PENGEMUDI mobil mewah kembali buat masalah. Jika sebelumnya beberapa kali sempat terjadi mobil mewah yang kedapatan tidak membayar pajak, kali ini arogansi pengemudi mobil mewah terjadi dengan meletuskan senjata api. Aksi koboi ini terjadi di Kemang, Jakarta.
Dua orang pelajar menjadi korban. Konon, mereka berdua tengah berbincang-bincang soal mobil Lamborghini yang dikendarai pelaku. Lalu muncullah kalimat, “Paling punya bos.†Kata-kata ini membuat pengemudi Lamborghini emosi. Dia pun meletuskan senjata api di dekat dua pelajar tersebut. Satu pelajar kemudian lari karena merasa yang melontarkan kata-kata yang mengundang kemarahan sang pengemudi mobil mewah.
Sementara satu lagi tetap diam. Tapi kemarahan sang pengemudi tak reda. Dia malah menyuruh pelajar yang masih di sana untuk duduk dan tiarap. Aiman, nama pelajar itu, justru tersandera kendati tak merasa bersalah. Dia kembali mengatakan, bahwa bukan dia yang mengatakan itu. Tapi perlakuan padanya makin sadis. Senjata kembali diletuskan. Tak hanya itu, sang pengemudi kemudian menodongkan senjata api itu ke arah Aiman. Tentu saja sang pelajar shock dan trauma.
Arogansi pengemudi Lamborghini mungkin selesai sampai di situ jika tidak dilaporkan. Tapi perlu keberanian ekstra untuk itu. Traumatik yang dialami Aiman tidak akan mudah hilang. Tapi, ternyata keluarganya ingin menguji laporan dari orang kecil ini. Maka, mereka pun membuat laporan ke polisi beberapa hari kemudian. Kasus ini pun mendapat perhatian publik, bahkan viral. Ternyata, publik geram dengan adanya aksi koboi tersebut.
Aparat pun bergerak. Pelaku ditelusuri dan ditangkap. Dari penangkapan terhadap tersangka berinisial AM ini, muncul lagi berbagai kasus. Sungguh apes nasib AM. Diketahui dia diduga mengonsumsi ganja saat melakukan penodongan, sehingga dia tak sepenuhnya sadar atas tindakan berbahaya yang mengancam nyawa orang lain itu.
Mobil Lamborghini yang dikuasai ternyata diduga atas nama orang lain yang profilnya tidak sesuai dengan pemilik kendaraan mewah. Diduga ada pemalsuan surat di sana. Polisi juga menggeledah rumah tersangka. Lalu didapatkan peluru, dan sejumlah temuan lain. Yang mengejutkan juga, didapat harimau, rusa dan burung cendrawasih, yang semuanya dalam kondisi diawetkan. Dia pun bisa dijerat dengan Undang-undang Konservasi.
Nasib apes memang benar-benar dialami AM. Arogansi sebenarnya jauh lebih banyak daripada sekadar yang dilakukan AM. Beruntung, memang, polisi menindaklanjuti perkara ini. Dalam banyak kasus, aksi koboi seperti ini justru terbiar dan berlalu ditiup angin.***

