu berupa mengirimkan warga miskin Asia, Afrika, dan Timur Tengah ke negara-negara Barat melalui perjalanan berbahaya.

Kepolisian Vietnam telah mengamankan 10 orang terkait dengan peristiwa memilukan tersebut. Sebelumnya pada Senin (25/11) sopir truk kontainer asal Irlandia Utara, Maurice Robinson, telah mengakui berencana membantu migrasi ilegal. Robinson juga mengakui melakukan kejahatan untuk mendapatkan keuntungan.

Di Vietnam prospek pekerjaan yang buruk, bencana lingkungan dan iming-iming dengan imbalan uang yang banyak, menjadi faktor untuk mendorong orang-orang meninggalkan daerah asalnya. Nguyen Dinh Gia, ayah korban Nguyen Dinh Luong mengatakan putranya meninggalkan rumah untuk pergi ke Inggris dengan mengharapkan kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga:  Polres Dumai Tangkap Dua Pelaku Jambret di Jalan Gunung Merapi

"Bagaimana bisa saya menggambarkan betapa besar kehilangan ini bagi keluarga saya. Namun, dengan kembalinya jasad putra saya sedikit membantu mengobati rasa sakit ini," kata Gia setelah jasad putranya dimakamkan pada Kamis (28/11) kemarin.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kisah penemuan 39 jenazah di dalam truk kontainer pada Oktober lalu di dekat London, Inggris, memasuki babak akhir. Duka mendalam dirasakan pemerintah Vietnam. Maklum saja, setelah sempat disebut 39 jenazah tersebut warga negara Tiongkok, ternyata mereka adalah penduduk Vietnam. Sabtu (30/11) pagi, jenazah-jenazah tersebut tiba di Vietnam.

Sebanyak 23 jenazah tiba di Bandara Noi Ba di Hanoi. Tujuh jasad dikremasi terlebih dahulu di Inggris sebelum dipulangkan. Hal itu seperti dikabarkan Kantor Berita Vietnam dan dilansir Reuters.

Sebelumnya, pada Rabu (27/11), 16 jenazah telah terlebih dahulu dipulangkan ke kampung halaman mereka di Vietnam tengah-utara. Jenazah-jenazah itu disambut oleh para kerabat dan rekan mereka sambil memegang mawar putih.

Baca Juga:  Bebas Polusi, Kompor Listrik Lebih Ramah Lingkungan

Penemuan puluhan jenazah di belakang truk berpendingin setelah diselundupkan ke Inggris menguak maraknya perdagangan ilegal. Kejahatan itu berupa mengirimkan warga miskin Asia, Afrika, dan Timur Tengah ke negara-negara Barat melalui perjalanan berbahaya.

Kepolisian Vietnam telah mengamankan 10 orang terkait dengan peristiwa memilukan tersebut. Sebelumnya pada Senin (25/11) sopir truk kontainer asal Irlandia Utara, Maurice Robinson, telah mengakui berencana membantu migrasi ilegal. Robinson juga mengakui melakukan kejahatan untuk mendapatkan keuntungan.

- Advertisement -

Di Vietnam prospek pekerjaan yang buruk, bencana lingkungan dan iming-iming dengan imbalan uang yang banyak, menjadi faktor untuk mendorong orang-orang meninggalkan daerah asalnya. Nguyen Dinh Gia, ayah korban Nguyen Dinh Luong mengatakan putranya meninggalkan rumah untuk pergi ke Inggris dengan mengharapkan kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga:  Anwar Ibrahim Ingin Raja Malaysia Cabut Keadaan Darurat

"Bagaimana bisa saya menggambarkan betapa besar kehilangan ini bagi keluarga saya. Namun, dengan kembalinya jasad putra saya sedikit membantu mengobati rasa sakit ini," kata Gia setelah jasad putranya dimakamkan pada Kamis (28/11) kemarin.

- Advertisement -

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kisah penemuan 39 jenazah di dalam truk kontainer pada Oktober lalu di dekat London, Inggris, memasuki babak akhir. Duka mendalam dirasakan pemerintah Vietnam. Maklum saja, setelah sempat disebut 39 jenazah tersebut warga negara Tiongkok, ternyata mereka adalah penduduk Vietnam. Sabtu (30/11) pagi, jenazah-jenazah tersebut tiba di Vietnam.

Sebanyak 23 jenazah tiba di Bandara Noi Ba di Hanoi. Tujuh jasad dikremasi terlebih dahulu di Inggris sebelum dipulangkan. Hal itu seperti dikabarkan Kantor Berita Vietnam dan dilansir Reuters.

Sebelumnya, pada Rabu (27/11), 16 jenazah telah terlebih dahulu dipulangkan ke kampung halaman mereka di Vietnam tengah-utara. Jenazah-jenazah itu disambut oleh para kerabat dan rekan mereka sambil memegang mawar putih.

Baca Juga:  Menteri LHK Resmikan KBD dan Serahkan Bantuan untuk Rakyat Riau

Penemuan puluhan jenazah di belakang truk berpendingin setelah diselundupkan ke Inggris menguak maraknya perdagangan ilegal. Kejahatan itu berupa mengirimkan warga miskin Asia, Afrika, dan Timur Tengah ke negara-negara Barat melalui perjalanan berbahaya.

Kepolisian Vietnam telah mengamankan 10 orang terkait dengan peristiwa memilukan tersebut. Sebelumnya pada Senin (25/11) sopir truk kontainer asal Irlandia Utara, Maurice Robinson, telah mengakui berencana membantu migrasi ilegal. Robinson juga mengakui melakukan kejahatan untuk mendapatkan keuntungan.

Di Vietnam prospek pekerjaan yang buruk, bencana lingkungan dan iming-iming dengan imbalan uang yang banyak, menjadi faktor untuk mendorong orang-orang meninggalkan daerah asalnya. Nguyen Dinh Gia, ayah korban Nguyen Dinh Luong mengatakan putranya meninggalkan rumah untuk pergi ke Inggris dengan mengharapkan kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga:  PKS Puji Inisiatif Anies Cegah Penyabaran Virus Corona

"Bagaimana bisa saya menggambarkan betapa besar kehilangan ini bagi keluarga saya. Namun, dengan kembalinya jasad putra saya sedikit membantu mengobati rasa sakit ini," kata Gia setelah jasad putranya dimakamkan pada Kamis (28/11) kemarin.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari