Selasa, 2 Juni 2026
- Advertisement -

Perusahaan Asing Ikut Bersaing pada Tender Pengembangan Bandara Hang Nadim

BATAM (RIAUPOS>CO) – Tender pengembangan Bandara Hang Nadim sudah memasuki tahap proses banding hing­ga akhir bulan Agustus. Sedangkan untuk jumlah pe­serta terakhir yang lulus administrasi pasca tahapan pra­kualifikasi sebanyak tujuh pe­rusahaan.

”Proses banding sampai akhir bulan ini, dimana perusa­haan yang tidak lolos kemarin bisa ajukan lagi skema baru,” kata Direktur Badan Usaha Ban­dar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso, Sabtu (24/8).

Adapun tujuh perusahaan yang lolos persyaratan administrasi dari 70 perusahaan anta­ra lain konsorsium Angkasapura 1 dan Angkasapura 2; konsorsium antara PT Nusantara Infrastruktur dengan Zurich dari Swiss; PT PP de-ngan Mitsui dari Jepang; Vinci Airport dari Prancis; ADP International dari Prancis; In­cheon International dari Korea Selatan; dan konsorsium antara GMR dari India dengan Waskita Karya dan PT Cardig.

Baca Juga:  Polri Tegaskan Tak Ada Penyiksaan Terhadap Ustaz Maaher Sebelum Meninggal

Suwarso juga mengungkapkan, pihaknya tengah memverifikasi hingga keluar negeri untuk memastikan apakah perusahaan asing yang berminat ikut tender masih aktif atau tidak.

”Perusahaan asing juga harus membawa surat pernyataan aktif dari kedutaan besar dan Konsulat Jenderal Indonesia di sana,” paparnya.

Setelah masa sanggah berakhir, baru memasuki tahapan pemaparan rencana bisnis. Tujuannya untuk mengetahui rencana seperti apa yang ditawarkan peserta. Apakah sesuai dengan rencana BP Batam yang ingin membangun bandara sebagai pusat logistik di Indonesia.

batam”Diperkirakan April 2020 baru ada pengumuman nama pemenang. Adapun proyek yang akan dibangun antara lain membangun terminal 2, revitalisasi terminal 1, dan penambahan apron,” ungkapnya.

Menurut Suwarso, perkiraan waktu penyelesaian memakan waktu dua hingga tiga tahun. Perkiraan nilai investasi mencapai 48 juta dolar AS.

Baca Juga:  Ponakan Wagubri Terjebak Badai di Puncak Marapi

”Pemenang tender nanti akan membangun dan sekaligus mengelola selama 35 tahun,” bebernya.

Sumber: Batampos.co.id

Editor: Edwir

BATAM (RIAUPOS>CO) – Tender pengembangan Bandara Hang Nadim sudah memasuki tahap proses banding hing­ga akhir bulan Agustus. Sedangkan untuk jumlah pe­serta terakhir yang lulus administrasi pasca tahapan pra­kualifikasi sebanyak tujuh pe­rusahaan.

”Proses banding sampai akhir bulan ini, dimana perusa­haan yang tidak lolos kemarin bisa ajukan lagi skema baru,” kata Direktur Badan Usaha Ban­dar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso, Sabtu (24/8).

Adapun tujuh perusahaan yang lolos persyaratan administrasi dari 70 perusahaan anta­ra lain konsorsium Angkasapura 1 dan Angkasapura 2; konsorsium antara PT Nusantara Infrastruktur dengan Zurich dari Swiss; PT PP de-ngan Mitsui dari Jepang; Vinci Airport dari Prancis; ADP International dari Prancis; In­cheon International dari Korea Selatan; dan konsorsium antara GMR dari India dengan Waskita Karya dan PT Cardig.

Baca Juga:  Hukuman Irman Gusman Jadi 3 Tahun Penjara, MA Kabulkan PK

Suwarso juga mengungkapkan, pihaknya tengah memverifikasi hingga keluar negeri untuk memastikan apakah perusahaan asing yang berminat ikut tender masih aktif atau tidak.

”Perusahaan asing juga harus membawa surat pernyataan aktif dari kedutaan besar dan Konsulat Jenderal Indonesia di sana,” paparnya.

- Advertisement -

Setelah masa sanggah berakhir, baru memasuki tahapan pemaparan rencana bisnis. Tujuannya untuk mengetahui rencana seperti apa yang ditawarkan peserta. Apakah sesuai dengan rencana BP Batam yang ingin membangun bandara sebagai pusat logistik di Indonesia.

batam”Diperkirakan April 2020 baru ada pengumuman nama pemenang. Adapun proyek yang akan dibangun antara lain membangun terminal 2, revitalisasi terminal 1, dan penambahan apron,” ungkapnya.

- Advertisement -

Menurut Suwarso, perkiraan waktu penyelesaian memakan waktu dua hingga tiga tahun. Perkiraan nilai investasi mencapai 48 juta dolar AS.

Baca Juga:  Tegaskan Bansos Baru buat Masyarakat

”Pemenang tender nanti akan membangun dan sekaligus mengelola selama 35 tahun,” bebernya.

Sumber: Batampos.co.id

Editor: Edwir

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

BATAM (RIAUPOS>CO) – Tender pengembangan Bandara Hang Nadim sudah memasuki tahap proses banding hing­ga akhir bulan Agustus. Sedangkan untuk jumlah pe­serta terakhir yang lulus administrasi pasca tahapan pra­kualifikasi sebanyak tujuh pe­rusahaan.

”Proses banding sampai akhir bulan ini, dimana perusa­haan yang tidak lolos kemarin bisa ajukan lagi skema baru,” kata Direktur Badan Usaha Ban­dar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso, Sabtu (24/8).

Adapun tujuh perusahaan yang lolos persyaratan administrasi dari 70 perusahaan anta­ra lain konsorsium Angkasapura 1 dan Angkasapura 2; konsorsium antara PT Nusantara Infrastruktur dengan Zurich dari Swiss; PT PP de-ngan Mitsui dari Jepang; Vinci Airport dari Prancis; ADP International dari Prancis; In­cheon International dari Korea Selatan; dan konsorsium antara GMR dari India dengan Waskita Karya dan PT Cardig.

Baca Juga:  Targetkan Seribu Peserta Satu Hari

Suwarso juga mengungkapkan, pihaknya tengah memverifikasi hingga keluar negeri untuk memastikan apakah perusahaan asing yang berminat ikut tender masih aktif atau tidak.

”Perusahaan asing juga harus membawa surat pernyataan aktif dari kedutaan besar dan Konsulat Jenderal Indonesia di sana,” paparnya.

Setelah masa sanggah berakhir, baru memasuki tahapan pemaparan rencana bisnis. Tujuannya untuk mengetahui rencana seperti apa yang ditawarkan peserta. Apakah sesuai dengan rencana BP Batam yang ingin membangun bandara sebagai pusat logistik di Indonesia.

batam”Diperkirakan April 2020 baru ada pengumuman nama pemenang. Adapun proyek yang akan dibangun antara lain membangun terminal 2, revitalisasi terminal 1, dan penambahan apron,” ungkapnya.

Menurut Suwarso, perkiraan waktu penyelesaian memakan waktu dua hingga tiga tahun. Perkiraan nilai investasi mencapai 48 juta dolar AS.

Baca Juga:  Pemerintahan Trump Dituding Lakukan Penipuan

”Pemenang tender nanti akan membangun dan sekaligus mengelola selama 35 tahun,” bebernya.

Sumber: Batampos.co.id

Editor: Edwir

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari