Sabtu, 18 April 2026
- Advertisement -

AS: Rusia Punya Daftar Target Warga Ukraina yang Akan Ciduk saat Invasi

KIEV (RIAUPOS.CO) – Amerika Serikat memperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Rusia memiliki daftar warga Ukraina yang "akan dibunuh ataupun dikirim ke kamp" saat mereka melakukan serangan.

AFP melaporkan, AS menyampaikan langsung peringatan ini melalui sepucuk surat kepada Komisioner urusan Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet.

"Kami punya informasi kredibel yang mengindikasikan pasukan Rusia tengah membuat daftar warga Ukraina yang akan dibunuh ataupun dikirimkan ke kamp setelah okupasi militer," demikian kutipan surat itu.

"Kami juga memiliki informasi kredibel bahwa pasukan Rusia bakal menggunakan langkah-langkah mematikan untuk membubarkan protes damai ataupun mengatasi latihan damai ataupun perlawanan dari warga sipil."

Surat ini juga mengungkap, invasi Rusia di Ukraina dapat disertai berbagai bentuk kekerasan, seperti penculikan dan penyiksaan. Invasi tersebut juga bakal menargetkan pembangkang politik, juga minoritas etnis dan agama.

Baca Juga:  Tangis Bahagia Sambut Kedatangan Jamaah Haji Siak

Sebelumnya, Washington juga mewanti-wanti penempatan pasukan Rusia di Ukraina bakal berujung pada invasi. AS sangat khawatir dan memperingatkan potensi kehancuran HAM akibat invasi ini.

AS dan sekutunya juga memprediksi Rusia telah menempatkan lebih dari 150 ribu tentara di perbatasan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

Moskow membantah pihaknya berencana menyerang Ukraina. Rusia menegaskan bahwa mereka menempatkan pasukan di sekitar Ukraina karena ancaman NATO.

Selama ini, Rusia memang terus mendesak NATO agar tak "merekrut" Ukraina menjadi anggota. Rusia khawatir ancaman NATO terhadap negaranya kian besar jika Ukraina bergabung.

Selain itu, Rusia meminta NATO dan aliansi Barat untuk menarik pasukan mereka dari Eropa Timur. Kedua permintaan Rusia ini ditolak oleh kubu Barat.

Baca Juga:  Tayang Besok, FBI Pantau Apapun Tentang Joker di Medsos

Sumber: AFP/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

KIEV (RIAUPOS.CO) – Amerika Serikat memperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Rusia memiliki daftar warga Ukraina yang "akan dibunuh ataupun dikirim ke kamp" saat mereka melakukan serangan.

AFP melaporkan, AS menyampaikan langsung peringatan ini melalui sepucuk surat kepada Komisioner urusan Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet.

"Kami punya informasi kredibel yang mengindikasikan pasukan Rusia tengah membuat daftar warga Ukraina yang akan dibunuh ataupun dikirimkan ke kamp setelah okupasi militer," demikian kutipan surat itu.

"Kami juga memiliki informasi kredibel bahwa pasukan Rusia bakal menggunakan langkah-langkah mematikan untuk membubarkan protes damai ataupun mengatasi latihan damai ataupun perlawanan dari warga sipil."

Surat ini juga mengungkap, invasi Rusia di Ukraina dapat disertai berbagai bentuk kekerasan, seperti penculikan dan penyiksaan. Invasi tersebut juga bakal menargetkan pembangkang politik, juga minoritas etnis dan agama.

- Advertisement -
Baca Juga:  Biaya Administrasi Menjadi Beban

Sebelumnya, Washington juga mewanti-wanti penempatan pasukan Rusia di Ukraina bakal berujung pada invasi. AS sangat khawatir dan memperingatkan potensi kehancuran HAM akibat invasi ini.

AS dan sekutunya juga memprediksi Rusia telah menempatkan lebih dari 150 ribu tentara di perbatasan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

- Advertisement -

Moskow membantah pihaknya berencana menyerang Ukraina. Rusia menegaskan bahwa mereka menempatkan pasukan di sekitar Ukraina karena ancaman NATO.

Selama ini, Rusia memang terus mendesak NATO agar tak "merekrut" Ukraina menjadi anggota. Rusia khawatir ancaman NATO terhadap negaranya kian besar jika Ukraina bergabung.

Selain itu, Rusia meminta NATO dan aliansi Barat untuk menarik pasukan mereka dari Eropa Timur. Kedua permintaan Rusia ini ditolak oleh kubu Barat.

Baca Juga:  Tayang Besok, FBI Pantau Apapun Tentang Joker di Medsos

Sumber: AFP/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Follow US!
http://riaupos.co/
Youtube: @riauposmedia
Facebook: riaupos
Twitter: riaupos
Instagram: riaupos.co
Tiktok : riaupos
Pinterest : riauposdotco
Dailymotion :RiauPos

Berita Lainnya

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari

KIEV (RIAUPOS.CO) – Amerika Serikat memperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Rusia memiliki daftar warga Ukraina yang "akan dibunuh ataupun dikirim ke kamp" saat mereka melakukan serangan.

AFP melaporkan, AS menyampaikan langsung peringatan ini melalui sepucuk surat kepada Komisioner urusan Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet.

"Kami punya informasi kredibel yang mengindikasikan pasukan Rusia tengah membuat daftar warga Ukraina yang akan dibunuh ataupun dikirimkan ke kamp setelah okupasi militer," demikian kutipan surat itu.

"Kami juga memiliki informasi kredibel bahwa pasukan Rusia bakal menggunakan langkah-langkah mematikan untuk membubarkan protes damai ataupun mengatasi latihan damai ataupun perlawanan dari warga sipil."

Surat ini juga mengungkap, invasi Rusia di Ukraina dapat disertai berbagai bentuk kekerasan, seperti penculikan dan penyiksaan. Invasi tersebut juga bakal menargetkan pembangkang politik, juga minoritas etnis dan agama.

Baca Juga:  Lagu "Kebangsaan" di Bulan November

Sebelumnya, Washington juga mewanti-wanti penempatan pasukan Rusia di Ukraina bakal berujung pada invasi. AS sangat khawatir dan memperingatkan potensi kehancuran HAM akibat invasi ini.

AS dan sekutunya juga memprediksi Rusia telah menempatkan lebih dari 150 ribu tentara di perbatasan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

Moskow membantah pihaknya berencana menyerang Ukraina. Rusia menegaskan bahwa mereka menempatkan pasukan di sekitar Ukraina karena ancaman NATO.

Selama ini, Rusia memang terus mendesak NATO agar tak "merekrut" Ukraina menjadi anggota. Rusia khawatir ancaman NATO terhadap negaranya kian besar jika Ukraina bergabung.

Selain itu, Rusia meminta NATO dan aliansi Barat untuk menarik pasukan mereka dari Eropa Timur. Kedua permintaan Rusia ini ditolak oleh kubu Barat.

Baca Juga:  Dispora Riau Terapkan WFH 25 Persen

Sumber: AFP/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Terbaru

Terpopuler

Trending Tags

Rubrik dicari